Rabu, 28 April 2010

SERTIFIKASI AHLI K3 DEPNAKERTRANS

1. AHLI MUDA K3 KONSTRUKSI - (HSE - CONSTRUCTION)

(durasi 5 hari, biaya investasi Rp. 6.500.000 per peserta)

Pelatihan Bersertifikasi Ahli Muda K3 Konstruksi ini ditujukan bagi Management Representative, OH&S Professional, Team leader dan General Superintendent Proyek Konstruksi, diselenggarakan berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No. Kep 20/DJPPK/2004 tentang Sertifikasi Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bidang Konstruksi Bangunan, di mana setiap proyek konstruksi bangunan yang memperkerjakan tenaga kerja lebih dari 100 orang atau menyelenggarakan proyek lebih dari 6 bulan wajib memiliki Ahli Muda K3 Konstruksi dan merupakan tanggung jawab penyedia Jasa Konstruksi (Kontraktor). Oleh karena itu, mengikuti pelatihan bersertifikasi Ahli Muda K3 Konstruksi yang berlandaskan pada OHSAS 18001:1999 (Occupational Health & Safety Assessment Series) merupakan pilihan yang sangat tepat untuk penyelenggaraan konstruksi yang aman dan sehat. Sertifikat Ahli Muda K3 Konstruksi ini diakui baik secara Nasional maupun Internasional.

.

Materi Pelatihan:

  1. Undang-undang, Standar dan Aturan K3

  2. Manajemen dan Administrasi K3

  3. K3 Pekerjaan Konstruksi

  4. K3 Peralatan Konstruksi

  5. K3 Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal

  6. Kesiagaan dan Sistem Tanggap Darurat

  7. Higiene Perusahaan dan Proyek

  8. Pengetahuan Inspeksi K3 Konstruksi

  9. Observasi Lapangan dan Penyusunan Makalah seminar

Output pelatihan:

  • Memahami Sistem Manajemen K3 berdasarkan OHSAS 18001:1999

  • Memahami bagaimana menangani pekerjaan dan peralatan K3 pada proyek konstruksi

  • Melatih kesiagaan terhadap ancaman keselamatan pada proyek konstruksi

  • Mengetahui berbagai hal yang menyangkut kesehatan di tempat kerja atau proyek


2. AHLI MADYA K3 KONSTRUKSI

(durasi 5 hari, biaya investasi Rp. 8.500.000 per peserta)

Pelatihan Bersertifikasi Ahli Madya K3 Konstruksi ini merupakan kompetensi K3 Konstruksi tingkat lanjut (dapat memberikan bimbingan dan pengawasan langsung bagi para Ahli Muda K3 Konstruksi di lapangan) dan ditujukan bagi mereka yang telah memiliki Sertifikat Ahli Muda K3 Konstruksi minimal 3 tahun, diselenggarakan berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No. Kep 20/DJPPK/2004 tentang Sertifikasi Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bidang Konstruksi Bangunan. Oleh karena itu, mengikuti pelatihan bersertifikasi Ahli Madya K3 Konstruksi yang berlandaskan pada OHSAS 18001:1999 (Occupational Health & Safety Assessment Series) merupakan pilihan yang sangat tepat untuk penyelenggaraan konstruksi yang aman dan sehat. Sertifikat Ahli Madya K3 Konstruksi ini diakui baik secara Nasional maupun Internasional.

Materi Pelatihan:

  1. K3 Ruang Tutup

  2. Pengenalan Bahaya Radiasi dan Radio Aktif

  3. Manajemen Resiko

  4. Kesiagaan dan Sistem Pemadaman

  5. Manajemen Konstruksi

  6. Pengetahuan Teknik Konstruksi

  7. Pengetahuan Auditing K3

  8. Manajemen Pelatihan & Kesadaran K3

  9. Observasi Lapangan dan Penyusunan Makalah Seminar

Output pelatihan:

  • Memahami SMK3 lanjut berdasarkan OHSAS 18001:1999

  • Memahami bagaimana mengantisipasi dan mengelola resiko di proyek konstruksi

  • Melatih kesiagaan dan sistem pemadaman

  • Memahami bagaimana melatih dan membimbing bawahan tentang K3 di proyek konstruksi


3. TEKNISI K3 LISTRIK

(durasi 5 hari, biaya investasi Rp. 6.500.000 per peserta)

Pelatihan Bersertifikasi Teknisi K3 Listrik ini ditujukan bagi para teknisi listrik yang terlibat dalam perencanaan, instalasi dan pemeliharaan bidang kelistrikan dengan pengalaman di bidang kelistrikan lebih dari 2 tahun, diselenggarakan berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan No. Kep 311/BW/2002 tentang Sertifikasi Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Teknisi Listrik, bahwa listrik mengandung potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan tenaga kerja dan orang lain yang berada di dalam lingkungan tempat kerja, dan mengancam keamanan bangunan beserta isinya, maka setiap teknisi yang diserahi tugas dan tanggung jawab dalam pekerjaan pemasangan, pengoperasian, pemeliharaan, pemeriksaan, pengujian dan perbaikan instalasi listrik harus memenuhi syarat kompetensi keselamatan dan kesehatan kerja listrik yang dibuktikan dengan sertifikat dan lisensi keselamatan dan kesehatan kerja listrik

Materi Pelatihan:

  1. Peraturan perundangan keselamatan dan kesehatan kerja listrik

  2. Dasar-dasar keselamatan dan kesehatan kerja listrik

  3. Dasar-dasar teknik instalasi listrik

  4. Identifikasi bahaya listrik dan Sistem pengamanan

  5. Persyaratan instalasi listrik ruang khusus

  6. Sistem proteksi bahaya petir

  7. Klasifikasi pembebanan

  8. Pengukuran listrik (Teori dan Praktek)

  9. Pertolongan pertama kecelakaan listrik

Output pelatihan:

  • Memahami kesehatan dan keselamatan kerja di bidang kelistrikan

  • Memahami bagaimana menangani instalasi listrik yang aman (bebas dari bahaya)

  • Memahami dan menguasai pengukuran listrik

  • Mengetahui cara-cara pertolongan pertama pada kecelekaan listrik (P3K listrik)


4. PETUGAS PERAN KEBAKARAN - (SAFETY & FIRE PROTECTION)

(durasi 5 hari, biaya investasi Rp. 6.500.000 per peserta)

Pelatihan Bersertifikasi Petugas Peran Kebakaran ini ditujukan bagi petugas yang ditunjuk dan diserahi tugas tambahan untuk mengidentifikasi sumber-sumber bahaya dan melaksanakan upaya-upaya penanggulangan kebakaran dan satuan tugas khusus yang mempunyai tugas fungsional di bidang penanggulangan kebakaran, diselenggarakan berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.Kep.186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja di mana ditentukan sekurang-kurangnya 2 orang petugas peran kebakaran untuk setiap jumlah tenaga kerja 25 orang. Oleh karena itu, mengikuti pelatihan bersertifikasi Petugas Peran Kebakaran merupakan langkah proaktif untuk mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran di tempat kerja.

Materi Pelatihan:

  1. Kebijakan K3

  2. Norma-norma K3 Penanggulangan Kebakaran

  3. Teori Api dan anatomi kebakaran

  4. Sistem proteksi kebakaran

  5. Teori pemadaman APAR Hidrant

  6. Praktek pemadaman (APAR, Hidrant)

  7. Fire Emergency Response Plan

  8. PPGD & SCBA

Output pelatihan:

  • Mampu mengidentifikasi adanya faktor yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran

  • Mampu memadamkan kebakaran pada tahap awal

  • Mampu mengarahkan evakuasi orang dan barang

  • Mampu mengamankan lokasi kebakaran


5. PROJECT MANAGER KONSTRUKSI - (PROJECT MANAGEMENT)

(durasi 5 hari, biaya investasi Rp. 6.500.000 per peserta)

Pelatihan Project Manager Konstruksi ini ditujukan bagi mereka yang ingin pencapaian sasaran proyek yaitu tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang optimal. Pelaksanaan konstruksi akan selalu rawan dengan kecelakaan kerja, maka penerapan SMK3 merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kompleksitas pengelolaan proyek meningkat manakala kita dihadapkan pada krisis yang berkepanjangan. Parameter yang biasa digunakan berubah. Pihak yang selama ini telah dapat bekerjasama dengan baik mungkin juga sudah berubah. Menyiasati perubahan ini manajemen proyek harus adaptif. Perencanaan dan pengendalian proyek ditingkatkan kualitasnya dengan lebih mahir menggunakan metoda penjadualan dan metoda pengendalian yang lebih baik. Pemahaman manajemen kontrak, peningkatan motivasi bekerja personil proyek, dan penetapan sasaran proyek yang tepat menjadi fokus perhatian utama manajemen proyek saat ini.

Materi Pelatihan:

- Introduction Project Management Body Of Knowledge

- Project Scope Management

- Project Time Management

- Project Cost Management

- Project Risk Management

- Project Quality Management

- Project Communication Management

- Project Procurement Management

- Project Human Resources Management

- Project Integration Management

- Pengendalian dengan Kurva S

Output pelatihan:

  • Memahami Manajemen Proyek berdasarkan PMBOK yang dikeluarkan oleh PMI

  • Memiliki kompetensi untuk mengelola proyek konstruksi dengan resiko menengah hingga tinggi

  • Memiliki sikap yang lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan suatu proyek konstruksi


6. PROJECT MANAGER NON-KONSTRUKSI

(durasi 5 hari, biaya investasi Rp. 6.500.000 per peserta)

Proyek bisa jadi belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga setiap proyek mempunyai ciri tersendiri. Suatu kegiatan yang diawali dengan waktu tertentu dan diakhiri pada waktu tertentu pula disebut proyek, apakah kegiatan tersebut menyangkut produk ataukah menyangkut pelayanan. Contohnya adalah proyek untuk memperkenalkan produk obat baru ke pasar, dimana akan membutuhkan ribuan dus untuk memenuhi klinik percobaan tersebut. Disini diperlukan pengetahuan untuk mengorganisir sumber daya yang diperlukan mensukseskan proyek ini. Pelatihan Manager Proyek Non-konstruksi ini akan memberikan pembekalan kepada mereka yang terlibat dalam pengelolaan proyek yang bukan konstruksi dengan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola proyek.

Materi Pelatihan:

  1. Introduction
  2. The project management context
  3. Project management process
  4. Project integration management
  5. Project scope management
  6. Project time management
  7. Project cost management
  8. Project quality management
  9. Project human resource management
  10. Project communication management
  11. Project risk management
  12. Project procurement management

Output pelatihan:

  • Menguasai Manajemen Proyek berdasarkan PMBOK yang dikeluarkan oleh PMI

  • Memiliki kompetensi untuk mengelola proyek dengan kompleksitas dan resiko tinggi

  • Memiliki sikap profesional dalam pengelolaan suatu proyek


7. TEKNISI SURVEY PEMETAAN - (SURVEYING & MAPPING)

(durasi 8 hari, biaya investasi Rp. 8.500.000 per peserta)

Pelatihan Bersertifikasi Teknisi Survey Pemetaan ini ditujukan bagi para surveyor yang bekerja di konsultan, kontraktor, owner, perguruan tinggi dan perorangan yang ingin meningkatkan kompetensinya di bidang survey dan pemetaan. Pengukuran dan pemetaan memakai prinsip “ working from whole to part “, di mana ketelitian dalam pengukuran lapangan dituangkan dalam suatu peta yang sangat bermanfaat bagi penggunanya. Kompetensi Teknisi Survey Pemetaan ini sangat penting dikarenakan merupakan langkah awal dari suatu pekerjaan dengan kompleksitas dan resiko yang tinggi. Sertifikasi Teknisi Survey Pemetaan diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) yang diakui secara nasional.

Materi Pelatihan:

  1. Etika Profesi, Etos Kerja & UUJK

  2. K3

  3. Pengetahuan Alat-alat Ukur

  4. Penentuan Posisi Vertikal

  5. Penentuan Azimut Matahari

  6. Pemetaan Situasi dan Stake Out

  7. Praktek Pengukuran di Lapangan

  8. Studio Gambar

Output pelatihan:

  • Memahami prinsip-prinsip dalam pekerjaan survey dan pemetaan

  • Memiliki kompetensi dalam pengukuran posisi vertikal dan azimut matahari

  • Memiliki kompetensi dalam teknik pemetaan


8. TEKNISI K3 PERANCAH - (SCAFFOLD SAFETY)

(durasi 5 hari, biaya investasi Rp. 6.500.000 per peserta)

Pelatihan Teknisi K3 Perancah ini ditujukan bagi para teknisi perancah dalam upaya penerapan K3 pada pemasangan, pembongkaran, penggunaan perancah secara aman guna menunjang pekerjaan di pabrik-pabrik dan konstruksi bangunan. Perancah dapat dipakai untuk keperluan pemasangan atau sebagai alat bantu dalam menjangkau pekerjaan-pekerjaan di tempat yang tinggi dengan pekerjaan sederhana seperti pengecatan, pemasangan lampu, sampai pekerjaan berat seperti pengecoran beton pada bangunan bertingkat. Sertifikasi Teknisi K3 Perancah dikeluarkan oleh Depnakertrans dan berlaku secara nasional.

Materi Pelatihan:

  1. Peraturan Perundangan K3 Konstruksi

  2. Pengetahuan Dasar Perancah

  3. Jenis-jenis Perancah

  4. Standar dan Pedoman Teknis Perancah

  5. Dasar-dasar Perhitungan Perancah

  6. Supervisi dan Pemeriksaan Perancah

  7. Penggunaan Perancah Yang Aman

  8. Pemasangan dan Pembongkaran Perancah yang aman

  9. Praktek Perancah

Output pelatihan:

  • Memahami peraturan perundangan K3 Konstruksi

  • Memiliki kompetensi dalam teknik perancah

  • Memahami prosedur yang aman dalam pekerjaan perancah


9. TEKNISI K3 MESIN FORKLIFT

(durasi 5 hari, biaya investasi Rp. 6.500.000 per peserta)

Pelatihan Bersertifikasi Teknisi K3 Mesin Forklift ini ditujukan bagi para operator mesin forklift agar dalam melaksanakan pekerjaannya dapat mengikuti prosedur yang aman baik dalam pengoperasian maupun pemeliharaan mesin forklift. Kompetensi K3 Mesin Forklift sangat dibutuhkan untuk menjaga kelancaran operasional perusahaan dan keamanan personil operator forklift maupun rekan-rekan lainnya di perusahaan. Sertifikasi Teknisi K3 Mesin Forklift dikeluarkan oleh Depankertrans.

Materi Pelatihan:

  1. Undang-Undang No. 1 tahun 1970

  2. Permenaker No. 05 tahun 1985

  3. Pengetahuan Dasar Forklift

  4. Penggerak Mula ( Motor Bakar )

  5. Dasar-Dasar Hydraulic

  6. Sebab-sebab Kecelakaan Forklift

  7. Daftar Beban Kerja dan Pengaruh Beban Aman

  8. Dasar-Dasar Pengukuran Kapasitas

  9. Pengoperasian Forklift

  10. Perawatan & Pemeliharaan

  11. Praktek Pengoperasian

Output pelatihan:

  • Memahami Peraturan dan Perundangan K3

  • Memahami prosedur pengoperasian dan pemeliharaan mesin forklift

  • Mampu mengoperasikan mesin forklift sesuai pedoman K3


10. TEKNISI K3 CRANE

(durasi 5 hari, biaya investasi Rp. 6.500.000 per peserta)

Pelatihan Bersertifikasi Teknisi K3 Crane ini ditujukan bagi operator crane agar dalam pemasanga, pengoperasian dan pembongkaran crane dapat dilakukan dengan aman. K3 Crane di industri konstruksi berperanan penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan crane, terutama pada saat ereksi (pemasangan), operasi, pemeliharaan dan pembongkaran. Pihak manajemen tower crane bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanannya sehingga harus benar-benar memastikan hal-hal sebagai berikut:

· Pemasangan dan pembongkaran tower crane harus oleh orang-orang yang berkompetensi dibidangnya

· Hanya operator yang berkompetensi yang boleh mengoperasikannya

· Dilakukan inspeksi secara ketat untuk memastikan kelayakan pakai

· Hanya orang yang berkompetensi untuk merencanakan sistim pemeliharaan yang tepat

· Selalu dilakukan pemeriksaan kondisi dan uji coba sebelum dioperasikan

Materi Pelatihan:

  1. Undang-undang No.1 Tahun 1970

  2. Permenakertrans No.1/Men/1980

  3. Surat Keputusan Bersama Menaker dan PU

  4. Dasar-dasar pembebanan

  5. Tali Baja / Sling dan Teknik Ikatan

  6. Perawatan dan Pemeliharaan Crane

  7. Pengasutan, Penyebab Gangguan Sederhana

  8. Teknik Dasar Pengoperasion Crane

  9. Praktek

Output pelatihan:

  • Memahami Peraturan dan Perundangan di bidang K3

  • Memiliki kompetensi K3 dalam pengoperasian dan pemeliharaan crane

  • Mampu memasang, mengoperasikan dan memelihara crane dengan aman


11. TEKNISI K3 LIFT/ESCALATOR

(durasi 5 hari, biaya investasi Rp. 6.500.000 per peserta)

Pelatihan Bersertifikasi Teknisi K3 Lift/Escalator ini ditujukan operator dan pemelihara lift/escalator agar supaya dalam melakukan pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan lift/escalator dapat dilakukan dengan aman. Semua lift dan escalator seharusnya dirawat dan periksa secara rutin untuk meyakinkan keamanan dan keandalannya. Pemeliharaan biasanya dilakukan oleh pihak ketiga yang ahli dibidang ini atau tenaga dari pabrik pembuatnya. Namun hal ini dapat dilakukan oleh karyawan pemilik lift/escalator dengan dibekali pengetahuan tentang perawatan lift/escalator. Sertifikasi Teknisi K3 Lift/Escalator ini dikeluarkan oleh Depnakertrans.

Materi Pelatihan:

  1. Undang-undang No. 28 Tahun 2002

  2. Surat Keputusan Bersama Menaker dan PU

  3. Permenakertarans No.03/Men/1999

  4. Komponen dan fungsi escalator

  5. Teknik Perawatan Lift & Eskalator

  6. Riksa Uji Eskalator

  7. Pengasutan, Penyebab Gangguan Sederhana

  8. Teknik Dasar Pengoperasion Lift & Escalator

  9. Praktek

Output pelatihan:

  • Memahami Peraturan dan Perundangan tentang K3

  • Memahami prosedur mengoperasikan dan memelihara lift/escalator

  • Memiliki kompetensi K3 di bidang pengoperasian dan pemeliharaan lift/escalator


12. TEKNISI K3 WELDING CERTIFICATION

(durasi 5 hari, biaya investasi Rp. 6.500.000 per peserta)

Pelatihan Teknisi K3 Welding ini ditujukan bagi juru las agar supaya dapat melakukan pengelasan dengan aman. Pemahaman tentang pengelasan yang aman sangat penting terutama ditujukan bagi Juru Las kelas III, Kelas II dan Kelas I. Kompetensi untuk Welder Certificate berdasarkan Permenakertrans No:PER.02/MEN/1982 tentang Kualifikasi Juru Las di tempat kerja yang meliputi ketrampilan pengelasan sambungan las tumpul dengan proses las busur listrik, las busur submerged, las gas busur listrik tungstern, las karbit atau kombinasi dari proses las tersebut yang dilakukan dengan tangan (manual), otomatis atau kombinasi. Juru Las dianggap trampil apabila telah menempuh ujian las dengan hasil memuaskan dan mempunyai Sertifikat Juru Las.

Materi Pelatihan:

  1. Permenakertarans No.02/Men/1982

  2. Pencegahan kecelakaan, penyakit akibat kerja las, kebakaran dan peledakan (K3)

  3. Penggunaan alat-alat las (lampu gas, botol gas, generator gas) dan mesin las

  4. Nyala gas (sifat, penyetelan, pengaruh pada las)

  5. Cara pengelasan

  6. Persiapan mengelas

  7. Pencegahan dan perbaikan kesalahan las

  8. Bahan induk dan bahan pengisi

  9. Pengaruh panjang busur listrik, arus listrik, polarity, pengamatan terak-terak gas untuk TIG

Output pelatihan:

  • Memahami teknik-teknik pengelasan untuk Juru Las Kelas III, kelas II dan Kelas I

  • Memahami prosedur pengelasan yang aman

  • Memahami K3 bidang pengelasan


13. TEKNISI LABORATORIUM TANAH - (SOIL LABORATORY TECHNICIAN)

(durasi 10 hari, biaya investasi Rp. 8.750.000 per peserta)

Pelatihan Bersertifikasi Teknisi Laboratorium Tanah ini ditujukan bagi para praktisi geoteknik dan pondasi di laboratorium dan lapangan, teknisi laboratorium tanah, para perencana, pelaksana, pengawas dan bagian pemelihara serta mereka yang terlibat atau berminat mendalami pengujian tanah. Pengujian tanah (baik di laboratorium maupun di lapangan) merupakan masukan untuk parameter disain pondasi. Kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses pengujian tanah akan sangat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam perencanaan pondasi dan pekerjaan tanah lainnya. Oleh karena itu, personil yang terlibat dalam proses pengujian tanah harus betul-betul memiliki kompetensi yang memadai di bidangnya. Apalagi banyak anggapan bahwa “data tanah adalah hal yang sepele, ambil saja dari data tetangga”. Hal ini sangat berbahaya dan tidak boleh dilakukan. Suatu bangunan sipil apapun bentuknya, semua berdiri di atas tanah (atau air untuk konstruksi di sungai atau lepas pantai). Dengan demikian, penguasaan pengujian tanah mutlak diperlukan bagi para teknisi laboratorium itu sendiri, perencana, dan pelaksana.

Materi Pelatihan:

  1. Manajemen Laboratorium

  2. K3 Laboratorium

  3. Penyelidikan Tanah di Lapangan dengan Sondir, Boring, dan SPT

  4. Index Properties dan Atterberg Limit : Penentuan Sifat-sifat Indeks Tanah, Klasifikasi Tanah

  5. Kuat geser tanah dengan UCS dan Triaxial

  6. Konsolidasi & Settlement

  7. Pemadatan Tanah di Laboratorium dan Kontrol Kepadatan di Lapangan

  8. Penentuan Daya Dukung Tanah (CBR)

  9. Praktek Lapangan (Sondir, SPT, dan Hand Bor)

  10. Praktek Laboratorium : Uji Konsolidasi, Kadar Air, Berat Isi, Berat Jenis, Batas Cair, Batas Susut, Hidrometer, Uji Konsolidasi, Kadar Air, Berat Isi, Berat Jenis, Batas Cair, Batas Susut, Hidrometer, Proctor Test, CBR Laboratorium, Sand Cone, CBR Lapangan, CPT

Output pelatihan:

  • Memahami dasar-dasar geoteknik dan pondasi

  • Memahami bagaimana melakukan pengujian tanah di laboratorium dan lapangan

  • Memahami bagaimana mengolah data hasil uji dalam bentuk tabel dan grafik

  • Memahami bagaimana menginterpretasikan hasil uji


14. TEKNISI LABORATORIUM BETON - (CONCRETE LABORATORY TECHNICIAN)

(durasi 10 hari, biaya investasi Rp. 8.750.000 per peserta)

Pelatihan Bersertifikasi Teknisi Laboratorium Beton ini ditujukan bagi Para praktisi beton di laboratorium dan lapangan, para perencana struktur, pelaksana, pengawas dan pemelihara serta mereka yang terlibat atau berminat mendalami pekerjaan beton. Berhasil tidaknya pekerjaan beton sesuai dengan kuat tekan yang direncanakan bergantung kepada ketelitian dalam melakukan pemeriksaan material penyusun beton (air, semen dan agregat) dan perancangan campuran beton. Pengendalian mutu di setiap tahapan pekerjaan akan menentukan kekuatan beton sesuai rencana atau tidak. Perkembangan teknologi beton mengarah kepada penggunaan additive untuk menghasilkan beton mutu tinggi.

Materi Pelatihan:

  1. Manajemen Laboratorium

  2. K3 Laboratorium

  3. Perkembangan dan permasalahan dalam teknologi beton

  4. Karakteristik material penyusun beton

  5. Gradasi agregat dan penggabungan agregat

  6. Rancangan campuran beton normal

  7. Rancangan campuran beton mutu tinggi

  8. Evaluasi mutu beton

  9. Pengendalian mutu beton di lapangan

  10. Praktek pengujian material dan pencampuran beton serta uji beton keras.

  11. Studi kasus pada proyek terkait

Output pelatihan:

  • Memahami dasar-dasar teknologi beton dan aplikasinya

  • Memahami bagaimana melakukan pengujian beton di laboratorium dan lapangan

  • Memahami bagaimana merancang campuran beton normal dan mutu tinggi

  • Memahami bagaimana mengolah data hasil uji ke dalam bentuk tabel dan grafik


15. TEKNISI LABORATORIUM ASPAL - (ASPHALT LABORATORY TECHNICIAN)

(durasi 10 hari, biaya investasi Rp. 8.750.000 per peserta)

Pelatihan Bersertifikasi Teknisi Laboratorium Aspal ini ditujukan bagi Para praktisi pekerjaan aspal di laboratorium dan lapangan, para perencana, pelaksana, pengawas dan pemelihara serta mereka yang terlibat atau berminat mendalami perkerjaan aspal. Pelaksanaan pekerjaan pengaspalan kelihatannya mudah. Namun, dalam praktek sering dijumpai kegagalan konstruksi jalan aspal (retak-retak, gelombang) yang disebabkan oleh tidak memenuhi syaratnya material jalan (agregat, aspal) dan rendahnya mutu perencanaan perkerasan. Melalui pelatihan Asphalt Testing ini, para peserta akan dilatih untuk memahami berbagai teknik pengujian material jalan (agregat, aspal), perancangan campuran aspal, pelaksanaan penghamparan dan pengendalian mutu di lapangan, serta kalibrasi AMP. Penyajian problem solving akan sangat membantu pemahaman mengapa selama ini jalan-jalan di seluruh pelosok tanah air cepat mengalami kerusakan.

Materi Pelatihan:

  1. Manajemen Laboratorium

  2. K3 Laboratorium

  3. Perkembangan Teknologi Aspal

  4. Karakteristik Agregat dan Aspal sebagai Bahan Jalan

  5. Rancangan Campuran Aspal Panas (Hot Mix)

  6. Rancangan Campuran Aspal Dingin (Emulsi)

  7. Job Mix Formula (JMF)

  8. AMP dan Kalibrasinya

  9. Pengendalian Mutu Perkerasan Aspal Praktek Laboratorium dan Lapangan

  10. Site Visit

  11. Studi kasus

Output pelatihan:

  • Memahami pentingnya pengujian aspal bagi keberhasilan pekerjaan jalan

  • Memahami karakteristik material bahan jalan, rancangan campuran aspal (panas dan dingin), serta pengendalian mutunya di lapangan

  • Memahami Job Mix Formula serta melakukan kalibrasi terhadap AMP

  • Mampu melakukan pengujian aspal (baik di laboratorium maupun di lapangan)

V

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar