Senin, 01 April 2013

PROPOSAL PELATIHAN PERSIAPAN MEMASUKI MASA PURNABAKTI (PRE RETIREMENT PROGRAM) LOKASI : BANDUNG



PROPOSAL PELATIHAN
PERSIAPAN MEMASUKI MASA PURNABAKTI
(PRE RETIREMENT PROGRAM)
LOKASI : BANDUNG


I.        LATAR BELAKANG

Berakhirnya masa tugas atau pensiun seringkali dianggap sebagai kenyataan yang kurang menyenangkan, sehingga menjelang masanya tiba sebagian orang sudah merasa cemas karena tidak tahu kehidupan seperti apa yang akan dihadapi kelak. Sering terjadi orang yang pensiun bukannya bisa menikmati masa tua dengan hidup santai, sebaliknya, justru mengalami problem serius baik kejiwaan (psikis) maupun fisik. Gejala ketidaknyamanan tersebut dikenal dengan istilah Post-Power Syndrome.
Tidak sedikit gejala tersebut menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi bagi mereka sendiri dan keluarganya. Dampak sosial biasanya terjadi karena adanya perubahan pola kehidupan sosial dan lingkungan yang mungkin sangat berbeda dengan kehidupan dan lingkungan ketika mereka masih bekerja. Sedangkan dampak ekonomi akan sangat dirasakan jika tidak adanya persiapan secara matang mengenai perencanaan keuangan keluarga berkaitan dengan kondisi pemasukan keuangan yang mungkin sangat berbeda dibandingkan ketika mereka masih aktif bekerja. Dalam kondisi masyarakat sekarang ini, pekerjaan merupakan salah satu faktor terpenting yang bisa mendatangkan kepuasan sekaligus rasa aman. Hal ini karena status sosial dan jabatan dapat memperkuat harga diri. Apalagi jika pekerjaan tersebut relatif tetap dan settle.
Untuk meminimalkan gejala tersebut, maka perusahaan atau instansi yang memiliki pandangan komprehensif terhadap kebutuhan karyawan berkenaan dengan persiapan masa purnabakti dapat membantu mereka dengan berbagai kebijakan dan strategi. Salah satu strategi yang paling efektif adalah dengan memberi bekal kepada mereka tentang berbagai ilmu pengetahuan yang bermanfaat secara praktis dalam kehidupan setelah tidak lagi bekerja. Adapun tujuannya adalah untuk meminimalkan berbagai dampak negatif yang kemungkinan muncul terutama dalam hal psikis. Selain itu juga sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka baik secara material maupun spiritual. Ilmu dan pengetahuan yang perlu dibekali berkaitan dengan persiapan mental dan kepribadian, manajemen stres, manajemen kesehatan, manajemen keuangan, manajemen minat dan bakat serta kewirausahaan. Metode ini diharapkan dapat membantu para peserta pelatihan untuk mempersiapkan masa purnabakti dengan lebih matang dan terencana.

II.        BENTUK KEGIATAN

Pelatihan ini merupakan kombinasi dari pengajaran di dalam dan di luar kelas mengenai berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum seseorang memasuki masa purnabakti. Durasi pelatihan selama lima hari dengan alokasi waktu tiga hari di kelas dan dua hari di luar kelas. Dengan demikian setidaknya akan terbentuk mental pensiun yang benar-siap memasuki MMP. Metode pelatihan yang digunakan adalah presentasi, diskusi, games, kunjungan lapangan dan evaluasi yang mencakup Penilaian terhadap instruktur, materi training, manfaat & efektifitas training serta rekomendasi dari peserta.
Adapun materi yang akan disampaikan berkaitan dengan:
·         Manajemen diri (persiapan mental pra-purnabakti)
·         Manajemen keuangan dan investasi, manajemen minat dan bakat
·         Manajemen Kesehatan
·         Kewirausahaan
·         Kunjungan dan studi banding ke berbagai usaha percontohan

III.        TUJUAN KEGIATAN
1.    Memberikan pembekalan kepada karyawan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapai masa pensiun. Dengan pembekalan ini, peserta diharapkan dapat terhindar atau paling tidak meminimalkan dari dampak-dampak yang dapat berakibat baik secara psikologis maupun psikis.
2.    Memberikan motivasi sekaligus membuka wawasan yang komprehensif mengenai berbagai usaha yang dapat dijadikan referensi terutama setelah para karyawan memasuki masa purnabakti.
3.    Peserta dapat memahami gambaran tentang rencana-rencana keuangan seperti investasi dan kewirausanaan yang dapat ditempuh setelah memasuki masa pensiun.
4.    Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup peserta pelatihan, baik secara material maupun spiritual setelah tidak lagi aktif sebagai karyawan

V.   Sasaran Peserta Pelatihan

Kegiatan ini ditujukan bagi para karyawan yang akan atau segera memasuki masa purnabakti (MPP), berpasangan bersama istri / suami masing-masing, baik pada level staf, supervisor hingga manajer.

V.    Materi Pelatihan dan Instruktur

Materi pelatihan akan disampaikan oleh para instruktur yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing:
No.
Materi
Instruktur
1.
Aspek Mental dan Psikologis:
Re-orientasi Hidup Memasuki Masa Purnabakti, Perubahan Paradigma & Motivasi Diri Menghadapi Masa Pensiun Psikologi Keluarga, Mengelola Waktu Secara Efektif dan Mengelola Stress. Tips dan Trik di Masa Purnabakti.
Veny Hidayat, Mpsi. Psikolog
Merupakan pakar psikologi keluarga, Pengembangan SDM dan kepribadian. Berpengalaman dalam memberikan materi pelatihan berkenaan dengan persiapan mental karyawan sebelum memasuki Purnakarya.
2.
Aspek Keuangan dan :
  • Strategi Menghadapi Masa Pensiun Dan  Investasi Perencanaan Keuangan Keluarga
  • Seluk Beluk Kewirausahaan Dan Membentuk Jiwa Kewirausahaan
Hardianto, SE, MM, QIA
(Pensiunan PTPN)
Trainer / konsultan keuangan yang berpengalaman dalam memberikan pelatihan mengenai program pensiun dari sisi perencanaan keuangan serta keputusan investasi dan bisnis pasca pensiun.
3.
Enterpreneurship:
Profil Sukses Purnabakti, Seluk Beluk Kewirausahaan, Membentuk Jiwa Wirausaha, Kiat Mencari Ceruk Pasar Baru, Evaluasi Usaha Baru.
Bapak. Drs. HM. Badawi
Pensiunan  Lembaga Elektronika Nasional/BUMN. Sukses mengelola warung sate ayam Ponorogo di Jl RE. Martadinata Bandung, sebuah kawasan bisnis terkenal dengan Outlet dan distronya, tapi justru beliau menawarkan usaha makanan di area ini. Beliau juga sukses membina panti asuhan anak yatim dan dhuafa.
4.
Kunjungan, Konsultasi, Praktek dan Studi banding ke Sentra Bisnis Percontohan

Pemilik dan pengelola usaha yang menekuni wirausaha


VI.     WAKTU DAN TEMPAT
*      Waktu:
Pelatihan ini diselenggarakan selama 3 (tiga) hari,
dengan alokasi waktu sebagai berikut:
Hari I : Materi di dalam kelas:
Hari II & III : Kegiatan kunjungan lapangan:
(Waktu pelaksanaan dapat disesuaikan).
*      Tempat:
1.    Hotel Papandayan*****, Jl. Gatot Subroto Bandung
2.    Beberapa Sentra Industri dan Bisnis di Bandung :
·         Peternakan Domba Garut : PT. Villa Domba Niaga Indonesia. Desa Jatisari, Kec. Cangkuang , Kabupaten Bandung
·         Usaha Budidaya Jamur : “ BUDI MUSHROOM “Kampung Pasar Kaler No. 410, Desa Tagog Apu, Kec. Padalarang, Kab. Bandung Barat
·         BMC (Bandoengsche Melk Centrale) : Restorant Bandung Jaman Kolonial (berdiri sejak 1930). Jalan Aceh No. 30 Bandung
·         Warung Sate Ponorogo HM. Badawi (Pensiunan  Lembaga Elektronika Nasional/BUMN). Jl. RE. Martadinata, Bandung
·         Budidaya Strawberry : Strawbery Sweethearts. Jalan Raya Lembang – Maribaya.
·         Budidaya Kelinci Lembang : Asep Sutisna. Jl. Raya Lembang No. 119, Kp. Babakan Laksana, Rt 4 Rw 7, Desa Gedong Kahuripan, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat
·         Budidaya Ternak Sapi : Balai Pelatihan Peternakan  Cikole. Jalan Raya Tangkuban Parahu Km 2, Cikole , Lembang

VII.    BIAYA DAN FASILITAS

Biaya pelatihan sebesar Rp 7.000.000,- (Tujuh juta rupiah) per pasang (suami & istri). Biaya belum termasuk Pajak. Minimal pendaftaran peserta 15 pasang.
Biaya tersebut adalah paket non- residensial dengan fasilitas sebagai berikut:
ü  Tempat pelatihan di Hotel Bintang 5
ü  Transportasi ke tempat kunjungan
ü  Training kit, Handout/Modul
ü  Sertifikat
ü  Sarapan, makan siang, makan malam dan 2 x Coffee Break
ü  Souvenir eksklusif

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar