Selasa, 07 Agustus 2012

SILABUS TRAINING LENGKAP : MANAGEMENT, MARKETING, FINANCE/KEUANGAN, LEGAL, MECHANICAL, ELECTRICAL, PETROLEUM, GEOLOGY, MINING, CONSTRUCTION, PROJECT, ORGANIZATION DEVELOPMENT, MOTIVATION, LEADERSHIP.


Unstoppable Motivation Power

Abstraksi
Memiliki motivasi adalah idaman setiap orang yang ingin sukses dalam pekerjaan dan bisnisnya. Kebanyakan pelatihan motivasi hanya berupa teori atau terkadang menggunakan pendekatan “self pumping” yakni menggenjot motivasi peserta selama pelatihan namun ternyata motivasinya hanya bertahan selama beberapa hari saja.  Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada memberikan motivasi pada peserta, lebih jauh dari itu membekali peserta berbagai teknik untuk memotivasi diri kapanpun diinginkan.

Tujuan:
•    Membimbing trainee untuk membangun goal pribadi sehingga punya motivasi internal dengan teknik wellformed outcome
•    Membekali teknik memotivasi diri dengan pendekatan yang sangat modern, Self hypnosis, Visualisasi, Submodality
•    Mengenali strategi motivasi diri sendiri dan orang lain (Metaprograms)
•    Mempelajari teknik memfokuskan pikiran
•    Menggali potensi mind power dengan berbagai cara yang sepertinya terlihat impossible, untuk membangunkan raksasa tidur di dalam diri Anda
•    Mengalami proses hypnotherapy untuk membuang fobia-fobia dalam bekerja dan pengaruh kegagalan masa lalu.





PEOPLE DEVELOPMENT & TALENT MANAGEMENT

DESKRIPSI
Talent Management adalah suatu sistem strategis yang terstruktur dan terencana dengan terpadu dimulai dari proses rekrutmen, memelihara sampai mengembangkan karyawan yang bertalenta. Atau proses perekrutan, pengembangan dan retensi pada karyawan secara terpadu dalam jangka panjang. Talent management merupakan sebuah proses untuk mengidentifikasi para karyawan perusahaan yang memiliki kapabilitas untuk menjadi future leaders/senior managers. Proses identifikasi ini didasarkan pada dua elemen kunci, yakni aspek kompetensi dan aspek kinerja (performance). Dalam hal ini, kompetensi dapat diibaratkan sebagai input yang melekat pada seseorang, dan yang akan membekali dia untuk melakukan tugasnya dengan baik; sementara aspek performance (kinerja) merupakan hasil nyata (output) dari suatu pekerjaan. Idealnya, kompetensi dan kinerja (hasil) menjadi dua hal yang berkorelasi positif. Artinya, jika Anda memiliki kompetensi tinggi, maka hasil dan target pekerjaan juga dapat dicapai dengan baik.
Selain talent management, keberhasilan manajemen SDM juga ditentukan dengan sistem yang dibangun khususnya penekanan pada  pengembangan SDM yang bertalenta agar potensi yang dimiliki secara cepat dan tepat berkembang sesuai dengan kebutuhan organisasi perusahaan. Prinsip-prinsip People Development sesuai dengan perkembangan dan paradigma Manajemen SDM terkini harus diterapkan mulai dari proses paling awal manajemen SDM.
Dalam pelatihan ini akan dibahas mengenai esensi dan subtansi dan bagaimana mengimplentasikan secara efektif prinsip-prinsip people development dan talent management yang diharapkan mampu memberikan perbaikan terhadap manajemen SDM.

TUJUAN PELATIHAN
Setelah mengikuti pelatihan, peserta  diharapkan :
1.    Memahami esensi dan subtansi dari prinsip people development dan talent management
2.    Memahami manajemen SDM terkini dan kaitannya dengan perkembangan bisnis perusahaan serta tantangan bisnis di masa depan.
3.    Mampu menjabarkan prinsippeople development dan talent  management dalam implementasi sistem manajemen SDM secara komprehensif dari proses rekruitmen, training, evaluasi dan pengembangan karir SDM
4.    Mampu menyusun sistem karir pegawai yang didasarkan pada kebutuhan kompetensi apa saja yang dituntut, agar seorang pegawai dapat menempati suatu posisi pekerjaan tertentu yang lebih tinggi.
5.    Mampu Membuat sistem dan kebijakan yang transparant dan kosisten dalam implementasi sistem karir melalaui sebuah simulasi, berdasarkan peluang suksesi pegawai melalui pendekatan Talent Based Manajement.


MATERI PELATIHAN

1.    Perkembangan Human Resource Management System Terkini.
2.    Perkembangan Talent Manajemen sebagai Pengungkit Kinerja Perusahaan yang Berkelanjutan
3.    Prinsip-Prinsip People Development
4.    Proses-Proses dalam People Development
5.    Peran Strategis SDM dalam Mengembangkan Infrastuktur Organisasi
6.    Pengertian Karir bagi Pegawai
7.    Identifikasi dan Model Kompetensi sebagai Basis Penyusunan Sistem Karir
8.    Kamus Kompetensi dan Level Proficiency Competency
9.    Rumpun Jabatan (Job Family) dan Level Posisi Pekerjaan
10.    Dasar Kebijakan dalam Menyusun Jenjang Karir Pegawai
11.    Analisis Gap Kompetensi dan Pengembangan Pegawai
12.    Studi Kasus

PESERTA PELATIHAN
Workshop ini sangat relevan staf dan manajer SDM/ HRD serta jajaran manajemen lini (supervisor dan manajer) yang mempunyai tanggungjawab untuk mengelola SDM nya secara optimal.





PEOPLE DEVELOPMENT AND CAREER PLANNING

DESKRIPSI
Dalam dunia bisnis yang selalu berubah dan terus berkembang, dibutuhkan kemampuan perusahaan untuk mampu menjawab perubahan dan bersaing dengan kompetitor dengan menghasilkan produk dan jasa dengan kualitas unggul.  Dan dalam lingkungan bisnis dimana perkembangan ilmu dan sistem manajemen serta teknologi terjadi demikian cepat maka perusahaan membutuhkan kemampuan untuk terus meningkatkan kompetensi SDM yang dimilikinya. People Development Officer adalah satu istilah jabatan yang kepadanya diberikan wewenang dan tugas untuk melaksanakan fungsi pengembangan SDM di lingkungan perusahaan.  Dibutuhkan kompetensi khusus untuk mampu mendesain dan melaksanakan program pengembangan kompetensi karyawan sesuai visi bisnis perusahaan secara menyeluruh dan terintegrasi. People Development Analyst Program ditujukan untuk membekali peserta dengan kemampun untuk melaksanakan fungsi tersebut.

Materi :
•    Konsep & prespektif people development
•    Sarana yang digunakan dalam people development program
•    Identifikasi kebutuhan pengembangan SDM
•    Pengembangan matriks training
•    Menetapkan potensi karyawan
•    Assessment dan peta kompetensi SDM
•    Membuat Career Management Planning dan Individual Development Program
ü    Membuat Individual Career Plan (ICP)
ü    Menyusun Individual Development Plan (IDP)
ü    Membuat Replacement Table Chart (RTC)
•    Mengelola pengembangan karir dan talent pool
•    Melakukan evaluasi promosi atau demosi

Peserta :
Para praktisi HR, Manager Departemen, dan siapapun yang berminat terjun dalam HR.

.

Transactional Analysis for Success Communication at Work

DESKRIPSI
Hubungan seseorang dengan orang lain dapat terwujud melalui percakapan, perbuatan, bahkan sapat diekspresikan melalui bahasa tubuh. Hubungan yang terbentuk kadang – kadang menjadi tidak efektif karena transaksi komunikasi, pertukaran ide antara dua insan tidak berjalan dengan baik.

Karena itu diperlukan suatu cara untuk dapat menyampaikan pikiran, perasaan dan kehendak semata-mata hanya kepada tujuan komunikasi yang diinginkan. Transcational Analysis (TA) merupakan pendekatan komunikasi interpersonal yang diciptakan oleh Dr. Eric Berne pada tahun 50-an. Namun pengembangannya baru disebarkan secara luas akhir –akhir ini.

TUJUAN
Agar dapat mempergunakan dan mempraktekan Transactional Analysis sewaktu berhubungam dengan orang lain, menganalisis diri sendiri sehingga lebih berhasil bila mebghadapi orang lain dengan lebih produktif serta mengidentifikasikan pola yang akan diterapkan.

MANFAAT
•    Membantu produktifitas komunikasi seseorang, untuk mencapai tujuan yang diinginkan, sehingga meningkatkan efektifitas dalam bekerja.
•    Mengatasi hambatan – hambatan dalam komunikasi dengan mempergunakan prinsip TA, untuk berpikir secara realistis, berkomunikasi secara terbuka sekalipun dalam hubungan yang sangat sulit.
•    Dapat mengadaptasi diri mengikuti pola lawan berkomunikasinya.

COURSE CONTENT
Pengertian mengenai Transactional Analysis
•    Sebagai komunikasi yang efektif dan produktif
•    Mengatasi hambatan komunikasi
Meningkatkan fungsi “ Status Perasaan – Ego States”
•    Konsep “ Ego States” dan tipe transaksi
Berbagai fungsi positif dan negatif transaksi komunikasi
•    Tipe perhatian dan posisi psikologis
Hubungan anatar pribadi ditempat kerja
•    TA & Managing Conflict
•    TA & Better Teamwork
•    TA & Managing People
Psikologis dari “Games”
•    Mengapa orang bermain “Games”




TRAINING FOR TRAINER

DESKRIPSI
Kesalahan para trainer pemula adalah tidak bisa membedakan bahwa memberikan pelatihan berbeda dengan mengajar. Pelatihan bukan sekedar terjadinya transfer pengetahuan, jauh lebih luas dan mendalam. Pelatihan yang baik tidak hanya berisi materi bermutu, diperlukan pula disain dengan metode yang cocok, dan teknik penyajian yang menyenangkan. Para trainer atau instruktur dan juga penyelenggara training sangat menentukan keberhasilan suatu pelaksanaan training (pelatihan). Ketrampilan yang dimiliki trainer dan penyelenggara dalam memberikan pelatihan akan berpengaruh terhadap berhasil atau tidak suatu program pelatihan dalam apa saja. Dengan demikian sangat perlu dilakukan training (pelatihan) khusus untuk para trainer atau instruktur dan penyelenggara training agar program pelatihan yang dilaksanakan dapat berhasil, yaitu dalam rangka meningkatkan pemberdayaan, kualitas, dan kinerja karyawan dan staf dalam suatu perusahaan

TUJUAN
•    Peserta memahami proses belajar dan factor-faktor yang mempengaruhi tercapainya sasaran pelatihan
•    Peserta mampu menyusun rancangan mengajar dan mengembangkan teknik mengajar partisipatif dengan menggunakan metode yang tepat
•    Peserta mampu memberikan pelatihan dan pembinaan di tempat kerja dan memantau perkembangan kinerjanya

MATERI
1.    Mempelajari bagaimana otak manusia memproses informasi, peran otak kiri dan kanan, peran alam sadar dan bawah sadar dalam mengakuisisi suatu skill.
2.    Mempelajari tahapan belajar berdasarkan tingkat kecerdasan.
3.    Kemampuan membangun Instant Rapport (hubungan yang akrab dan cepat).
4.    Mempelajari mengenai teknik mendisain suatu pelatihan, dan berbagai metode yang bisa dipergunakan dalam suatu pelatihan sesuai dengan tujuan. Misal bagaimana dan kapan saat trainer perlu penggunaan games, role playing, kasus dan seterusnya.
5.    Mempelajari berbagai teknik fasilitasi : class opening, class closing, teknik bertanya, menjawab, membuat kelompok kerja, dll.
6.    Mempelajari berbagai desain ruangan pelatihan dan alat bantu visual.
7.    Mempelajari teknik-teknik yang diperlukan dalam mencegah dan mengatasi berbagai situasi sulit dalam pelatihan, seperti perilaku tertentu dari trainee dan sebagainya.
8.    Menguasai body language

SASARAN PESERTA
Pelatihan ini ditujukan untuk mereka yang bekerja di bagian diklat, instruktur dan Pengembangan SDM juga cocok untuk setiap orang yang dalam pekerjaannya harus memberikan pelatihan. Dalam pelatihan ini akan dilakukan praktek presentasi (micro teaching), maka peserta dibatasi maksimal 20 orang.




PENILAIAN KINERJA DAN KARIR

DESKRIPSI
Penilaian Kinerja dan Karir dalam proses Manajemen Sumber Daya Manusia mempunyai arti dan peranan yang sangat strategis bagi perusahaan. Dengan menggunakan sistem dan proses yang baik, hasil dari proses penilaian kinerja dan karir dapat digunakan untuk kepentingan strategis perusahaan, misalnya untuk proses promosi, pengembangan karir, reward dan punishment dan tentunya secara sistemik dapat digunakan untuk memetakan kekuatan dan daya saing SDM perusahaan.

Sistem penilaian kinerja perusahaan tradisional masih kental diwarnai oleh tolok ukur keuangan seperti Return On Investment (ROI), Earning Per Share (EPS), dan memakai Economic Value Added (EVA). Penekanan penilaian kinerja pada aspek–aspek non keuangan, seperti tingkat kepuasan pelanggan, tingkat kepuasan karyawan dan kegiatan operasi internal perusahaan masih sangat kurang diperhatikan. Pengukuran yang hanya mempertimbangkan kinerja keuangan tersebut memiliki kelemahan yaitu ketidak mampuan perusahaan untuk mengukur kinerja dan kontribusi baik harta yang tampak  (tangible assets) maupun harta tak tampak (intangible assets) dan kemampuan sumber daya manusianya. Kelemahan dari cara pengukuran kenerja semacam ini hanyalah berorientasi kepada jangka pendek dan kepada pemilik.

Seperti hanya kinerja, agar sistem manajemen SDM perusahaan optimal, manajemen karir juga harus dikelola dengan baik, tepat dan mampu memberikan kejelasan dan harapan bagi setiap SDM perusahaan yang mempunyai talenta, kompetensi, motivasi dan profesionalisme tinggi terhadap perusahaan.

Pelatihan ini akan membahas berbagai hal tentang proses penilaian kinerja dan karir dengan  menggunakan paradigma manajemen strategis, yang saat ini sangat recommended untuk diimplementasikan.

TUJUAN DAN MANFAAT
Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu memahami, melaksanakan tugas, serta mengaplikasikan dan meningkatkan kompetensi bagaimana melakukan penilaian kinerja dan karir.

MATERI WORKSHOP
•    Hakikat, Tujuan, Langkah Perencanaan Strategic
•    Strategic Human Resource Management
•    Penerjemahan Misi, Visi, Keyakinan Dasar, dan Nilai Dasar, serta Strategi Perusahaan ke dalam Penilaian Kinerja dan Karir.
•    Pengertian Career Path, Anak Tangga Karir, Career Planning, Perencanaan
Karir dan hubungannya dengan Individual, Development Planning, Rencana
Pengembangan Karir.
•    Lag Indicator dan Lead Indicator

•    Proses Penilaian Kinerja dan Karir dengan Rerangka Manajemen Stategis Perusahaan.
•    Proses Assessment dan Analisis Jabatan
•    Studi kasus dan Praktek

PESERTA
Pelatihan ini sangat sesuai diikuti oleh :
•    Para pembuat keputusan strategis, seperti Direksi, Dekom dan komite-komite dibawahnya
•    Para Manajer bidang Perencanaan, Keuangan, Akunting, Pengawasan,
•    Manajemen Risiko, Kepatuhan dan HRD
•    Manajer dan Staf bagian lain yang memerlukan pengetahuan tentang Penilaian Kinerja dan Karir




Organization Development

DESKRIPSI
Modern organizations have to survive and thrive in a very volatile environment. In order to cope, many organizations have resorted to downsizing, mergers and consolidations. Modern organizations have to change in order to survive and thrive in a highly competitive and ever-changing environment. But how can it be done so that those who remain can be expected to be energized and effective? This 2-day introduction to managing organization development is designed to show what can be done to increase the probability that members and stakeholders will support development efforts undertaken by an organization.

MATERI
1.    The Nature of Organizations as Open System
2.    How Change Occurs
3.    Diagnosing Symptoms of Organization Decy
4.    Appreciating the Assets and Opportunities of the Organization
5.    Describing the Desired Reality
6.    Designing a Change Framework
7.    Defining Indicators of Success of a Change Plan
8.    Roles of a Change Agent


SASARAN PESERTA
Manager, Supervisor, HRD Personel.




Organization Behaviour

DESKRIPSI
Perubahan lingkungan organisasi usaha berpengaruh terhadap sistem dan struktur organisasi, kehidupan kelompok dan juga perilaku setiap individu yang terlibat dalam kegiatan organisasi usaha yang berskala besar, menengah, maupun yang kecil. Pembahasan  yang lebih mendalam pada kajian materi Perilaku Organisasi ditekankan pada analisis perbedaan individu dalam mengambil keputusan kegiatan dalam suatu organisasi usaha, perbedaan gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh manajer, budaya organisasi, stress dan kinerja organisasi.

MATERI
•    Individu dan pengambilan keputusan organsasi usaha.
•    Konsep motivasi dan motivasi individu dalam organisasi usaha.
•    Komunikasi dan pengambilan keputusan kelompok
•    Kekuatan , politik dan konflik
•    Struktur dan disain organisasi
•    Kebijaksanaan, praktek dan budaya organisasi usaha.
•    Stress: dampak, penyebab dan manajemen
•    Perubahan lingkungan dan pengembangan organisasi.
•    Individu dan pengambilan keputusan organsasi usaha.
•    Konsep motivasi dan motivasi individu dalam organisasi usaha.
•    Komunikasi dan pengambilan keputusan kelompok
•    Kekuatan , politik dan konflik
•    Struktur dan disain organisasi
•    Kebijaksanaan, praktek dan budaya organisasi usaha.
•    Stress: dampak, penyebab dan manajemen
•    Perubahan lingkungan dan pengembangan organisasi.
•    Individu dan pengambilan keputusan organsasi usaha.
•    Konsep motivasi dan motivasi individu dalam organisasi usaha.
•    Komunikasi dan pengambilan keputusan kelompok
•    Kekuatan , politik dan konflik
•    Struktur dan disain organisasi
•    Kebijaksanaan, praktek dan budaya organisasi usaha.
•    Stress: dampak, penyebab dan manajemen
•    Perubahan lingkungan dan pengembangan organisasi.

SASARAN PESERTA
Manager, Supervisor, HRD Personel.



Marketing Manajemen

Deskripsi :
Pelatihan ini dirancang untuk memperkenalkan kepada para peserta tentang konsep dan prinsip dasar pemasaran, baik untuk organisasi laba maupun nirlaba. Topik-topik meliputi analisis pasar, perilaku konsumen, desain bauran pasar, segmentasi pembeli, pemposisian produk, inovasi produksi dan siklus pemasaran produk. pelatihan ini memberikan gambaran tentang bagaimana perusahaan berupaya mencapai tujuan pemasarannya dengan menentukan segmen pasar yang harus dilayani dan melayani pasar sasaran tersebut dengan menggunakan sumber-sumber yang memadai. Perencanaan, Implementasi dan pengendalian oleh manajer pemasaran berkaitan dengan aspek-aspek tersebut memerlukan pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan baik lingkungan makro ekstern maupun mikro ekstern termasuk lingkungan persaingan.

Course Outline :
•    Hakekat Pemasaran
•    Basic Concept Marketing
•    Segmentasi
•    Targeting
•    Positioning
•    Strategi Pemasaran
•    Perencanaan Pemasaran
•    Marketing Research
•    Analisis Peluang Pasar
•    Pengendalian Pemasaran
•    Kepuasan Pelanggan

Peserta :
Manajer pemasaran, Sepervisor marketing, Staff Marketing, R & D



Marketing for Non Marketer

Deskripsi :
Salah satu alasan terbesar dalam melakukan kesalahan berbisnis adalah ketidakmampuan dalam mengelola dan mengorganisasi pemasaran dan menjual produk secara baik dan benar. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada karyawan/staff non marketer dengan pemahaman prinsip- prinsip marketing dan bagaimana menerapkannya pada bidang lain, dengan menggunakan strategi-strategi marketing.

Course Outline :
1.    Introduction to marketing
•    Why market education?
•    What is marketing?
•    Why is it used?
2.    The market: drivers and inhibitors affecting growth
3.    How to better work with your marketing department
4.    Introduction to the marketing mix
•    Introduction to branding
•    Competitive area
•    Segmentation
•    Targeting
•    Positioning
•    Product/service/solution
•    Price
•    Place
5. Promotion
•    Advertising vs public relations
•    Introduction to events
•    Introduction to publications and printing
•    Resources to help you be a better marketer

Peserta :
Staff / karyawan / manager non marketing, public




Marketing & Competitive Intelligence

DESKRIPSI

Inisiatif pengembangan marketing & Competitive Intelligence unit yang efektif semakin dibutuhkan. Penerapan integratif, self-independence model oleh beragam perusahaan utama Indonesia, merupakan jawabannya. Pelatihan ini mengajarkan peserta pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menjadi champion dalam meningkatkan kinerja MCI di perusahaannya

OUTLINE
•    Understanding Marketing & Competitive Intelligence: from Information to insight
•    The 5Cs model: Understanding core basic of marketing intelligence system
•    Application of 5Cs model: Setting up marketing intelligence unit
•    Using intelligence data: Summarizing, Analyzing and Reporting
•    Design & Sampling methods for Data gathering techniques
•    Interview techniques & developing questions structure for marketing intelligence
•    Marketing Intelligence System Development
•    Marketing Intelligence Project Roadma

PESERTA
Chief Executives, Business Development Head, Marketing Director, Marketing Manager, Brand Manager, Product Manager, strategy analyst dan specialist yang memerlukan pemahaman atas sisi aplikatif dari competitive & marketing Intelligence.





MEASURING & MANAGING CUSTOMER SATISFACTION

DESKRIPSI
Kepuasan Pelanggan terhadap suatu perusahaan dipengaruhi oleh seberapa jauh produk dan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan, apakah sudah mampu memenuhi, bahkan melampaui kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan. Selain itu, pengalaman pelanggan dalam berinteraksi dengan perusahaan juga akan turut menentukan perubahan persepsi mereka terhadap perusahaan.

Pengukuran tingkat kepuasan pelanggan secara berkala, akan dibutuhkan oleh perusahaan guna mengetahui seberapa jauh performansi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan. Selain itu, perusahaan juga akan mendapatkan informasi penting mengenai seberapa jauh kekuatan dan kelemahan (gap) perusahaan dalam berkompetisi, yang tentu sangat penting bagi langkah strategis ke depan.

Pengukuran dan manajemen tingkat kepuasan pelanggan menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk membangun kesuksesan usaha, hingga tuntutan untuk memantau dan mengevaluasi persepsi pelanggan terhadap produk dan pelayanan secara teratur menjadi salah satu persyaratan di dalam ISO 9001:2000.

Tujuan
•    Memahami kepuasan pelanggan dan perlunya melakukan pengukuran
•    Memahami tahap-tahapan inti di dalam pengukuran kepuasan pelanggan, mulai dari teknik mendesain kuesioner, melakukan survei, menganalisis dan menginterpretasikan data, hingga memanfaatkan seluruh hasilnya untuk strategi improvement sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan

MATERI
•    Building Customer Satisfaction Cultur Konsep dan Filosofi
•    Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan
•    Identifikasi Pelanggan dan Titik Interaksinya
•    Dimensi Kepuasan Produk dan Pelayanan
•    Gap Analysis, Cycle of Service dan Efektifitas Penanganan keluhan.
•    Measurement Methods
•    Quantitative Techniques mempelajari teknik survey pelanggan secara kuantitatif
•    Mendesain Kuesioner dan Pengujiannya
•    7 Sampling: Tipe dan Ukurannya
•    Analisis dan Interpretasi Data (Statistik)
•    Strategi Improvement dan Action Plan

PESERTA

Customer Service, Quality Assurance, Marketing, Production, serta pihak-pihak lain yang bertanggung jawab terhadap kepuasan pelanggan



Modern Project Management

Abstrak

Aplikasi pengetahuan tentang Modern Project Management dapat dilaksanakan pada berbagai bidang. Bidang-bidang terkait dapat disebutkan seoerti berikut ini :
•    Project Management in the Information Technology
•    Project Management in the Construction Industry
•    Project Management in the Telecommunication Industry
•    Project Management in the Government Sector
•    Project Management in Operation & Maintenance
Kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh seorang Manager Proyek professional dan modern adalah memahami aspek pengetahuan seperti Project Scope Management, Project Time Management, Project Cost Management, Project Quality Management, Project Human Resource Management, Project Communication Management, Project Risk Management, Project Procurement Management

Materi
•    Introduction to Project Management
•    Project Management Process
•    Project Management Body of Knowledge (PMBOK):
- Project Integration Management
- Project Scope Planning
- Project Time Management
- Project Cost Management
- Project Quality Management
- Project Human Resource Management
- Project Risk Management
- Project Communication Management
- Project Procurement Management
•    Project Life Cycle
•    Project Risks: Duration and Cost
•    Uncertainties in Project: Review on Statistics
•    Project Work Breakdown Structure (WBS) from Project Scope
•    Project Planning: Activity Definition and Sequencing
•    Activity Duration Estimation: historical data and 3-point estimates
•    Statistical Distributions in Activity Duration
•    Schedule Development: Network Planning and Gantt-Charting
•    Critical Path Method (CPM)
•    Program Evaluation and Review Technique (PERT)
•    Schedule Control: Critical, Crash, Lead, Lag,
•    Project Control: Tracking (S) Curve
•    Progress Measurement and Integration (Budget, Actual Cost, and Progress)
•    Performance Measurement: Earned Value
•    Introduction to Microsoft Project Software
•    Instructional Tutorial to use Microsoft (MS) Project Software
•    Hands-on Exercise using MS Project:
- Task
- Duration
- Predecessor
- Resource Sheet
- Resource Allocation
- Resource Over-allocation
- Leveling
- Baseline
- Creating S- Curve
- Tracking and Updating Progress
•    Monte Carlo Simulation
•    Simulation of Project Duration (Time)
•    Simulation of Project Cost (Budget)

TUJUAN
Berikut adalah manfaat dari mengikuti Pelatihan ini:
•    Bisa mempelajari cara menggunakan Microsoft Project untuk merencanakan, memantau, dan Update rencana proyek.
•    Mengerti bagaimana mempersiapkanWaktu skala Grid, baris Kalender: hari libur dan non-standar waktu kerja
•    Bisa melakukan Perhitungan: manual atau otomatis Satuan pengukuran (Rp, $, hari, minggu, jam, dll)
•    bisa melakukan latihan-latihan menggunakan Microsoft Proyek yang antara lain adalah : Tugas, durasi, pendahulunya, Sumber Daya Lembar dan Sumber Daya Tugas: tenaga kerja, material dan peralatan, Lebih Sumber Daya Dialokasikan, leveling, Menyimpan Baseline dan Pelacakan dan Memutakhirkan, Laporan
•    Mempelajari bagaimana melakukan Simulasi Proyek, Simulasi Durasi Proyek, Simulasi Biaya Proyek
•    Program ini mempersiapkan Anda untuk Ujian Sertifikasi PMP

PESERTA
•    Project Managers and supervisors
•    Project team members
•    Project planner and engineers
•    Financial analysts, accountants and economists
•    Cost control specialists




MASTER OF CEREMONY

DESKRIPSI
Untuk menjadi seorang master of ceremony atau pemandu acara hendaknya dipilih dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Tidak betul bila menjadi pemandu acara dapat dilakukan oleh setiap orang tanpa pertimbangan tertentu. Anggapan demikian akan memberikan kesan kurang profesional. Dengan kata lain disebutkan bahwa seorang pemandu acara suatu kegiatan yang tampil acak atau tanpa persiapan dan pertimbangan jelas akan memberikan kesan pemandu acara yang amatiran

Untuk menjadi seorang master of ceremony atau pemandu acara hendaknya dipilih dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Tidak betul bila menjadi pemandu acara dapat dilakukan oleh setiap orang tanpa pertimbangan tertentu. Anggapan demikian akan memberikan kesan kurang profesional. Dengan kata lain disebutkan bahwa seorang pemandu acara suatu kegiatan yang tampil acak atau tanpa persiapan dan pertimbangan jelas akan memberikan kesan pemandu acara yang amatiran. Sebaik apapun sebuah acara, bila dipandu oleh master of ceremony amatir (tidak profesional), akan menghasilkan sebuah acara yang kurang berkesan, bahkan sering menimbulkan cemoohan atau kritikan.
Dalam pelatihan ini akan diberikan berbagai seluk beluk cara memandu dari berbagai kegiatan yang sering kita hadapi dengan bahasa dan kosa kata yang sudah disesuaikan dengan EYD menggunakan Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia dengan kalimat efektif dan baku.

MATERI
•    Tentang Master of Ceremony
•    Etika dan penampilan profesional
a.    Etika berbicara di depan umum
b.    Cara berbusana, memilih mode busana, memilih warna dan aksesoris yang sesuai
c.    Cara membawa diri, sikap tubuh, tangan dan kaki yang benar
•    Wawasan, tata bahasa dan olah vokal
•    Manajemen acara dan Public Speaking
a.    Persiapan Mental
b.    Persiapan Materi
c.    Alat bantu
d.    Motivational Talks
e.    Trik menguasai ruangan
f.    Menjawab dan mengarahkan pertanyaan
g.    Mengatasi demam panggung
h.    Berbagai jenis Public Speaking
i.    Mengatasi masalah bila ada yang mengantuk, mengganggu, arogan, dll.
•    Praktek MC dengan bahasa daerah dan Bahasa Indonesia untuk:
a.    Meeting, seminar, lokakarya dan sarasehan
b.    Upacara adat pernikahan dan resepsi pernikahan
c.    Syukuran
d.    Peringatan HUT dan peringatan hari besar keagamaan.

PESERTA
Sekretaris, humas, karyawan. dll





FUNDAMENTALS ON FRACTURE MECHANICS AND FAILURE ANALYSIS TECHNIQUES

DESKRIPSI
Sangat jarang suatu komponen mesin hanya mengalami pembebanan statik murni. Pada umumnya komponen-komponen mesin bekerja di bawah pembebanan berulang (cyclic loading). Fenomena fatigue ini akan menjadi signifikan apabila dalam proses manufaktur komponen tersebut terdapat cacat, sehingga akan memperpendek umur suatu komponen. Terlebih lagi, bila dalam perawatan tidak dilakukan dengan seksama, serta kurangnya pemahaman terhadap proses kegagalan, maka akan menimbulkan kegagalan komponen bahkan kegagalan sistem. Oleh karena itu, pemahaman terhadap proses kegagalan suatu komponen mesin akan dapat menambah kesadaran akan pentingnya perawatan, baik secara teknik maupun dari segi manajemennya. Sehingga kerugian karena kegagalan dapat direduksi sampai seminimal mungkin.

MATERI
1.    Teori fracture mechanics
o    fracture modes
o    ductile fracture
o    brittle   fracture
o    fatigue fracture

2.    Teknik failure analysis
3.    Teknik-teknik mengontrol/memperlambat kegagalan

PESERTA
Para teknisi, engineer, manajer dan personel bagian operasi dan perawatan pada perusahaan secara umum. Peserta training berpendidikan minimal sekolah menengah kejuruan dari bidang teknik.





RECIPROCATING PUMPS

ABSTRACT
A reciprocating pump is a positive plunger pump. It is often used where relatively small quantity of liquid is to be handled and where delivery pressure is quite large. Reciprocating pumps are used in High performance liquid chromatography (HPLC). The objective of this training is  participants are expected to know about: technology, performance, operation and characteristics of reciprocating pumps, so as to have the basic ability to solve troubleshooting problems.

OUTLINE
•    Introduction
•    Classification of reciprocating pump
•    The main components and functions
•    The advantages and disadvantages of the use of reciprocating pump
•    Some use of reciprocating pump
•    The design of stuffing box, packing and plunger
•    The operating characteristics and rating recipro-cating pump; power input / output, efficiency, stall pressure, etc..
•    Auxiliary equipment
•    Maintenance and operation of the reciprocating pump; lubrication, start
•    Preparation, unloading, monitoring, and break-ins
•    Troubleshooting

PARTICIPANT
Mechanical engineers, maintenance engineers and supervisors, service engineers and supervisors, work over engineers and supervisors, maintenance technicians, etc




QUALITY CONTROL for OVERHAUL

Deskripsi

Program Overhaul suatu unit produksi, dilakukan untuk mempertahankan keandalan operasi unit. Meskipun dalam pelaksanaannya mengharuskan unit dimatikan, namun hal tersebut merupakan pilihan yang harus dilakukan, untuk menghindari terjadinya kerusakan yang terjadi diluar perkiraan (Breakdown).
Breakdown dapat mengakibatkan kerusakan berantai dan ter-interupsinya kegiatan produksi yang mengakibatkan terjadinya kehilangan biaya yang lebih besar dibandingkan Biaya Pemeliharaan yang terprogram (misalnya Overhaul). Belum lagi hilangnya kesempatan untuk memenuhi kuantum produksi yang sudah menjadi komitmen, dan pada akhirnya dapat mengurangi/menghilangkan kepercayaan pelanggan.

Materi
1.    Pengertian Program Overhaul.
2.    Kriteria keberhasilan Program Overhaul.
3.    Perencanaan program Overhaul.
4.    Sistim informasi dalam pelaksanaan program Overhaul.
5.    Pengendalian Waktu.
a.    Panyusunan Jadual Overhaul.
b.    Aplikasi software penjadualan/pengendalian program Overhaul
c.    Pengendalian waktu pelaksanaan.
6.    Pengendalian kualitas.
a.    Kriteria kualitas.
b.    Parameter pengujian kualitas.
7.  Pengujian hasil akhir.

Peserta :

Supervisor, Teknisi dan operator, Bagian Maintenance dan yang terkait.




PUMP ALIGNMENT

Description

One of the most common causes of damaging vibration in rotating equipment is shaft misalignment. This comprehensive course trains the student in the need for precision shaft alignment and instructs in the popular methods to achieve it. Classroom and actual field alignments are performed using dial indicators.

Course Outline
I.    What do we mean by Misalignment
II. Importance of Proper Alignment
•    Extended Seal Life
•    Extended Bearing Life
•    Smoother / Quieter Operation
•    Extended coupling life
III. Types of alignment:
•    Straight Edge and Flash Light Method
•    Reverse Dial Indicator Method
•    Rim & Face Method (Double Dial Indicator)
•    Laser
IV. Preliminary Checks Before Starting Alignment
•    Baseplate
•    Shaft runout and endfloat
•    Existing shims
•    Inspect Couplings
V. Alignment Checks
•    Factory prealignment
•    Alignment before grouting baseplate
•    After Grouting Baseplate

Who Should Attend :
 Instrument Engineer/Supervisor, Plant Maintenance/Operators/Supervisors





PROCESS CONTROL AND SYSTEMS ENGINEERING

DESKRIPSI
Operasi suatu pabrik diharapkan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan kondisi yang diinginkan. Selain itu pabrik harus memenuhi persyaratan keselamatan proses, memenuhi spesifikasi produk, membuang limbah sesuai peraturan lingkungan hidup, dan  mempertimbangkan aspek ekonomi. Adanya persyaratan-persyaratan operasi tersebut menuntut dilakukannya pemantauan secara kontinyu serta pengendalian proses yang tepat sehingga suatu pabrik dapat bekerja secara optimum dan pengaruh gangguan terhadap hasil maupun produksi dapat diminimalkan.

MATERI

1.    Konsep Dasar Pengendalian (Basic Process Control)
2.    Pengendalian Umpan Balik (Feed Back Control)
3.    Sensor dan Alat Ukur (Sensor and Measurement Apparatus)
4.    Kelakuan Dinamik (Dynamic Behavior)
5.    Valve Pengendali (Control Valve)
6.    Stabilitas & Tuning (Stability & Fine Tuning)
7.    Pengendalian Cascade & Umpan Maju (Cascade & Feed forward Control)
8.    Dasar Pengendalian Pneumatic (Principle of Pneumatic Control)
9.    Tingkat Pengendalian (Level Control)
10.    Pengendalian Tekanan (Pressure Regulation & Control)
11.    Pengendalian Suhu (Temperature Control)
12.    Pengendalian Laju aliran (Flow Measurement and Control)
13.    Rancangan Sistem Pengendalian (Design of Process Control)

PESERTA

Operators, technicians, supervisors, engineers, etc.




PRINCIPLES OF PIPING COMPONENTS
 

DESKRIPSI
Ribuan pipa digunakan dalam industri, seperti pembangkit listrik, pabrik petrokimia, pulp dan pabrik kertas, industri makanan dan minuman, pabrik pupuk,industri minyak lepas pantai dan hampir seluruh kegiatan industri memakai instalasi pipa oleh karena itu Mereka harus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tentang sistem perpipaan.
Pipa merupakan sarana yang sangat diperlukan dalam suatu konstruksi peralatan produksi terutama pada industri migas. Spesifikasi dan standar sangat penting untuk diketahui dalam perencanaan sistem perpipaan peralatan produksi guna mencapai tujuan secara efektif, efisien dan aman.
Selain itu diperlukan juga pengetahuan tentang bagaimana merawat dan memperbaiki instalasi perpipaan berikut kelengkapannya serta menginspeksi kondisi perpipaan serta melaksanaan test dengan benar dan aman. Setelah mengikuti pelatihan ini, maka peserta dapat memahami spesifikasi material yang standar dan perawatan instalasi perpipaan dalam lingkungan industri. 
  
TUJUAN :

  • Memahami proses dan diagram pipa
  • Pemahaman aliran fluida, jenis, karakteristik
  • Memahami jaringan pipa
  • Tentukan penurunan tekanan dalam sistem perpipaan
  • Tentukan ketebalan dinding
  • Memahami pembuatan pipa
  • Familiar dengan komponen perpipaan
  • Meningkatkan pemahaman Anda menghubungkan pipa
  • Memahami perlindungan pipa dari korosi
  • Untuk mengetahui cara memeriksa dan pengujian perpipaan 
MATERI
  • Pipa dan spesifikasinya
  • Fitting dan spesifikasinya
  • Valve dan spesifikasinya
  • Insulasi, penyangga dan gantungan pipa
  • Gambar perpipaan
  • Pemeriksaan dan pemeliharaan pipa
  • Fabrikasi pipa
  • Latest technology on piping design (3D-CAE)

PESERTA
SLTA/Teknisi/Operator, Pegawai terkait yang membutuhkan pengetahuan dasar tersebut.
Instruktur :



PRESSURE SAFETY VALVE

ABSTRACT
The function of a pressure safety valve is to protect pressure vessels, piping systems, exchanger, boiler and other equipment from pressures exceeding their design pressure by more that a fixed predetermined amount. The permissible amount of overpressure is covered by various codes and is a function of the type of equipment and the conditions causing the overpressure. Failure of safety valve can cause cathastropic accident. Periodically inspection, testing and repair is one of the most important element that the safety valve work properly.This course explains how safety valve and relief functions and how to maintains and ensure long life operation.

CONTENT
1.    Definition and introduction of pressure safety valve
2.    Pressure safety valve design
3.    Pressure safety valve operation
4.    Pressure safety valve installation
5.    Pressure safety valve trouble shooting
6.    Pressure safety valve servicing
7.    Gas sizing nonchoked flow
8.    Gas sizing choked flow
9.    Steam sizing
10.    Liquid sizing
11.    Example of calculation
12.    Gasket selection
13.    Common valve problems: high pressure drops and cavitations

OBJECTIVE :
•    Knowing the basic principles, ways of working, planning, troubleshooting, installation and use of a pressure safety valve.
•    to provide knowledge and skills in the installation procedures and inspection techniques safely, correctly and in accordance with legislation in the field of occupational safety and health.

PARTICIPANT
Development geologists, reservoir engineers, petroleum engineers, production engineers/supervisors/managers, simulation/stimulation engineers, drilling & work over engineers, well completion & work over supervisors / managers, etc.




PIPING & PIPELINE TECHNOLOGY

DESKRIPSI

Pipeline atau perpipaan merupakan salah satu peralatan utama di dalam industri baik industri petrokimia, perminyakan, pertambangan dan lain-lain yang digunakan sebagai salah satu alat transportasi zat cair. Komponen utama perpipaan adalah  pomp dan jaringan pipa, sementara komponen-komponen bantu adalah katub-katub dan strainer (block valve, control valve, strainer, foot valve, dll), fiting (elbow, tee, reducer, inducer, dll) dan berbagai alat bantu lain yang diperlukan. Selain komponen utama dan bantu, perpipaan masih dilengkapi dengan beberapa instrumen misalnya instrumen alat ukur.
Kursus ini akan memberikan pengetahuan dan ketrampilan para peserta dalam bidang pemipaan. Dimana jenis pipa, penentuan diameter pipa, serta tekanan operasi akan dibahas. Disamping itu akan dijelaskan pula instrumentasi, meter dan aksesoris yang diperlukan. Pemipaan atau penempatan pipa di darat dan di laut, pengetesan kualitas pipa dan pemeliharaan, serta cara perlindungan dari korosi juga akan dibahas secara mendetail. Begitu pula pemilihan pompa atau kompresor yang tepat akan ditambahkan, sehingga melengkapi kursus ini dari semua aspek yang berhubungan dengan sistem pemipaan.

MATERI
1.    Pendahuluan
2.    Sifat fisik fluida hidrokarbon
3.    Sifat fisik gas bumi
4.    Sifat pipa minyak
•    Penentuan diameter
•    Penurunan tekanan
•    Tekanan operasi dan kelas pipa
5.    Sistem pipa gas
•    Perhitungan diameter dan penurunan tekanan
•    Pipa paralel dan seri
•    Tekanan operasi dan kelas pipa
6.    Instrumentasi dan aksesoris
•    Jenis valve
•    Penyangga pipa
•    Fleksibilitas pipa
•    Sistem pengamanan
•    Instrumentasi pengukuran (metering)
7.    Penempatan pipa di darat dan di laut
•    Pipa di darat
•    Pipa di laut
8.    Pengetesan kualitas pipa
9.    Perlindungan pipa dan korosi
10.    Pompa dan kompresor
11.    Cara pengukuran debit (transportasi)

SASARAN PESERTA
Kursus ini dapat diikuti oleh teknisi, engineer, supervisor yang bekerja pada bidang maintenance dan operation untuk berbagai macam industri.




PIPELINE INTEGRITY MANAGEMENT SYSTEM OF CORROSION CONTROL & CATHODIC PROTECTION

Abstract
After completion of this practical course, participant will better understand and get improvement on how corrosion occurs and why corrosion attacks oil & gas surface facilities equipment and pipeline, how to prevent, control and minimize oil & gas corrosion damage, and how to monitor and evaluate the results of corrosion control measures and pigging. Participant will get improvement corrosion coupon, scale coupon, ER corrosion probes, LPR corrosion probes and corrosion probe data readings, and the application of on-line corrosion monitoring techniques in pipeline integrity management system.

Course Content:
In this specially designed practical course participant will learn from and discuss with professional instructor the following subjects:

•    Pipeline Integrity Management System
•    Ten Steps to Pipeline Integrity Management
•    Hazard Assessment and Risk Based Inspection
•    Corrosion Monitoring and Inspection
•    Failure Analysis, Incident Investigation & Reporting
•    Pipeline Corrosion Inhibition
•    Pipeline Inspection, Maintenance and Pigging Operation
•    Potential Operational Problems in Oil &Gas Pipeline System
•    Inspection Methods for Potential Failures and Wall Thickness Reduction
•    Pipeline Cleaning and Pigging Operations
•    Pipeline External Maintenance with Cathodic Protection
•    Practical Guidelines for Oil & Gas Pipeline Service Contracts Strategy
•    Pipeline Integrity Monitoring Techniques
•    Pipeline Coating Defects and External Failures Monitoring
•    Pipe-to-soil Potential Measurement
•    Transformer/Rectifier Voltage-Current Monitoring and Regulation
•    Corrosion, Pitting, Erosion, Scale, MIC and SRB Monitoring
•    Weight-loss Corrosion Rate Measurement
•    Practical Guidelines for the Selection and Use of Paints, Coatings and Wrapping Materials
•    Generic Types and Characteristics of Coatings and Wrapping Materials
•    Guidelines for the Selection of Coating Types and Topcoat Materials
•    Marine Growth Control and Lining for Underwater and Splash Zone
•    Paints and Coatings Application and Inspection Techniques
•    Effective Dry Film Thickness and the Economics of Paint & Coating Use
•    Cathodic Protection with Sacrificial Anode (SACP)
•    Resistivity, Coating Defect and Potential Measurement Techniques
•    Half-Cells and Materials Required for Measurement and Protection
•    Guidelines for Determination of Protection Current Requirement
•    Selection of Suitable SACP Anode Type and Anode Material
•    Inspection, Monitoring, Adjustment and Evaluation of SACP
•    Cathodic Protection with Impressed Current (ICCP)
•    The Use of Insulating Flanges and Current Jumper
•    Design Calculation and Layout for Application of Impressed Current
•    Guidelines for the Selection of ICCP Anode Type and Anode Material
•    Transformer/Rectifier and the ICCP Electrical Component
•    ICCP Failure or Damage because of Foreign Pipeline Crossing

Participant
Technical and non-technical personnel of Oil and Gas Company who involves in or concern with daily oil & gas surface equipment and pipeline operation and maintenance against internal corrosion, those who responsible of the integrity and continuity of oil and gas transportation through pipeline system and those who responsible to maintain pigging and chemical injection into the pipeline and monitoring corrosion and scale problems with Corrosion Coupons, ER probes and LPR probes




Pipeline Design & Constructions

Deskripsi :
Desain dan rekayasa konstruksi pipa dianggap sebagai langkah utama dari sistem pemipaan. Langkah ini melibatkan pelaksanaan perlengkapan pipa selama tahap perencanaan ke dalam bangunan apapun. Perencanaan yang tepat merupakan faktor penting untuk merancang suatu sistem pipa. Hal ini menunjukkan bahwa ketika membangun sebuah gedung atau bangunan komersial anda perlu memiliki metodologi perencanaan yang tepat tentang semua karya yang berkaitan dengan pipa (termasuk instalasi dan assessorisnya), pekerjaan listrik dll. Keuntungan utama dari Desain sistem pipa sebelum Konstruksi atau instalasi adalah bahwa kita dapat memastikan kualitas dan keamanan dari sistem pipa. Langkah pertama dalam merancang sebuah sistem pipa adalah untuk  mendapatkan sebuah gedung dengan hasil karya yang sempurna dengan mengkombinasikan desain keseluruhan bangunana/gedung dengan sistem pemipaan.

Dalam perusahaan oil & gas, penggunaan pipa merupakan suatu keharusan. Oleh karena itu melakukan design dan kontruksi pemasangan pipa harus dilakukan dengan perencanaan yang matang diantaranya mengetahui betul karakteristik dari bahan pipa sehingga dikemudian hari tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Seperti kebocoran pipa, dsb. Setelah mengikuti kursus ini, peserta diharapkan akan mengerti dan memahami masalah yang berkaitan dengan pipa, valve dan fitting, dan pipe line teknologi.

Materi
•    Pendahuluan
•    Characteristic curve of flow in pipe
•    Auxiliary devices
•    Standard code
•    Pipe line technology
•    Manajemen konstuksi
•    Operasi dan pemeliharaan
•    Studi kasus

Tujuan :
Dalam pelatihan ini diharapkan :
•    Peserta dapat memahami bagaimana melakukan design dan rekayasa pemipaan dengan baik agar kelancaran fungsi dan keamanan dari semua sistem pipa dan elemen-elemen dasar bisa terlaksana dengan baik.
•    Peserta dapat memahami jenis-jenis  design dan konstruksi untuk berbagai proyek pembangunan sebuah perusahaan (mulai dari perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur sampai perusahaan yang bergerak dalam bidang perminyakan) 

Peserta :

Engineers in Geologist and Geophysicist, Supervisor lapangan, Teknisi & Operator produksi




GENSET : OPERATION & MAINTENANCE

PENGANTAR
Kegiatan industri maupun pertambangan membutuhkan daya listrik yang sangat besar untuk menunjang operasi secara keseluruhan sehingga seringkali tidak dapat dilayani oleh PLN, terutama untuk daerah-daerah yang jauh dari jaringan PLN. Selain kapasitas daya yang terbatas, tegangan dari PLN sering tidak stabil sehingga dapat merusak peralatan operasional dan produksi. Untuk itu pemakaian Genset sebagai pembangkit daya menjadi pilihan alternatif, selain pemasangan daya dengan kapasitas besar bisa dilayani juga kestabilan tegangan bisa dikendalikan sendiri. Untuk itu diperlukan pengetahuan khusus yang berkaitan dengan pemeliharaan dan operasional genset sehingga genset dapat beroperasi terus melayani kebutuhan produksi. Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai : Sistem Penggerak Mula, dan Sistem Pembangkit Daya Genset; Instalasi Mesin Diesel, Konstruksi Mesin Diesel, dan cara kerja sistem pada Mesin Diesel; Sistem Pembangkit Daya, dan Sistem Pengaturan Daya serta materi Perawatan Mesin Diesel, Melakukan Diagnosa Gangguan pada Mesin Diesel, serta sistem proteksi atau alat pengaman Genset.

MATERI PELATIHAN
1. Prime Mover
-    Prinsip kerja dan pengertian dasar kinerja Mesin Diesel.
-    Konstruksi dan komponen Mesin Diesel.
-    Sistem Pendinginan langsung/ tak-langsung dan Sistem pelumasan pada Mesin Diesel.
-    Turbocharger, Intercooler dan Heat Exchanger.
-    Sistem Bahan Bakar, Pompa Injeksi dan Governor.
-    Sistem Kelistrikan Mesin Diesel.
-    Engine Tune up dan Trouble shooting.
2. Generator
-    Generator AC.
-    Automatic Voltage Regulating.
-    Sistem sinkronisasi
-    Sistem proteksi Genset
-    Instalasi dan operasi Gen Set.

PESERTA PELATIHAN
Pelatihan ini dapat diikuti oleh Staf dari bagian Maintenance, Teknisi, dan operator





Generator : Operation, Maintenance and Trouble Shooting

Abtract
Electric generator is a device That Produces electrical energy from mechanical energy source, usually by means of electromagnetic induction. This process is known as electricity generation. Generator drives an electric charge to move through an external electrical circuit, but the generator does not create an existing electric wires in the windings. This is analogous to a water pump, the which creates a flow of water but does not create water in it. Source of mechanical energy can be either reciprocating or turbine steam engine, water falling through a Waterwheel or turbine, internal combustion engines, wind turbines, hand crank, solar or solar energy, compressed water, or any other source of mechanical energy.

In the industrial world , generators are very useful at all to carry out all activities in a company that requires the availability of electrical energy. Then the existence of this generator needs to operate properly. So that when there are problems related to electricity generators in the company could be one means to supply electricity to every corner of the companies that need electricity. In addition to the generator to function with a maximum required capability to perform maintenance and ability to handle troubleshooting if they occur on the generator. This training provides a basic understanding about the working principle of the generator, protective equipment and how to treat them.

Outline
Introduction to Electrical Power Generation System
•    Overview of power generation system characteristics
•    Load considerations
Synchronous Generator Characteristics
•    No load characteristic
•    Short circuit characteristic
•    Loading characteristics
•    Excitation system and automatic voltage regulator
•    Generator protection system
•    Practice at Electrical Energy Conversion Laboratory of ITB
Parallel Operation of Generator
•    Introduction
•    Synchronizing generators
•    Operation charts
•    Load sharing
Active load sharing
Reactive load sharing
•    Practice at Electrical Energy Laboratory of ITB
•    Prime Mover (Diesel Engine) Characteristics
•    Introduction
•    Fundamental of operating principles
•    Type of governors and speed control
•    Practice at Electrical Energy Conversion Laboratory of ITB
Maintenance of Diesel Engine-Driven Electric Generator
•    Maintenance Strategy
•    Preventive maintenance program
•    Maintenance records
•    Servicing schedule
Objective
•    Enhance understanding of electric power generator set operation and maintenance, and principles of each main parts
•    Enhance understanding of synchronous generator characteristics and precautions
•    Learn how to run parallel operation and perform load sharing of generator correctly
•    Learn how to inspect prime mover (diesel engine) operational characteristics properly
•    Enhance knowledge of protections apparatus and maintenance aspects of diesel generator set.

Who should attend
This course can be followed by technicians, engineers, supervisors who work in the field of maintenance and operation compressors for various industries




GASOLINE FUEL INJECTION

DESCRIPTION
Fuel injection is a system for admitting fuel into an internal combustion engine. It has become the primary fuel delivery system used in automotive petrol engines, having almost completely replaced carburetors in the late 1980s.
A fuel injection system is designed and calibrated specifically for the types of fuel it will handle. Most fuel injection systems are for gasoline or diesel applications. With the advent of electronic fuel injection (EFI), the diesel and gasoline hardware has become similar. EFI's programmable firmware has permitted common hardware to be used with different fuels.
Carburetors were the predominant method used to meter fuel on gasoline engines before the widespread use of fuel injection. A variety of injection systems have existed since the earliest usage of the internal combustion engine.
The primary difference between carburetors and fuel injection is that fuel injection atomizes the fuel by forcibly pumping it through a small nozzle under high pressure, while a carburetor relies on suction created by intake air rushing through a venturi to draw the fuel into the airstream.
This course is designed to aid the driveability technician in performing
proper basic and advanced tests in diagnosing common driveability issues found on vehicles today.
Use of service information and tools such as understanding fuel related data parameters using a scan tool found in todays vehicles are instructed. Technicians are also demonstrated tests on a live vehicle. In the ladder half of the course, technicians are instructed on each critical sensor their operation, and how they are tested using a multimeter and lab scope.

COURSE CONTENT :

1. Introduction and safety guidelines
2. Use of the service manual
3. Review and service procedures
4. Engine Theory and Operation
5. Electronic Control
6. Fuel System
7. Sensor Operation
8. Fuel trim and Oxygen sensor operation




Gas Turbine Construction & Maintenance

Abstract
This course offers a firm understanding of the basic maintenance requirements of all types of heavy duty gas turbines and their auxiliary support systems. This course does not include any discussions of generators.
The course is designed for those persons with no or limited knowledge of gas turbines.
The objective of this course is to give participants an understanding of basic gas turbine component construction and maintenance procedures as well as a fundamental knowledge of the auxiliary systems function and preventative maintenance requirements. This fundamental knowledge will allow participants to approach maintenance activities with confidence.
Emphasis is placed on the following areas:
•    Basic gas turbine operating cycle
•    Review of gas turbine major components, equipment arrangements and associated maintenance requirements of each section of the turbine.
•    Turbine operations and the affect on maintenance intervals
•    Purpose, function and routine preventative maintenance of the various turbine support systems such as the lubricating oil, hydraulic, variable inlet guide vanes and fuels
•    A review of standard practices, tooling and parts needed to successfully conduct inspections
•    How to source information in the Gas Turbine Service Manuals

Who should attend?
Mechanics, operators, engineers, technicians, and administrative personnel of operating facilities as well those who may work in affiliated industries, who wish to gain an understanding of the routine maintenance requirements of heavy duty gas turbines.

Materi :
1    Introduction
    Basic Gas Turbine Operating Cycle and Performance Characteristics
    Gas Turbine Major Components and Construction

2    Navigating the GE Service Manuals
    Standard Practices
    Borescope Inspections
    Combustion Inspections

3    Hot Gas Path Inspections
    Major Inspections
    Tour of the Gas Turbine Manufacturing and Assembly Areas

4    Gas Turbine Auxiliary Systems – Function and Routine Preventative Maintenance
    Tour of the Gas Turbine Manufacturing and Assembly Areas

5    Gas Turbine Auxiliary Systems – Function and Routine Preventative Maintenance
    Operation & Maintenance Considerations
    Review




Fundamentals of Vibration for Test Applications

Description
This course covers a wide range of topics associated with vibration and shock applications in order to enable the course participants to acquire a basic understanding of the complex field of vibration and shock. Each of the subject areas covered in this course have expanded coverage in their own three day courses for those individuals who need a more thorough understanding for their application.

Course Outline
•    Introduction to Vibration
•    Basic Concepts and Terminology: Spectra
•    Electronic Filters & Measurement Systems
•    Dynamic Force and Motion: Laws of Motion, Weight vs. Mass
•    Vibration Exciters (Shakers)
•    Random Vibration: Statistics
•    Fixtures: Materials, Fabrication methods
•    Vibration Measurement: Velocity, Displacement Sensing
•    Power Amplifiers, Effects of Resonance
•    Vibration Testing: Types of Testing: Development,
•    Basics of Spectral Analysis: Time and Frequency Domain
•    Sine Vibration Testing: Closed Loop Control
•    Random Vibration Testing: Calculating RMS from PSD
•    Mechanical Shock: Shock Testing on various machines
•    Environmental Stress Screening




FUNDAMENTALS OF PIPE WELDING

DESKRIPSI
Pelatihan ini akan mengeksplor teknik pengelasan secara umum dan mempelajari basic dari teknik pengelasan itu sendiri. Dalam dunia industri umumnya menggunakan unsur logam dan material yang biasa digunakan seperti carbon steel, stainless steel, nikel, titanium, dan sebagainya. Penekanan dalam pelatihan ini adalah aspek kualitas pengelasan  sesuai dengan karakteristik masing-masing material dan inspeksi proses dan hasil pengelasan serta analisa dengan menggunakan perkembangan teknologi terbaru dalam welding engineering.
Setelah mengikuti kursus ini, peserta dapat : mengoperasikan mesin – mesin las potong dengan benar, mengaplikasikan metode standar pengelasan pipa (Std. Elektroda, Kec. Las, Std. Kampuh Las Akar, pengelasan las isi dan las penutup) serta mempunyai dasar keterampilan mengelas pipa menurut standar acuan A.S.M.E – IX pada berbagai posisi terlatih.

MATERI

•    Standar sambungan las, HAZ
•    Metoda standar pengelasan pipa
•    Tipe mesin las potong dan las SMAW

Praktek
•    Las potong pipa Ø 6’
•    Persiapan sambungan las las pipa
•    Las Ring pelat
•    Las Akar di pipa 2 G/by passing (2x45’)
•    Las isis dan las penutup pipa 2 G
•    Las Akar di pipa 5 G/by layers
•    Las isi dan las penutup pipa 5 G
•    Prkatek di laboratorium POLBAN (Politeknik Negri Bandung)

PESERTA
Ÿ    SLTA/D – 3/ S – 1 pengalaman kerja minimum 3 tahun
Ÿ    Pegawai terkait yang membutuhkan pengetahuan dasar tersebut




FURNACES:
OPERATION AND OPTIMIZATION IN SAFETY

ABSTRACT
To provide in-depth knowledge of furnace operation in the petroleum and petrochemical industries. The course places special emphasis on abnormal situations liable to lead to incidents and therefore addresses questions of safety arising from furnace operation. On completion of the course, the participants: have a better knowledge of industrial furnaces technology, operating conditions and constraints, and their signification; manage on stream operation rules in safety; know the main maximum operating values and material operating limits; have mastered these constraints for an optimal furnace.
On completion of the course, the participants:
•    have a better knowledge of industrial furnaces technology, operating conditions and constraints, and their signification
•    are able to identify the different operating constraints and their signification
•    know the main maximum operating values and material operating limits
•    have mastered these constraints for an optimal furnace operation in safety and fiability.

COURSE CONTENT
1.    FURNACE CONSTRUCTION AND OPERATING CONDITIONS
•    Different types of furnaces and their functions
•    Operating conditions
•    Distribution of heat supplied
•    Furnace efficiency
•    Estimation rule parameters governing furnace efficiency, scope and limitations for improving furnace efficiency.
•    Construction of heat exchange areas, insulation, refractory materials: technology, type of materials used.
2.    FLUE GAS CIRCULATION
•    Natural draft: stack role, pressure profile inside a furnace
•    Parameters governing draft and negative pressure control. Forced draft: draft fan role. Draft control.
3.    COMBUSTION - FUEL - BURNERS
•    Combustion conditions: heating value, liquid and gas fuel characteristics, liquid spray.
•    Implementation of combustion: introduction of fuel and air, achieving their mixture, burner operation.
•    Combustion quality: analysis of the oxygen and the unburned material in the flue gases, control of the combustion air flow rate, air-fuel constraints.
•    Combustion safety: flame detection, control and safety devices on the fuel circuits.
•    Combustion constraints and burner operation limits.
4.    HEATING
•    Heat transfer to the tube bundle: heat flux, tube temperatures, fouling effects. Parameters governing heat transfer: flue gas temperature and mass flow-fuel emissivity.
•    Division of the heated fluid into several passes: control and regulation of the division, low flow rate safety systems.
•    Heating control: flow constraints of the fuel at outlet temperature.
5.    FURNACE OPERATION
•    On-stream furnace operations: monitoring of combustion and heating - Modifying operating conditions - Analysis of disturbances - Stack sweeping. Startup and shutdown: preparation, safe ignition procedures, ignition after a short shutdown, normal shutdown, emergency shutdown. Incidents: explosive atmosphere in the combustion chamber, tube rupture, unbalancing, etc.

WHO SHOULD ATTEND
All personnel involved in furnace operation and optimization: operators, panelmen, supervisors and engineers.




Medium Voltage Circuit Breakers & Contactors

Abstract
In an electric power system, switchgear is the combination of electrical disconnect switches, fuses or circuit breakers used to control, protect and isolate electrical equipment. Switchgear is used both to de-energize equipment to allow work to be done and to clear faults downstream. This type of equipment is important because it is directly linked to the reliability of the electricity supply.

Typically switchgear in substations is located on both the high voltage and the low voltage side of large power transformers. The switchgear on the low voltage side of the transformers may be located in a building, with medium-voltage circuit breakers for distribution circuits, along with metering, control, and protection equipment. For industrial applications, a transformer and switchgear line-up may be combined in one housing, called a unitized substation or USS.
This course is designed for technicians and engineers who are responsible for maintenance of medium voltage air / vacuum circuit breakers and contactors (Magne-Blast, Power/VAC and Limit amp equipment). Two-thirds of the class is dedicated to hands-on laboratory work.
Course Content
 Magne-Blast circuit breakers
•           Drawings
•           Switchgear protective relays
•           Ml-13 operating mechanism
•           Adjustments and maintenance
Power/VAC circuit breakers
•           Drawings
•           Ml-17 operating mechanism
•           Ml-18 operating mechanism
•           Adjustments and maintenance
Limit amp motor controllers
•           Drawings
•           Limit amp air-break contactors
•           Limit amp vacuum contactors
•           Adjustments and maintenance
Who Should Attend
Engineer, maintenance, operator, supervisor

Management of Electrical Protection

Abstract
Qualified ESI Electrical Technicians and Engineers who will be required to undertake installation and management of electrical protection systems. To provide guidance, knowledge and principles of effective commissioning, fault finding and management of electrical protection. Course may be directed toward Distribution or Transmission as required and will be of a practical nature.

Course Content 
1.         Working with  Diagrams 
-           Symbols / Numbering 
-           Schematics 
-           Wiring 
2.         Protective Relays 
3.         Current Transformer 
-           Construction 
-           Tests 
-           Compensation 
-           Burden 
-           Errors - Ratio and Phase 
4.         Injection Tests 
5.         Commissioning and Maintenance Tests for: 
-           Feeder Protection 
-           Plant Protection 
-           Circuit Breaker Protection 
-           Auto Switching  facilities 
-           Back Up Protection 
-           Tripping, Alarm and Indications 
-           Data logging 
6.         Ancillaries 
7.         Managing Repairs 
-           Work Planning 
-           Resources 
-           Supervision 
-           Co-ordination 
8.         Additional Plant  Tests (if required for Distribution  emergency Fault  management staff)
-           Pressure Test HV Cables 
-           T/F Vector Tests 
-           Buchholz 
-           Winding Protection 
-           Resistance of Windings 

Who Should Attend 
Application engineers, design engineers and electrical engineers, etc.

Low Voltage Switchgear Maintenance, Testing &Troubleshooting

Abtract 
In an electric power system, switchgear is the combination of electrical disconnect switches, fuses or circuit breakers used to control, protect and isolate electrical equipment. Switchgear is used both to de-energize equipment to allow work to be done and to clear faults downstream. This type of equipment is important because it is directly linked to the reliability of the electricity supply.

Typically switchgear in substations is located on both the high voltage and the low voltage side of large power transformers. The switchgear on the low voltage side of the transformers may be located in a building, with medium-voltage circuit breakers for distribution circuits, along with metering, control, and protection equipment. For industrial applications, a transformer and switchgear line-up may be combined in one housing, called a unitized substation or USS.

At the completion of this course, students will have knowledge of breaker and breaker protective device operation and will be able to remove and replace all breaker components.

Course Content
•           Introduction to low voltage switchgear 
•           Load center srrangements 
•           Nature of short circuits and arc interruption 
•           Switchgear print reading 
•           Insulated case circuit breakers 
•           Switchgear panel instrumentation 
•           Fuses and protective relays 
•           Power system and equipment grounding 
•           Breaker sdjustments and lubrication 
•           Breaker front and rear frame separation process 
•           Maintenance and troubleshooting

Who should attend?
This course is designed for personnel responsible for maintenance, testing and troubleshooting low voltage power circuit breakers, protective relays, breaker trip devices and switchgear panels. The lab provides students with the opportunity to work on a variety of low voltage circuit breakers.

Industrial Power Systems Engineering & Device Coordination

Abstract 
Power system protection is a branch of electrical power engineering that deals with the protection of electrical power systems from faults through the isolation of faulted parts from the rest of the electrical network. The objective of a protection scheme is to keep the power system stable by isolating only the components that are under fault, whilst leaving as much of the network as possible still in operation. Thus, protection schemes must apply a very pragmatic and pessimistic approach to clearing system faults. For this reason, the technology and philosophies utilized in protection schemes can often be old and well-established because they must be very reliable. while the protective device coordination is the process of determining the "best fit" timing of current interruption occur when abnormal electrical conditions. The goal is to minimize an outage to the greatest extent possible. Historically, protective device coordination was done on translucent log-log paper. Modern methods normally include detailed computer based analysis and reporting.

This course is designed for electrical engineers responsible for industrial or commercial power systems planning, designs for reliability and overall system performance. Students will calculate available short circuit current at varied power system one-line locations to learn how to properly size fuses, cables, breakers and transformers. By learning protective device coordination, load shedding may be accomplished with minimal impact to power system operation.

Course Content
At the completion of this course, students will be familiar with utilization of the following power system tools:
•           Short circuit calculations
•           Power factor improvement
•           Recommended motor / generator / transformer protection
•           Switchgear and system voltage selection
•           Voltage drop / flicker reduction
•           Equipment / system grounding practices
•           Load estimating techniques 
•           Plant modernization recommendations
•           Protective device coordination
- Fuses and thermal overload devices 
- Electro-mechanical and solid state relays
- Transformers, cables and bus bars
- Circuit breakers

ELECTRICAL TRANSFORMER TESTING AND MAINTENANCE

COURSE DESCRIPTION:
This course covers the theory, operation, maintenance and testing of power transformers and auxiliary equipment. Topics included are transformer fundamentals, transformer ratings, transformer cooling, nitrogen gas systems and insulation systems. The source concludes with in-depth discussions on transformer testing techniques. This course is applicable to technicians and engineers who need a sound understanding of power transformer operation and maintenance.
Students will learn safe and proper maintenance and testing procedures on pad-mounted, power transformers. The course covers transformers used in commercial and industrial power distribution systems, including oil and dry-type units. Larger power transformers used in utility applications are also covered.
Load and no-load tap changer maintenance, ac and dc testing, routine inspections and oil sampling and testing are covered in detail. Students will learn how to perform routine oil tests, and understand how to perform the major tests that are required. A variety of electrical test equipment from various manufacturer’s will be discussed.

LEARNING OUTCOMES
Upon completion of this course, the participant should be able to:
o   Explain the basic operation of a transformer. 
o   Discuss turns ratios and calculate terminal voltage and current. 
o   Discuss terminal markings and various single phase and three phase wiring schemes. (WYE vs DELTA). 
o   Explain how to perform a polarity test on a potential transformer. 
o   Discuss the electrical testing performed on transformers such as insulation resistance testing, excitation and power factor testing. 
o   Discuss the various tests performed on insulating oil. 

COURSE OUTLINE
1.         Transformer Principles 
Ø         Transformers 
Ø         Right Hand Rule 
Ø         Magnetic Flux 
Ø         Magnetic Induction 
Ø         Left Hand RuleTurns Ratio 
Ø         Transformer Losses 
Ø         Transformer Types 
2.         Vector Diagrams 
Ø         Operating Principles 
Ø         Operation Without Load 
Ø         Operation with Load 
3.         Transformer Classifications 
Ø         Service Classification 
Ø         Instrument Transformers 
a.         Current 
b.         Potential 
4.         Transformer Construction (Construction) 
Ø         Magnetizing Circuits 
Ø         Losses 
a.         Hysteresis Loss 
b.         Eddy-Current Loss 
Ø         Efficiency 
5.         Cooling 
Ø         AirCooled Oil-Immersed 
a.         Water-Cooled 
b.         Forced-Oil Cooling 
c.         Self-Cooling with Air Blast 
Ø         Temperature Limits 
Ø         Transformer Loading 
6.         Tap Changers 
Ø         No-Load Tap Changer 
Ø         Tap Changing Under Load 
Ø         Phase-Angle Control 
7.         Transformer Connections 
Ø         Single Phase Circuits 
Ø         Two-Phase Circuits 
Ø         Three-Phase Circuits 
8.         Transformer Maintenance 
Ø         Insulation Testing 
Ø         High Potential Testing 
Ø         Turns Ratio Testing 
Ø         Polarity Testing 
Ø         Power Factor 
Ø         Excitation Current 
Ø         DC Winding Resistance 
Ø         Polarization Recovery 
Ø         Insulating Fluid Dielectric 
Ø         Dissolved Gas Analysis 
9.         Transformers and Relaying 
Ø         Transformer Faults 
Ø         Differential Relaying 
a.         Normal Load 
b.         External Faults 
c.         Internal Faults 

Who Should Attend: 
Field and shop technicians, field engineers, supervisors and others responsible for the testing and maintenance of power transformers rated 750kVA to 500MVA and 4.16kV to 500kV.


DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM

ABSTRACT
Distributed Control Systems (DCS) made its first entry in the seventies. Cheap microprocessors made the possibility to distribute control systems across the entire plant. Each controller control a limited part of the plant and each controller communicate to each other using a proprietary communication protocol. This is of course making the system becomes more configurable. DCS uses pre-programmed modules which are available to execute simple and more complex process control tasks. During the years that followed , DCS systems were used throughout the most diverse process industries in both continuous and batch applications. DCS applications in these different control environments made them increasingly mature, hundreds of configurable modules for every possible control problem were developed and stored in the system library. Using DCS, process controllers were able to handle tens, hundreds even thousand of control loops without jeopardizing the reliability of the complete control systems.

This training program is intended to give participants know-how on DCS systems. Moreover, the training will cover an introduction to FIELDBUS. In this program, participants will also know how different DCS with PLC.

Provides view to general questions toward Distributed Control System (DCS), such as: How and why DCS evolved? What hardware is used in DCS? And Many more. Compares distributed control to traditional single loop, central computer, PLC and PC architectures.

CONTENT 
•           Understand the concept of DCS
•           Explain the components, architectures, operation of DCS and hardware in DCS
•           Apply concepts body/mind reaction to audio and visuals symbols to meaningful human     machine interfaces
•           Evaluate and justify potential benefits of DCS to improve productivity
•           Examine evolution of process control to face changing needs
•           Understanding of Distributed Computing
•           Comparison of Current System Philosophies
•           Controller Structure
•           Sequential and Batch Control
•           Operator Interface
•           Alarms and Trending
•           Communication Networks and Fieldbus
•           Control Strategy and Configuration
•           System Security
•           Implementation for Industrial Control
•           Classroom/Demonstration/Laboratory Exercise :
•           -Examine structure of DCS
•           -Practical work using DCS
•           Simulation with CIMON Software

Participant 
This course is intended for engineers and technicians requiring knowledge of automation and distributed control. A section on trouble shooting methods is also included. Personnel in operations will also find this an invaluable course.

DIGITAL INSTRUMENTATION and CONTROL

ABTRACT
Digital instrumentation and control system can provide important benefits in many safety-critical application, but they can also introduce potencial new failure modes that can effect safety. Unlike electro-mechanical system. Whose failure modes are fairly well understood and which can often be built to fail in a particular way, software errors are very unpredictable. There is virtually no nontrivial software that will function as expected under all condition. Consequently, there is a great deal of concern about whether there ia a sufficent basic on wich to resolve questions about safety.

A greater understanding of the measuring equipment and the instruments can improve the performance of the operator and this in turn will improve plant performance. Better knowledge of how equipment is selected and how it is constructed and how it functions will help an operator to identify the causes of problems and prevent their recurrence. This course explain about Logic Function, Component, operation of instrumentation digital system, troubleshooting.

CONTENT

1. Introduction
2. Function Logic
3. Combine network
4. Sequential network
5. Digital Measurement Tools
6. Digital Control Tools
7. Sealing Calibration and Operation
8. Maintenance and trouble shooting

PARTICIPANT
Technician, Maintenance Departement, Electrical Departement.

ADVANCED INDUSTRIAL PROCESS CONTROL 

ABSTRACT
Industrial control system (ICS) is a general term that encompasses several types of control systems used in industrial production, including supervisory control and data acquisition (SCADA) systems, distributed control systems (DCS), and other smaller control system configurations such as skid-mounted programmable logic controllers (PLC) often found in the industrial sectors and critical infrastructures.

ICSs are typically used in industries such as electrical, water, oil, gas and data. Based on information received from remote stations, automated or operator-driven supervisory commands can be pushed to remote station control devices, which are often referred to as field devices. Field devices control local operations such as opening and closing valves and breakers, collecting data from sensor systems, and monitoring the local environment for alarm conditions.

This course is intended for entry-level instrumentation mechanics or experienced electricians who need to understand the basics of industrial process control. With a focus upon OSHA compliance, the participants will be introduced to process control with the understanding that the individual must be qualified person to be able to work on the equipment. With that in mind the person will learn about the construction, operation, and how to avoid the hazards associated with both pneumatic and electronic process controllers.
                       
COURSE CONTENTS 
1.         Pneumatic and hydraulic pressure concepts
2.         Pressure, force, and strain sensors and calibrations
3.         Level detectors and calibrations
4.         Fluid and gas flow concepts
5.         Flow detectors
6.         Typical problems in instrumentation systems
7.         Smart instrumentations
8.         Instrumentation data communications and networks
9.         Trends in sensors and instrumentation
10.       Designing and installing instrumentation systems
11.       Troubleshooting instrumentation systems

PARTICIPANT 
This course is best suited who are familiar with basic electricity, technicians, electricians, maintenance personnel, engineers, operators, managers and supervisors.

Advanced Fuel Cell Power Conditioning Systems

COURSE DESCRIPTION: 
Power conditioning is the enabling technology necessary for interfacing various distributed generator (DG) systems to electric utility and to power stand-alone loads. Power semiconductor devices are examined from an application perspective. After examining the basic conversion blocks, the course delves into suitable power conversion architectures (topologies). Examples include: (a) Fuel Cell power conversion system with battery/super-capacitor type energy storage for powering stand-alone residential loads with an option to interface to electric utility; (b) Power conversion architectures for a high speed gas turbine (microturbine) type DG; (c) Suitable converters for fuel cell turbine hybrid will also be considered.
Power electronics is an enabling technology for almost all electrical applications. The field is growing rapidly because electrical devices need electronic circuits to process their energy. Elements of Power Electronics, the first book to discuss this subject in a conceptual framework, provides comprehensive coverage of power electronics at a level suitable for novices in the field. It aims to establish a fundamental engineering basis for power electronics analysis, design, and implementation. More than 160 examples and 350 chapter problems support the presented concepts.

OUTLINE: 
To study in-depth fundamentals of modern power conditioning approaches (topologies) suitable for fuel cell powered systems, for stand-alone and/or utility interface.
Unit 1: Introduction to Fuel Cell Power Conditioning
Ø         System configurations
o Fuel cell power source for standalone system applications
o Fuel cell power source for utility intertie applications
o Microturbine or gas turbine power source system configuration
o Hybrid fuel cell with microturbine system configuration
Ø         Example systems and their features
o Individual components in the example systems
o Specifications
Ø         Overview of power converters and two-day course contents
Unit 2: Multiple-Switches DC-DC Converters with Isolation
Ø         Half-Bridge Converter
o PWM and converter operating modes
o Discussion of voltage and current waveforms
Ø         Push-Pull Bridge Converter
o PWM and converter operating modes
o Discussion of voltage and current waveforms
Ø         Full Bridge Converter
o PWM and output voltage relationship
o Discussion of voltage and current waveforms with PWM
o Phase-shift-modulation (PSM) Method
o Discussion of voltage and current waveform with PSM
Unit 3: Isolated DC-DC Converter Controller Design Example
Ø         Full-bridge (or Flyback) Converter Design Example
o Power stage design with device and component selection
o Construction of open-loop transfer function
Ø         Current- and Voltage-Loop Controllers Design
o Compensator design
o Bode plots for stability test
o Closed-loop responses
Ø         Realization of Compensator Circuit
o PI compensator realization with op amp circuits
o PID compensator realization with op amp circuits
Ø         Commercial-IC Controllers
o Complete circuit diagram for the design example
o Simulation (and/or) experimental results
Unit 4: Design of Single-Phase DC-AC Inverters
Ø         Power Stage Design
o DC bus voltage requirement
o Power device ratings
o DC bus capacitor requirement
o Power bus bar requirement
o Design example
Ø         PWM Switching Design
o Complementary PWM technique in full-bridge inverter
o Dead time requirement
o Short-pulse elimination requirement
o Design example
Ø         Output Filter Design
o Sizing ac filter inductor and capacitor
o Design example
Unit 5: Fuel-Cell Powered System with Single-Phase AC Output Loads
Ø         System Architectures
o Isolation requirement and options
o Low-voltage energy storage design method
o High-voltage energy storage design method
Ø         Critical Evaluation of DC-DC converter options
o Device voltage and current requirements
o Matrix comparison of dc-dc converters for fuel cell source
Ø         Critical Evaluation of DC-AC converter options
o Device voltage and current requirement
o Matrix comparison of dc-ac inverters for single-phase outputs
Unit 6: Design of a 10-kW Design Example with 48-V DC Input and 120/240 V AC Output
Ø         Inverter Circuit Topologies Dealing with Unbalanced Loads
o Two full-bridge inverters
o Two half-bridge inverters
o Three-leg inverter
Ø         Power stage design
o Power device voltage and current ratings
o Passive component voltage and current ratings
Ø         Sensor and Sensor Conditioning
o Voltage and current sensors
o Temperature sensors
o Signal conditioning and scaling
Ø         Controller Implementation
o Analog implementation
o Digital signal processor (DSP) and Interface
o Communication with fuel cell controller
Unit 7: Microturbine Power Conversion Systems
Ø         System Architecture of microturbine
o Block diagrams of microturbine systems
o Electronic actuator and hydraulic controllers
o Three-phase or multi-phase permanent magnet (PM) generators
o Three-phase ac output with and without power electronics
Ø         Generator Output AC-DC Stage Rectification
o Three-phase diode rectifier for ac-dc rectification
o Three-phase active-front-end rectification
Ø         DC-AC Inverter for Standalone and Utility Interconnects
o Three-phase diode rectifier for ac-dc rectification
o Three-phase active-front-end rectifier

OBJECTIVE 
Completion of this course will provide participants with both a review of and discussion of the specific design issues most likely to be encountered in designing Power Conditioning systems for fuel cell, microturbine, and hybrid Distributed Generation power plants. Understanding these issues will allow the participants to properly address them with the most appropriate cost-effective technical solutions.

ANALISIS BEBAN KERJA (WORK LOAD ANALYSIS)

LATAR BELAKANG
Lingkungan di sekitar tempat kerja merupakan kumpulan dari banyak karakter manusia yang harus kita terima keberadaanya. Dengan adanya perbedaan tersebut, kita akan selalu dihadapkan pada berbagai problem / masalah yang harus dipecahkan. Masalah biasanya muncul ketika terdapat kesenjangan antara yang kita harapkan dengan kenyataan yang kita terima. Oleh karena itu diperlukan keterampilan tersendiri dalam menyelesaikan masalah sekaligus memutuskan langkah apa yang sebaiknya diambil tuntuk memecahkan masalah tersebut. Dalam pelatihan ini akan diberikan bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan beberapa alternatif solusi kreatif yang dapat diterapkan oleh peserta seberapapun problem yang dihadapi. Pelatihan ini ideal bagi siapa saja yang sedang mencari solusi dengan cara baru dari berbagai problem yang dihadapi.

Pelatihan ini diselenggarakan  dengan durasi dua hari (16 jam pertemuan efektif). Evaluasi pada akhir pelatihan mencakup penilaian terhadap instruktur, materi training, manfaat & efektifitas training serta rekomendasi dari peserta.

MATERI
1.    Konsep Beban Kerja
Konsep roduktivitas, Beban Kerja dalam MSDM, Manfaat Informasi Beban Kerja, Terminologi dan Metoda Pengukuran Beban Kerja
2.    Terminologi & Metoda Pengukuran Beban Kerja
Analisis Jabatan, Motion Study dan Time Study, Jenis-jenis Pengukuran Beban Kerja
3.    Pengukuran Beban Kerja Untuk Tenaga Kerja Langsung (Blue Collar Workers) Karakteristik beban waktu kerja, karakteristik pekerjaan, metoda pengukuran, persiapan pengukuran, pelaksanaan pengukuran, work sampling, Studi kasus & task/simulasi
4.    Pengukuran Beban Kerja Untuk Tenaga Kerja Tidak Langsung (White Collar Workers) Metoda Direct Sampling
Karakteristik Beban Waktu Kerja, Karakteristik Pekerjaan, Metoda Pengukuran, Persiapan Pengukuran, Pelaksanaan Pengukuran, Perhitungan Beban Kerja, Faktor penyesuaian dan faktor kelonggaran Studi Kasus & task/simulasi
5.    Pengukuran Beban Kerja Untuk Tenaga Kerja Tidak Langsung (White Collar Workers) Metoda Diary Sampling
Langkah-langkah persiapannya, pelaksanaan sampling, validasi data Studi kasus & task/simulasi
6.    Pengukuran Koefisien Beban Kerja
Perhitungan koefisien beban kerja Studi kasus & task/simulasi
7.    Praktek dan Simulasi
(Software Simulation with Computer) Pembuatan task, pengukuran beban kerja dan penetapan koefisien beban kerja


TUJUAN
1.    Mengidentifikasi kebutuhan pegawai perusahaan/unit organisasi.
2.    Melakukan secara mandiri analisis komprehensif dan berkelanjutan kebutuhan pegawai di tingkat perusahaan (corporate), departemen, dan bagian sesuai dengan strategi perusahaan dalam mewujudkan visi dan misinya.
3.    Mampu memperkirakan kebutuhan pegawai dengan pendekatan analitis, terukur dan terpadu.
4.    Mampu mengidentifikasi dan merekomendasikan prioritas pengadaan kebutuhan karyawan di suatu perusahaan/unit kerja/fungsi/bagian baik untuk memenuhi kebutuhan perusahaan saat ini dan di masa mendatang dengan mempertimbangkan program kerja dan kemampuan pendanaan/finansial perusahaan.
5.    Mampu menerapkan metode dan teknik-teknik analisis beban kerja
6.    Mengukur, memperkirakan dan memetakan kebutuhan pegawai di perusahaan.

SASARAN PESERTA
Pelatihan ini ditujukan bagi karyawan/ staff dan supervisor dari berbagai fungsi / departemen khususnya  dari fungsi perencanaan dan pengembangan SDM.




UNDERSTANDING ON THE INDUSTRIAL RELATIONS DISPUTE SETTLEMENT
BASED ON LAW NO. 2 YEAR 2004

Deskripsi
Kasus perselisihan hubungan industrial dan PHK sulit dihindari dan data menunjukkan setiap tahun malah bertambah baik kuantitas maupun kualitasnya. Prosedur penyelesaian perselisihan yang ada selama ini makan waktu panjang dan cenderung berlarut - larut sehingga dapat mengganggu kelancaran proses produksi di perusahaan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu pemahaman tentang UU No.2 Th. 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, sehingga didalam pelaksanaannya setiap pihak yang berkepentingan menjadi paham akan adanya perubahan yang mendasar ini.

MATERI :
•    Latar belakang lahirnya UU No.2 Th 2004
•    Jenis - jenis perselisihan hubungan industrial (PHI)
•    Usaha - usaha mencegah timbulnya PHI
•    Penyelesaian PHI secara Birpatrit
•    Penyelesaian PHI melalui Mediasi
•    Penyelesaian PHI melalui konsiliasi dan syarat menjadi konsiliator
•    Penyelesaian PHI melalui Arbitrasi dan syarat menjadi Arbiter
•    Penyelesaian PHI melalui Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahkamah Agung
•    Studi Kasus beberapa kasus perselisihan hubungan industrial

PESERTA :
Staf dan Manajer HRD, GA, Seluruh Karyawan & Public




Total Quality Management

Deskripsi :
TQM atau Total Quality Management adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi. Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah "suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat." Filosofi dasar dari TQM adalah "sebagai efek dari kepuasan konsumen, sebuah organisasi dapat mengalami kesuksesan."
Kendaraan yang digunakan dalam TQM adalah Manajemen Harian, Manajemen Kebijakan, Manajemen Cross-functional dan Gugus Kendali Mutu. TQM telah digunakan secara luas dalam manufaktur, pendidikan, pemerintahan, dan industri jasa, bahkan program-program luar angkasa dan ilmu pengetahuan NASA
Pada pelatihan ini Peserta dapat memperoleh pengetahuan yang terpadu tentang prinsip-prinsip manajemen yang dikembangkan berdasarkan paradigma baru yang sedang tumbuh untuk melengkapi pelatihan dasar-dasar TQM. Sehingga setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat mengimplementasikan Total Quality Management (TQM) di perusahaan.

Course Outline :
•    Mindset yang paling sesuai dengan lingkungan bisnis
•    Kemitraan usaha
•    Strategic cost reduction
•    Effective management control systems
•    Activity-based budgeting
•    Activity-based management
•    Training & development
•    Pengembangan organisasi yang pas untuk menghadapi lingkungan bisnis kontemporer
•    Pergeseran ukuran kinerja ke cost-effectiveness
•    Pendelegasian wewenang versus pemberdayaan karyawan
•    Employee practices TQM organizations
•    Preparing for implementation

TUJUAN
Setelah mengikuti training, peserta diharapkan:
1.    Mampu menguasai konsep TQM
2.    Mampu mengidentifikasi sumber masalah dan peluang inovasi
3.    Mampu berkomunikasi dengan bahasa yang sama dan bekerja sama mendukung program organisasi agar memiliki daya saing dan berkembang.
4.    Mampu memberi saran/solusi guna peningkatan berkesinambungan dalam menerapkan TQM di organisasi.

PESERTA  
Wakil Manajemen, Kandidat Wakil Manajemen, Tim Implementasi TQM, Manager, Kepala Departemen, Kepala Seksi, Supervisor, praktisi di bidang peningkatan berkesinambungan: produksi, operasional dan semua pihak yang terkait dengan proses peningkatan.




Tender Evaluation / Bidding Procedure

Deskripsi :


Proses tender / bidding yang meliputi: pembuatan dokumen tender, seleksi vendor, evaluasi sampai penetapan pemenang merupakan tahap yang cukup krusial, sebelum mulainya suatu hubungan kerja sama antara buyer dan vendor. Baik pihak buyer (panitia tender / tender commitee) maupun vendor, keduanya memerlukan pengetahuan yang memadai agar mampu melewati proses seleksi bisnis dengan sebaik-baiknya.

Materi Pelatihan :


•    Kerangka prosedur & proses pelelangan
•    Prequalification of bidder
•    Dokumen tender & TOR
•    Pembuatan owner estimate
•    Tender evaluation
•    Selection & employment of consultants
•    Vendor selection analysis
•    Memilih metoda pembayaran yang tepat
•    Ketentuan-ketentuan dan "constraint' dalam pelelangan(tender)
•    Effektivitas e – auction
•    Tender negotiation
•    Price escalation
•    Perhitungan tingkat kandungan lokal
•    Persyaratan & pemilihan system kontrak

Peserta :
Tender Commitee Personnel, Procurement / Logistic People, Legal Departement, Financial Departement




Statistical Process Control (SPC)

Deskripsi :
Proses apapun pasti memiliki variasi dari output yang dihasilkan, yang sebenarnya diakibatkan oleh opersionalisasi proses bersangkutan. Variasi sangat tidak diinginkan dan menimbulkan permasalahan bilamana menyebabkan banyak output yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Statistical Process Control (SPC) adalah seperangkat tool yang umum digunakan diindustri dan telah terbukti efektif dalam mengendalikan dan mengurangi variasi yang ada didalam proses. Kesetabilan proses ini akan perlu dilanjutkan dengan analisis terhadap kapasitas proses dalam memenuhi spesifikasi.

Materi :

•    Introduction of Statistical Process Control (SPC)
•    Pemahaman dan penguasaan proses dengan Flow-Chart
•    Konsep Measurement System Analysis (MSA)
•    Pengumpulan data dengan Check-Sheet
•    Visualisasi data dengan Histogram
•    Verifikasi hubungan antar variabel (atau parameter) dengan Scatter Diagram
•    Prioritas permasalahan yang perlu ditangani dengan Pareto Diagram
•    Pencarian akar penyebab permasalahan dengan Couse-and-effect diagram
•    Monitoring dan pengendalian proses dengan control chart.
•    Komputasi kapabilitas proses dengan Capibility Analysis.

Peserta :

Staf, supervisor, manager,, staff logistic, PPIC, product development, atau yang terkait dengan process conrolling




PELATIHAN AMDAL TIPE C

ABSTRAK

AMDAL merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan.

Ketentuan –ketentuan mengenai AMDAL mengacu pada peraturan pemerintah PP. No. 27 Tahun 1999 Pasal 1 butir 1. Adapun waktu yang diperlukan untuk memahami secara lebih komprehensif apa itu AMDAL melalui pelatihan yang terbagi kedalam beberapa jenjang (tingkatan). Yaitu pelatihan  AMDAL tipe A ; merupakan jenjang kursus untuk memahami dasar-dasar mengenai ilmu AMDAL, pelatihan AMDAL Tipe B, merupakan jenjang pelatihan untuk memahami bagaimana membuat atau melaksanakan studi AMDAL terhadap suatu rencana kegiatan atau proyek. Sedangkan pelatihan AMDAL tipe C merupakan jenjang pelatihan untuk memahami dan mendalami bagaimana menilai suatu dokumen AMDAL sebuah proyek yang selesai di buat.

Waktu yang di perlukan untuk memahami masing-masing jenjang adalah; untuk AMDAL tipe A : 2 minggu, AMDAL tipe B : 1,5 bulan dan AMDAL tipe C : 2 minggu. Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih jauh  bagaimana menilai suatu dokumen AMDAL yang sudah selesai dibuat (AMDAL tipe C)

TUJUAN

Peserta menguasai peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan untuk penilaian dan pengambilan keputusan AMDAL; Peserta menguasai metoda dan teknik penilaian dokumen KA-ANDAL, ANDAL, RKL, dan RPL; Peserta mampu melaksanakan tata cara penilaian dokumen AMDAL.

MATERI PELATIHAN:

A. KEBIJAKAN LINGKUNGAN
•    Kebijaksanaan Nasional Pembangunan Lingkungan Hidup
•    Etika Lingkungan
•    Hukum Lingkungan
•    Tata Ruang

B.  ILMU LINGKUNGAN
•    Dasar-Dasar Ekologi
•    Tipologi Ekosistem dan Kerawanannya
•    Aspek Sosial dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
•    Ekonomi Lingkungan

C.  PENGERTIAN, PROSES, MANFAAT & METODOLOGI AMDAL
•    Pengertian, Proses dan Manfaat AMDAL
•    P e l i n g k u p a n
•    Teknik Konsultasi Publik
•    Kajian alternatif-alternatif dalam AMDAL
•    Prakiraan Dampak
•    Evaluasi Dampak
•    Dampak Kumulatif

D.  DAMPAK PEMBANGUNAN DAN PENANGANANNYA
•    Dampak pada Iklim & Atmosfer
•    Dampak Bising, Getaran dan Bau
•    Dampak pada Kualitas Udara
•    Dampak pada Sumber daya air
•    Dampak pada hidrodinamika kelautan
•    Dampak pada Penggunaan Lahan dan Tata Ruang
•    Dampak Pada Tanah, Lahan dan Tataguna Lahan
•    Dampak pada struktur bawah permukaan
•    Dampak pada Ekosistem Perairan
•    Dampak pada Ekosistem Perairan
•    Dampak pada Demografi
•    Dampak pada Sosial Ekonomi
•    Dampak pada Sosial Budaya
•    Dampak pada Kesehatan Masyarakat

E.  PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN
•    Pengelolaan lingkungan
•    Pemantauan Lingkungan

F.  METODOLOGI PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA
•    Geofisik
•    Komponen Geofisik
•    Komponen Oseanografi
•    Komponen Transportasi & Tata Ruang
•    Komp. Tanah, Lahan & Tataguna Lahan
•    Kimia Udara
•    Komponen Kimia Udara
•    Komponen Bising, Getaran dan Bau
•    Komponen Air Tawar
•    Komponen Air Laut

G.  Biologi
•    Komponen Biota Darat
•    Komponen Biota Air
•    Sosial
•    Komponen Sosio Demografi
•    Komponen Sosial Ekonomi
•    Komponen Sosial Budaya
•    Kesehatan Masyarakat

I. TATA LAKSANA PENILAIAN AMDAL

J. SIMULASI PENILAIAN DOKUMEN AMDAL
•    Penilaian Dokumen KA. ANDAL
•    Latihan Penilaian Dokumen KA. ANDAL
•    Simulasi Sidang Komisi Penilaian KA. ANDAL
•    Penilaian Dokumen ANDAL
•    Penilaian Dokumen RKL-RPL
•    Latihan Penilaian Dokumen ANDAL, RKL-RPL
•    Simulasi Sidang Komisi Penilaian Dokumen ANDAL, RKL-RPL

K.  EVALUASI
•    Tulis
•    Lisan




PELATIHAN AMDAL TIPE B

ABSTRAK :

AMDAL merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan.

Ketentuan –ketentuan mengenai AMDAL mengacu pada peraturan pemerintah PP. No. 27 Tahun 1999 Pasal 1 butir 1. Adapun waktu yang diperlukan untuk memahami secara lebih komprehensif apa itu AMDAL melalui pelatihan yang terbagi kedalam beberapa jenjang (tingkatan). Yaitu pelatihan  AMDAL tipe A ; merupakan jenjang kursus untuk memahami dasar-dasar mengenai ilmu AMDAL, pelatihan AMDAL Tipe B, merupakan jenjang pelatihan untuk memahami bagaimana membuat atau melaksanakan studi AMDAL terhadap suatu rencana kegiatan atau proyek. Sedangkan pelatihan AMDAL tipe C merupakan jenjang pelatihan untuk memahami dan mendalami bagaimana menilai suatu dokumen AMDAL sebuah proyek yang selesai di buat.

Waktu yang di perlukan untuk memahami masing-masing jenjang adalah; untuk AMDAL tipe A : 2 minggu, AMDAL tipe B : 1,5 bulan dan AMDAL tipe C : 2 minggu. Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih jauh tentang bagaimana membuat dan melaksanakan studi AMDAL terhadap suatu rencana atau proyek (AMDAL tipe B).


TUJUAN

•    Peserta mengetahui dan menguasai peraturan pelaksanaan AMDAL serta mekanisme penyusunan AMDAL;
•    Peserta mempunyai kemampuan dan ketrampilan menerapkan metoda untuk penyusunan KAANDAL, ANDAL, RKL, dan RPL

MATERI PELATIHAN:

A. KEBIJAKSANAAN NASIONAL PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP

•    Kebijaksanaan Nasional Pembangunan Lingkungan Hidup
•    Hukum Lingkungan
•    Penataan Ruang

B. ILMU LINGKUNGAN
•    Dasar-dasar Ekologi
•    Tipologi Ekosistem dan Kerawanannya
•    Ekosistem Buatan
•    Aspek sosial dalam pengelolaan lingkungan hidup
•    Ekonomi Lingkungan

C. PENGERTIAN, PROSES, MANFAAT, DAN METODOLOGI AMDAL
•    Pengertian, Proses dan Manfaat AMDAL
•    Pelingkupan
•    Teknik Konsultasi Masyarakat
•    Kajian alternatif-alternatif dalam AMDAL
•    Prakiraan Dampak
•    Prakiraan Dampak Geofisik
•    Prakiraan Dampak Kimia
•    Prakiraan Dampak Biota Darat
•    Prakiraan Dampak Biota Air
•    Prakiraan Dampak Sosio Demografi
•    Prakiraan Dampak Sosial Budaya
•    Prakiraan Dampak Kesmas
•    Evaluasi Dampak
•    Evaluasi Dampak Metode Matriks
•    Evaluasi Dampak Metode Non Matriks
•    Dampak Kumulatif
•    Studi Kasus Metodologi AMDAL
•    Valuasi Ekonomi Dampak Lingkungan
•    Teknik Penyusunan dan Penilaian AMDAL

D. DAMPAK PEMBANGUNAN DAN PENANGANANNYA
•    Dampak pada Iklim & Atmosfer
•    Dampak Bising, Getaran dan Bau
•    Dampak pada Kualitas Udara
•    Dampak pada Sumber daya air
•    Dampak pada hidrodinamika kelautan
•    Dampak pada Penggunaan Lahan dan Tata Ruang
•    Dampak Pada Tanah, Lahan dan Tataguna Lahan
•    Dampak pada struktur bawah permukaan
•    Dampak pada Ekosistem Perairan
•    Dampak pada Ekosistem Perairan
•    Dampak pada Demografi
•    Dampak pada Sosial Ekonomi
•    Dampak pada Sosial Budaya
•    Dampak pada Kesehatan Masyarakat

E. JENIS KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN DAMPAKNYA PADA LINGKUNGAN
•    Dampak dari jenis kegiatan kehutanan
•    Dampak dari jenis kegiatan pertambangan dan energi
•    Dampak dari jenis kegiatan perhubungan
•    Dampak dari jenis kegiatan pariwisata
•    Dampak dari jenis kegiatan limbah B3

F. PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN
•    Pengelolaan lingkungan
•    Pemantauan Lingkungan

G.  METODOLOGI PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA
•    Geofisik
•    Komponen Geofisik
•    Komponen Oseanografi
•    Komponen Transportasi & Tata Ruang
•    Komp. Tanah, Lahan & Tataguna Lahan
•    Kimia Udara
•    Komponen Kimia Udara
•    Komponen Bising, Getaran dan Bau
•    Komponen Air Tawar
•    Komponen Air Laut
•    Biologi
•    Komponen Biota Darat
•    Komponen Biota Air
•    Sosial
•    Komponen Sosio Demografi
•    Komponen Sosial Ekonomi
•    Komponen Sosial Budaya
•    Kesehatan Masyarakat

H.  LATIHAN PENYUSUNAN AMDAL
•    Pengenalan & Peragaan Alat Sampling
•    Penyusunan KA. ANDAL
•    Presentasi Laporan KA. ANDAL
•    Praktek Lapangan
•    Latihan Penyusunan ANDAL, RKL-RPL
•    Presentasi Penyusunan ANDAL, RKL-RPL
•    Perbaikan/Penyempurnaan dokumen

I. EVALUASI : Evaluasi Tulis : Evaluasi Lisan





Fluid Flow Measurement
Operation, Maintenance and Calibration

Deskripsi
Fluida adalah zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk (distorsi) secara permanen. Bila kita mencoba mengubah bentuk suatu massa fluida, maka di dalam fluida tersebut akan terbentuk lapisan-lapisan di mana lapisan yang satu akan mengalir di atas lapisan yang lain, sehingga tercapai bentuk baru. Selama perubahan bentuk tersebut,terdapat tegangan geser (shear stress), yang besarnya bergantung pada viskositas fluida dan laju alir fluida relatif terhadap arah tertentu.

Bila fluida telah mendapatkan bentuk akhirnya, semua tegangan geser tersebut akan hilang sehingga fluida berada dalam keadaan kesetimbangan. Pada temperatur dan tekanan tertentu, setiap fluida mempunyai densitas tertentu. Jika densitas hanya sedikit terpengaruh oleh perubahan yang suhu dantekanan yang relatif besar, fluida tersebut bersifat incompressible. Tetapi jika densitasnya peka terhadap perubahan variabel temperatur dan tekanan, fluida tersebut digolongkan compresible  .

Zat cair biasanya dianggap zat yang incompresible, sedangkan gas umumnya dikenal sebagai zat yang compresible.  Perilaku zat cair yang mengalir sangat bergantung pada kenyataan apakah fluida itu berada di bawah pengaruh bidang batas padat atau tidak. Di daerah yang pengaruh gesekan dinding kecil, tegangan geser dapat diabaikan dan perilakunya mendekati fluida-ideal, yaitu incompressible dan mempunyai viskositas 0. Aliran fluida ideal yang demikian disebut aliran potensial.

Pengukuran debit aliran fluida pada industri pengilangan minyak merupakan hal yang sangat banyak dilakukan. Beberapa metode sudah dipakai untuk mengukur debit tersebut. Maka dalam dunia industri orang yang di tempatkan sebagai pemegang kendali dalam dunia industri yang berkaitan dengan fluida ini harus benar-benar memahami bagaimana cara kerja, perawatan dan pengukurannya. Setelah mengikuti kursus ini, diharapkan peserta dapat memahami metode-metode pengukuran aliran fluida, baik gas maupun cair secara tepat dan benar.

Materi
1.    Konsep dasar pengukuran
2.    Karakteristik fluida (cairan dan gas)
3.    Dasar pengukuran aliran
4.    Alat ukur aliran cairan (mekanis dan elektris)
5.    Alat ukur aliran gas
6.    Kalibrasi flowmeter (cairan dan gas)
7.    Perawatan flowmeter
8.    Dasar sistem kendali

Peserta
Para pekerja yang bergerak pada bidang permesinan dan instrumentasi dari berbagai industri seperti perminyakan, pembangkit tenaga listrik, pupuk, petrokimia, semen, baik sebagai engineer, operator maupun perawatan





BOILER & STEAM GENERATION

Description:
This course covers both the history of combustion and the theory of boiler control. This includes the associated safeguarding system and operational procedures to ensure safety of equipment and personnel.

Outline:

•    Heat Exchanger Theory and Operation
•    Heat Transfer Media
•    Boiler Feedwater
•    The Formation of Steam
•    The use of Steam
•    Basic design of Steam Boilers
•    Boiler Auxiliaries
•    Process Steam Distribution

•    Types of Boilers
o    Fire Tube Boilers
o    Cornices and Lancashire
o    The Economic Boiler
o    Oil/ Gas Fired Boilers
o    Electrical Boilers
o    Immersion Element Boilers
o    Electrode Boiler
o    Water Tube Boilers
o    Low Water Content Coil Boilers
o    Superheaters
•    Types of Burners
o    Oil and Gas Burners
o    Pressure Jet Atomizers
o    Two Fluid Atomizers
o    Spinning Cup or Rotary Atomizers
o    Emulsifying Atomizers
o    Steam or Assisted Pressure Jets
o    Coal Burners

•    Boilers Ancillary Plant
•    Safety Valves
•    High and Low Alarms
•    Water Gauges
•    Blowdown Systems
•    Automatic Blowdown
•    Scot Blowers
•    Pressurisation Systems
•    Avoiding Corrosion in Boilers
•    Combustion Theory
•    Types of Control System used for Fuel efficient Systems
•    Control of Emissions
•    Control of Oxygen, Carbon monoxide and Carbon Dioxide Emissions

•    Types of Boiler Control Systems
•    Overcoming the Reverse Process Reaction Curve
•    A cascade Control System
•    Fuel Control System for a Boiler
•    A Ratio Control
•    Air Fuel Ratio Control
•    Minimum Fuel Flow Limitations
•    A Mechanical Minimum Stop
•    Burner Control for a System with a Mechanical Minimum Stop
•    Pneumatic Minimum Stop
•    Minimum Stop Adjustment
•    Other Types of Burner
•    Non-return Pressure Atomized Burner
•    Steam Atomized Burners
•    Fuel Gas Burners

•    Boiler Control System
o    Fuel Leading Control System
o    Compensating for Fuel Gas Density Variations
o    Basic fired Equipment Safety Demand
o    Matching the Fuel and air Proportions
o    The Airflow Controller
o    Protecting Against Boiler Drum Excessive Fuel Usage
o    Boiler Drum Level Control
o    Boiler Drum Pressure Control
o    Steam Temperature Control
•    Safeguarding Systems
o    Prevention of Unsafe Situations
o    Practical Control Systems
o    Test
o    Certificate Issue




BOILER PLANT OPERATION AND MANAGEMENT
for Engineers & Technicians


ABTRACT
The Boiler Plant Operation and Management workshop is an intensive, highly practical and useful two-day workshop. You will gain the most up-to-date information and practical understanding of the installation, operation, maintenance and management of boiler plants. This workshop will give you the ability to recognise and solve boiler problems simply, easily and with confidence. And we will learn The installation, operation, maintenance and management of boiler plants

CONTENT :

1.    INTRODUCTION
  • Types of package boilers and their applications
  • Boiler components, terminology and definitions
2.    FUEL COMBUSTION AND STEAM GENERATION PROCESS
  • Overview of the boiler heating and steam generation process
  • Influence of fuel types on boiler design and operation
  • Firing appliances
  • Basics to the theory of combustion and fundamentals of steam generation
  • Thermal efficiency
  • Fire-side deposits and their influences
3.    BOILER AUXILIARY PLANT
  • Water treatment and dosing plant
  • Feed water pumps, valves, steam traps,piping, fans, and dampers
  • Firingsystems
  • Economisers and heat recovery equipment
  • Flue gas cleaning and dust removal
  • Soot blowers
Practical session and questions
4.    OPERATIONS AND CONTROLS
  • Boiler instrumentation and its purpose
  • Typical P&I diagrams for coal/oil fired package units
  • OEM operating manuals
  • Control systems or loops
  • Operation and control philosophy,sequences and procedures
  • Safety equipment and emergency procedures
  • Typical operational problems, reasons for the problems
  • Troubleshooting
  • Operating records and logs
  • The do's and don'ts of boiler operation and corrective action
5.    PRESSURE CONTAINING COMPONENTS
  • Basics to codes calculation theory and assumptions
  • Overview of design parameters for shell,furnace, plates and tubing
  • Importance of pressure part inspection
6.    PLANNING AND MANAGING BOILER MAINTENANCE
  • Critical importance of maintenance policies and programmes
  • Manufacturers literature and requirements
  • Regularity of inspections and maintenance
  • Critical items for maintenance for safety,efficiency and reliability
  • Country/state legislation regarding inspection and repairs
  • Authorised inspection authority involvement
  • Maintenance records and preventative maintenance
  • In-house vs contractor repair maintenance
  • The do's and don'ts in terms of boiler maintenance
7.    MANAGING BOILER REPAIRS AND MODIFICATIONS
  • When does a boiler repair become a boiler modification?
  • Importance of historical records
  • Understanding the steps and requirements when undertaking modifications
  • Boiler owner and contractor responsibilities
  • AIA and their inspection points
  • The do's and don'ts regarding boiler repairs
8.    COLD STORAGE OF A BOILER
  • Importance of an established storage period, preservation steps and return of the boiler
  • Storage instructions and procedures
  • Consequences of no plan
9.    EMISSION CONTROLS AND ENVIRONMENTAL CONSTRAINTS
  • Types of emissions for different fuels fired
  • Control of boiler flue gas emission
  • Flue gas cleaning and scrubbing equipment
  • Oil and gas burner design to reduce NOx emissions
  • Effectiveness of gas cleaning or scrubbing equipment
  • Acceptable emission levels
OBJECTIVES
This practical three-day workshop will give you the knowledge to enable you to:
•    identify the various types of boilers
•    use essential terms and understand their key applications
•    describe the typical characteristics of fuels fired
•    perform basic combustion and process calculations
•    recognise the impact fuels have on the boiler heat transfer surfaces
•    describe the ancillary equipment associated with steam boiler plants and their integral role in the safety of the boiler
•    discuss the correct operation, control sequences and procedures for the safe operation of a typical fire-tube boiler plant
•    outline the applicable pressure part design codes and explain their influence on boiler pressure parts sizing, inspection and non-destructive examination
•    initiate an effective inspection and maintenance programme
•    minimise forced outages and prevent serious damage to boiler equipment
•    provide an overview of the legislative requirements plus the essential steps and responsibilities for the repair of boilers
•    recognise the importance of and implement the procedures for the protection of a boiler during cold storage
•    outline the technologies available for the reduction of emission levels and the applicable international legislative controls

WHO SHOULD ATTEND:
Senior Boiler Plant Operators, Repairers & Installers, Boiler Plant Construction Managers, Plant Engineers , Operation, Maintenance, Inspection & Repair Managers, Supervisors & Engineers , Mechanical Engineers & Technicians , Design Engineers , Insurance Company Inspectors , Consulting Engineers




Boiler Operation and Maintenance

Deskripsi :
Pemeliharaan mesin-mesin produksi sangat penting untuk mendukung jalannya proses produksi. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam pengoperasian dan perawatan Boiler agar dicapai kontinyuitas, kehandalan dan keselamatan operasi Boiler sesuai kebutuhan.

Course Outline :
•    Boiler dan operasinya
•    Perawatan bagian-bagian boiler
•    Pemeriksaan boiler
•    Operasi peralatan instrument
•    Operasi peralatan listrik
•    Bahan bakar dan pembakaran
•    Penyediaan air umpan
•    Maintenance dan trouble-shooting

Peserta:
Kursus ini dapat diikuti oleh engineer, supervisor, teknisi, operator utilities unit pengolahan, petrokimia dll.




BEARING TECHNOLOGY AND LUBRICATION SYSTEMS

ABSTRACT
This course covers real-world bearing lubrication in a dynamic, skills-based learning approach. Upon course completion, students will have learned the skills needed to choose, apply and maintain lubricants in bearing applications plant wide.
Upon completion this course,
•    Participant will be able to evaluate and select appropriate lubricants for a wide variety of rolling element bearing applications. For greased applications, this includes choosing an appropriate grease base, stiffness, base oil and additives, if needed, for proper operation.
•    The participant will also be able to compute grease intervals and re lubrication amounts for a variety of application conditions, such as contamination, high or low temperatures and vibration.
•    For oil lubricated applications, the participant will be able to choose the correct oil viscosity, delivery method (standing oil, circulating oil, air/oil, oil mist) and oil change out intervals.
•    The participant will be to evaluate filter effectiveness, and to select and apply appropriate filter(s).
•    The participant will be able to troubleshoot common lubrication problems and recommend corrective actions.
•    provide the participants with theory and practical aspects of bearing technology and lubrication for industrial applications. The course will discuss rolling element bearing, hydrodynamic and hydrostatic bearing technology, including the selection of bearing type and size, applications, mounting and dismounting, maintenance, and bearing failures.

COURSE CONTENTS

1. Lubrication fundamentals
•    Functions of lubrication
•    Basic expressions
•    Lubricant additives and their effects
•    Avoiding surface damage in bearings
2. Grease lubrication
•    Grease functions and properties
•    Grease delivery and metering systems
•    Selection of grease type: choosing the right grade, base, and oil for you application
3. Oil lubrication
•    Choosing the right lubricant: oil and grease quality standards and testing
•    Effects of cleanliness and contamination
•    Using bearings new life theory to predict effects of contamination
•    Effects of water ingress
•    Effective use of filtration, choosing the right filter
•    Change out intervals
•    Bearing housing design concepts
•    Comparison of oil delivery methods: static, wick-feed, lifting rings,  circulating oil, mist, air-oil, oil spot
•    Determining oil flow rates
4. Applying lubricants
•    Determining lubrication quantities and intervals
•    Hands-on lubrication and lubrication procedures for pillow blocks, ball bearings, roller bearings, sealed and shielded bearings
•    Electric Motor lubrication
5. Common error
Over greasing, under greasing, mixing greases

WHO SHOULD ATTEND
Mechanical engineers, maintenance engineers and supervisors, service engineers and supervisors, work over engineers and supervisors, maintenance technicians, etc.







BALANCING   AND   TOTAL   ALIGNMENT

DESKRIPSI
Memberikan pengetahuan tentang balancing dan alignment, ciri ciri un-balance, misaligned dan bagaimana melakukan balancing, balancing machine dan alignment.

MATERI
A.    PENDAHULUAN
•    Frekuensi
•    Perpindahan
•    Kecepatan
•    Percepatan
•    Sudut Fasa
•    Fungsi Sinus
•    Fugsi Cosinus
B.    ALIGNMENT
•    Pengantar, klasifikasi alignment dan misalignment
•    Istilah-istilah yang digunakan pada persoalan alignment (indicator sag, soft foot, etc)
•    Peralatan yang digunakan untuk alignment
•    Alignment tolerance
•    Pengambilan data
•    Perhitungan alignment
C.    BALANCING
•    Pengantar mengenai balancing
•    Terminologi yang berhubungan dengan balancing
•    Teori balancing
•    Pengukuran sudut fasa
•    Dinamic balancing
•    Balancing tolerance
•    Balancing machine

PESERTA
Manajer Perawatan / Superintendent / Engineer / Supervisor / Planner Production Manager / Superintendent / Engineer / Supervisor Plant Manager / Superintendent / Engineer / Supervisor. Semua orang yang ingin menambah pengetahuan dan minat dalam pelatihan tersebut.




APPLICATION AND CONTROL OF ANTICORROSION PAINTS AND SYSTEMS

Abstrac
To provide an understanding of the properties of anticorrosion paints then demonstrate the technique of application, control and defect detection, with practical exercises to aid their assimilation. The course also covers standards, specifications and current safety regulations.

Content
1.    Characteristics and properties of anticorrosion paints and systems
•    Paint constituents
•    Physical characteristics of a paint
•    Paint manufacture and recent developments
•    Different types of industrial paint
2.    Paint application in industry
•    Preparation of surfaces
•    Application
•    Preparation and types of paints for normal environments as a function of the equipment
3.    Inspection, control and commisioning
•    Paint defects, causes, control procedures
•    Remedial action and repair techniques
•    Consideration of specifications and rules to be observed
•    Tests performed on painted metals
4.    Site visit

Objective
to Provide a broader knowledge of the properties of anticorrosion paints and a better understanding of the techniques of application required to get an effective and durable anticorrosion system. On completion of course, participant know :
•    The caracteristics of the main types of industrial paints
•    How to set an inspection procedure of products, preparation of surface, application tests perfomed on painted metals.

Who Should Attend   
Managerial and technical staff from the oil, gas and petrochemical industries
Involved in Specifyng, Maintaining and Inspecting Painted Surface.




OUTSOURCING STRATEGY
WITHIN LOGISTICS MANAGEMENT

DESKRIPSI:
Pada proses pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan bagi keperluan operasi produksi perusahaan, umumnya dilakukan melalui supplier, kontraktor melalui berbagai tata cara pengadaan. Agar aktivitas yang dilakukan dapat berhasil dengan baik, perlu dipahami arti dari pada outsourcing pada bidang logistik sehingga bisa diperoleh material, barang ataupun jasa yang ekonomis. Peran dari pada rekanan semakin diharapkan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan didalam pengadaan barang dan jasa untuk perusahaan didalam menghadapi persaingan usaha bisnis bagi End Produk-nya. Review dari outsourcing strategy perlu dilakukan untuk memperbaiki atau menghindari kesalahan-kesalahan yang terjadi pada rangkaian aktivitas logistik pada pengadaan barang dan jasa. Kesalahan penerapan outsourcing strategy pada aktivitas logistik akan menimbulkan kerugian yang besar bagi perusahaan.

MATERI PELATIHAN:
1. Logistic Role In Supply Management
•    Supply chain logistic's material
2. Outsourcing Pada Manajemen Logistik
•    Konsep dasar outsourcing
•    Outsourcing pada aktivitas logistik
•    Term of delivery
•    Pengukuran keberhasilan outsourcing
•    Dampak positif dan negatif outsourcing
•    Kontrol pelaksanaan outsourcing
•    Human staffing pada outsourcing
3.    Sourcing & Supplier Selection  
•    Klasifikasi 
•    Kualifikasi 
•    Status
4.    Supplier Evaluation
5.    Potential Source Evaluation
6.    Ethical Consideration on Supplier Selection : Etika bisnis dalam aktifitas logistik 
7.    Cost Approach VS Market Approach 
8.    Method on Price Determination VS Owner Estimates
9.    Cost Analysis of Good’s Price




MEMBANGUN QUALITY ASSURANCE

DESKRIPSI

Dalam dunia bisnis yang semakin mengglobal, peningkatan kualitas yang terus menerus  menjadi salah satu kunci sukses dalam persaingan bisnis tersebut.  Pelatihan ini akan menjelaskan mengenai  bagaimana melakukan penjaminan kualitas..  Isi pelatihan mancakup bagaimana memahami pentingnya jaminan kualitas, metode-metode penjaminan kualitas, proses pengendalian, dan maintenance management untuk peningkatan kualitas dan produktivitas.

TUJUAN
Setelah mengikuti kursus, peserta diharapkan Mampu menyusun program pengendalian kualitas pekerjaan konstruksi, Mampu melakukan analisa dan mengambil keputusan terhadap hasil laporan pengendalian kualitas pada berbagai pekerjaan konstruksi.

MATERI
•    Pengenalan konsep jaminan mutu dan pengendalian mutu (QA/QC)
•    Pengertian Nilai, Harga dan Mutu
•    Pengenalan konsep manajemen mutu
•    Metode Pengendalian Mutu berbasis statistik
•    Pengenalan konsep QC
•    Pengumpulan, organisasi dan analisa data
•    Penyusunan dan penggunaan gambar kendali (Control Chart)
•    Spesifikasi jaminan mutu (Quality Assurance Specification)
•    Pengenalan konsep QAS
•    Prosedur dan Proses penyusunan QAS
•    Manajemen mutu pada industri konstruksi
•    Kajian umum konsep TQM
•    Zero Benchmarking
•    Kegagalan TQM pada Industri Kontruksi
•    Partnering
•    ISO 9000 pada Industri Konstruksi
•    Pengenalan Standard ISO 9000
•    Struktur standard sistem mutu dan ISO 9000
•    Aplikasi ISO 9000 pada Industri Konstruksi
•    Proses dan Prosedur sertifikasi ISO 9000

PESERTA
HRD Staff, Head Section, Supervisor & Manager, Administration & Tender Contract Staff, Head Section, Supervisor & Manager, etc.





ISO 9000:2000 SERIES QMS INTERNAL AUDITOR

Deskripsi
Audit merupakan kegiatan yang penting untuk kemajuan dan peningkatan kinerja organisasi. Dari hasil audit yang baik, manajemen dapat mengetahui kondisi proses-proses di organisasi sehingga dapat melakukan perbaikan-perbaikan dan lebih daripada itu, melakukan peningkatan dan pengembangan secara terus menerus. Pada pelatihan ini, peserta akan dibekali dengan konsep, keterampilan, dan teknik audit sistem manajemen, mengacu pada Standar Istem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 disertai pemahaman persyaratannya dari sudut pandang seorang auditor.

Materi
•    Pengenalan terhadap mutu dan standar mutu
•    Pemahaman mengenai audit dan siklus audit (audit life cycle)
•    Perencanaan audit
•    Sistem mutu terdokumentasi dan audit sistem mutu
•    Penyusunan daftar periksa (checklist) yang efektif
•    Keterampilan dan teknik audit
•    Audit berdasar proses
•    Opening dan closing meeting
•    Analisa dan presentasi temuan
•    Penulisan dan penyusunan laporan audit
•    Latihan dan Studi kasus

Tujuan
Pelatihan ini dirancang untuk memeberikan pemahaman menyeluruh dan keterampilan teknis unutk manjadi seorang internal auditor, khususnya auditor sistem manajemen mutu di dalam organisasi. Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan dapat :
•    Memahami persyaratan ISO 9001 : 2001
•    Memahami apa dan mengapa diperlukan internal audit
•    Mengetahu tatacara dalam melaksanakan internal audit
•    Mengetahui mekanisme dalam pembuatan internal audit
Pelatihan ini menggunakan persyaratan ISO 9001 : 2001 sebagai referensi dam berdasarkan ISO 19011 yang merupakan panduam untuk audit sistem manajemen mutu dan/atau sistem manajemen lingkungan

Peserta :
Manajer, Supervisor, HRD maupun Tim sistem mutu yang ingin menambah wawasan untuk menjadi internal.




ISO 14000:2004
SERIES EMS CONCEPT AND IMPLEMENTATION

Deskripsi
Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, makin banyak organisasi berupaya untuk merealisasikan komitmen di bidang pengendalian lingkungan. Untuk itu, standar ISO 14001 menjadi pedoman bagi banyak organisasi untuk mengarahkan kepedulian lingkungan melalui alokasi sumber daya dan evaluasi kegiatan, produk, serta jasa yang berdampak pada lingkungan. Dalam pelatihan ini, akan mempelajari prinsip dasar pengelolaan lingkungan dan bagaimana pengawasan dan perbaikan terus-menerus dalam rangka model Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000 versi 2004.

Materi
1.    Pengantar Manajemen Lingkungan
2.    Agenda Lingkungan untuk Bisnis
3.    Pengelolaan kinerja lingkungan
4.    Audit Lingkungan
5.    Interpretasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO14001
6.    Perencanaan implementasi Sistem Manajemen Lingkungan
7.    Melakukan persiapan tinjauan lingkungan
8.    Menyusun kebijakan lingkungan
9.    Dokumentasi sistem manajemen lingkungan
10.    Peningkatan kinerja lingkungan

Peserta :
Para Staff, Supervisor ataupun Manager yang bertanggung jawab dalam pengembangan Sistem Manajemen Lingkungan.




ISO 14000:2004 SERIES EMS INTERNAL AUDITOR

Deskripsi
Audit internal Sistem Manajemen Lingkungan adalah pencapaian praktis peningkatan kebijakan untuk peningkatan terus-menerus dan pencegahan pencemaran dengan mencapai tujuan yang ditetapkan perusahaan dan program peningkatan. Pelatihan ini dirancang untuk menambah pengetahuan dan keterampilan peserta sebagai anggota tim audit sistem manajemen lingkungan.

Materi
•    Pengenalan untuk audit lingkungan
•    Penggunaan standar manajemen lingkungan ISO 14001 untuk audit
•    Proses audit sistem manajemen lingkungan
•    Audit Adequacy
•    Tujuan, peranan dan tanggung jawab sistem manajemen lingkungan
•    Memulai Audit
•    Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup Audit\
•    Mempersiapkan Audit
•    Melakukan Audit
•    Perencanaan Audit
•    Pengumpulan Data dan Simulasi pemeriksaan
•    Pelaporan Audit
•    Studi Kasus

Peserta
Para staf perusahaan yang bertanggung jawab untuk melakukan audit sistem manajemen lingkungan




EHS MS AUDIT BASED ON ISO 19011
(Pelatihan Audit Manajemen K3 dan Manajemen Lingkungan)

PENGANTAR
Banyak perusahaan saat ini telah melaksanakan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan lingkungan. Biasanya pelaksanaan sistem manajemen tersebut didasarkan atas persyaratan sistem manajemen K3 OHSAS 18001, persyaratan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 dan sistem manajemen K3 sesuai persyaratan Permennaker 05 Tahun 1996. Salah satu elemen atau klausal dari sistem-sistem manajemen tersebut adalah persyaratan untuk dilaksanakannya audit sistem manajemen, baik audit internal maupun audit eksternal untuk melihat kesesuaian pelaksanaan sistem manajemen tersebut dengan kebijakan yang ditetapkan dan persyaratan dari sistem manajemen tersebut di atas. Standar internasional untuk pengelolaan dan pelaksanaan program audit sistem manajemen ini adalah standar ISO 19011. Pelatihan ini akan menjelaskan mengenai prinsip audit system  manajemen, pengelolaan program audit kompetensi dan evaluasi auditor serta interpretasi persyaratan ISO 14001 dan OHSAS 18001.

MATERI PELATIHAN
•    Pengantar audit sistem manajemen
•    Audit sistem manajemen dan persyaratannya
•    Definisi-definisi
•    Prinsip-Prinsip Audit
•    Mengelola program audit
•    Audit program objectives and extent
•    Audit program implementation
•    Audit program records
•    Audit program monitoring and reviewing
•    Aktivitas audit
•    Initiating the audit
•    Conducting document review
•    Preparing for the on-site audit activities
•    Conducting on-site audit activities
•    Preparing, approving and distributing the audit report
•    Completing the audit
•    Conducting audit follow up
•    Kompetensi dan evaluasi auditor
•    Personal attributes
•    Knowledge and skill
•    Education, work experience, auditor training and audit experience
•    Maintenance and improvement of competence
•    Auditor evaluation
•    Interpretasi persyaratan sistem manajemen
•    ISO 14001
•    OHSAS 18001
•    SMK3 sesuai Permenaker PER.05/MEN/1996
•    Demo dan praktek pelaksanaan audit
•    Teknik wawancara
•    Verifikasi lapangan

TUJUAN PELATIHAN
Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para pimpinan perusahaan, praktisi HSE, auditor HSE MS, dan karyawan lainnya untuk :
Memahami prinsip dan pelaksanaan audit system manajemen K3 dan lingkungan
Melaksanakan audit internal untuk sistem manajemen K3 & lingkungan di perusahaan

PESERTA PELATIHAN
Pelatihan ini baik untuk mahasiswa, karyawan dan manajemen perusahaan sebagai berikut:
•    Pimpinan perusahaan atau kepala pabrik
•    Manager atau pimpinan departemen K3L (EHS)
•    EHS engineer
•    Karyawan dan pimpinan bagian quality
•    Pimpinan dan karyawan bagian produksi atau operasi
•    Karyawan lainnya yang ingin menambah wawasan dibidang sistem manajemen K3 dan lingkungan.




Cargo Safety and Transportation Management

DESKRIPSI

Transportasi, Cargo dan Bongkar Muat memegang peranan yang sangat penting dalam bisnis internasional. Transportasi, Cargo dan Bongkar Muat akan menjamin kelancaran lalu lintas barang dalam perdagangan internasional dan menjamin hak pemilikan atas barang dengan pengeluaran dokumen pengapalan yang sangat vital seperti bill of lading, airways bill. Transportasi, Cargo dan Bongkar Muat ekspor impor dapat dilakukan melalui darat, Laut dan Udara.
Para eksekutif di bidang eskpor impor sangat penting sekali untuk memahami dan mempelajari dengan seksama Transportasi, Cargo dan bagaimana keamanannya dalam  Bongkar Muat agar proses transaksi internasional tersebut berjalan dengan lancar.
Workshop ini memberikan pengetahuan yang lengkap mengenai Transportasi, Cargo safety dan Bongkar Muat, karena akan dibahas International transportation, Dokumen-dokumen transpotasi yang dibutuhkan, Jenis – jenis usaha yang berhubungan dengan muatan kapal laut dan lain sebagainya.

COURSE CONTENT
1.    International Transportation
    1.    Pengertian Transportasi Internasional
    2.    Shipping Company
    - Liner dan Conference Liner
    - Tramper
    - Chater Party
2.    Freight (Ongkos Angkut)
    1.    Pengertian & Dasar Perhitungan
    2.    Dead Freight, Mates Freight dan Dock Receipt
3.    Transport Document
    1.    Pengertian Dokumen – dokumen Transportasi
    2.    Jenis – jenis Dokumen – dokumen Transportasi
    - Marine Bill of Lading
    - Air Waybill atau AWB
    - Railway Consigment Note (RCN)
    3.    Jenis – jenis Dokumen Transportasi Lainnya (FIATA)
    - Combidoc
    - Fiata Combined Transport Bill of Lading (FBL)
    - Multidoc
    - Forwarder Certificate of Receipt
    - Waybill
4.    Bill of Lading (B/L)
    1.    Fungsi dari Bill of Lading (B/L)
    2.    Jenis – jenis B/L
    3.    Cara Peralihan B/L
    4.    Praktek Pengisian Formulir Bill of Lading (B/L)
5.    The Haque -VisbyRules & TheHamburgRules
    1.    Sejarah the Haque Rules
    2.    Pokok – pokok dalam the Haque Rules & the Hamburg Rules
6.    Jenis – jenis Usaha yang Berhubungan dengan Muatan Kapal Laut
    1.    EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut)
    2.    Freight Forwarding
    3.    Warehousing (Pergudagangan)
    - Jenis – jenis Gudang
    - Fungsi Gudang
    - Operasi Pergudangan
    4.    Perusahaan Bongkar Muat (PBM)
    - Pengertian Bongkar Muat
    - Ruang Lingkup Pelaksanaan Bongkar Muat
    5.    Lighterage
7.    Cargo (Pengapalan Muatan)
    1.    Pengertian Cargo
    2.    Jenis – jenis Cargo
    3.    Proses Pengapalan Muatan (Cargo)
    4.    Bulk, General dan Homogeneous
    5.    Stowage Plan & Factor
    6.    Broken Stowage
8.    Shipment (Pengapalan)
    1.    Pengertian dari Shipment
    2.    Pihak-pihak yang Terlibat dalam Shipment
    3.    Tanggung Jawab dan Kewajiban Pihak yang Terlibat
9.    International Commercial Terms (Incoterms) 2000
10.    Cargo Safety
    1.    Cargo Operation
    2.    Cargo maintenance

TUJUAN
Pelatihan ini dimaksudkan agar peserta memahami bagaimana mengoprasikan cargo yang aman demi keselmatan bersama dan memahami berbagai kegiatan pengangkutan barang dan bongkar muat yang mencakup International Transportation, Freight (Ongkos Angkut, Transport Document, Bill of Lading (B/L), The Haque – Visby Rules & The Hamburg Rules, Jenis – jenis Usaha yang Berhubungan dengan Muatan Kapal Laut, Cargo (Pengapalan Muatan), Shipment (Pengapalan) dan International Commercial Terms (Incoterms) 2000

PESERTA
`    Export-Import manager, Export-Import Purchasing Officer, Finance & Accounting Dept, Business Development/Marketing, Bankers, Everybody who wish to gain practical knowledge from this course




CALIBRATION SYSTEM

Deskripsi
Sistem pengukuran sudah lazim digunakan dalam berbagai sektor industri, sehingga ketepatan serta kehandalan peralatan tersebut menjadi faktor yang sangat penting dalam menjamin mutu proses produksi serta produk yang dihasilkan. Salah satu mekanisme yang menunjang sistem pengukuran adalah sistem manajemen kalibrasi, di mana kalibrasi berfungsi untuk menentukan ketepatan suatu alat ukur. Dalam pelatihan ini, akan dipelajari tentang sistem kalibrasi yang efektif, agar dapat melakukan kalibrasi dan perhitungan perlengkapan pengukuran.

Materi
•    Pengenalan dari Sistem Kalibrasi
•    Konsep yang berhubungan dengan Kalibrasi
•    Sistem Kalibrasi
•    Kalibrator
•    Bahan Kalibrasi
•    Laboratorium Kalibrasi
•    Pengumpulan data Kalibrasi
•    Lingkungan Kalibrasi
•    Prosedur Kalibrasi
•    Metode Kalibrasi
•    Pengendalian perlengkapan Kalibrasi
•    Tambahan persyaratan Kalibrasi
•    Teknik Kalibrasi

Tujuan
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan :
•    Memahami pengetahuan sistem kalibrasi yang efektif untuk semua peralatan sesuai dengan dokumen acuan standar yang digunakan.
•    Mampu melakukan kalibrasi dan perhitungan perlengkapan pengukuran
•    Mampu melakukan kalibrasi internal, dengan dilengkapi adanya prosedur, instruksi kerja dan acuan.
•    Meningkatkan  kemampuan personil dalam manajemen peralatan
•    Mampu mengembangkan sistem kalibrasi yang efektif di perusahaan

Peserta
Pelatihan ini ditujukan kepada pihak yang bertanggung jawab dalam mengukur atau menguji peralatan di perusahaan seperti maintenance, laboratorium, QA dan produksi.




HANDLE  CUSTOMER LOYALITY
for retaining customers while increasing their values

DESKRIPSI
Loyalitas pelanggan (customer loyalty) merupakan sasaran akhir berbagai langkah strategis yang dijalankan oleh seluruh perusahaan. Terlebih dengan semakin sempitnya pangsa pasar akibat terus bertambahnya pemain/kompetitor baru, maka keperluan mempertahankan/meretensikan pelanggan (setelah terlebih dahulu memuaskannya) menjadi semakin mendesak.

Proses manangani loyalitas seharusnya sudah dimulai sejak masuknya pelanggan baru yang dirasakan `potensial di perusahaan Anda. Hasil akhir dari loyalitas pelanggan ini bermuara dari berulangnya pemesanan/pembelian (baik produk/pelayanan serupa maupun yang lain di perusahaan) ,merekomendasikannya kepada pihak (calon pelanggan) lain, serta memiliki daya tahan (imunitas) yang tinggi terhadap `godaan dari kompetitor untuk `pindah ke lain hati.

Proses manajemen loyalitas pelanggan adalah proses menggerakkan calon-calon pelanggan (suspects-prospects) menjadi pelanggan (first-timebuyers), pelanggan berulang (repeat customers) dan kemudian rekanan (loyal clients), hingga sampai kepada tingkatan tertinggi loyalitas yakni promotor produk dan pelayanan perusahaan (advocates). Selayaknya dinamika suatu hubungan, juga ada proses retak bahkan putusnya loyalitas, sehingga ada aktivitas lain yakni memenangkan kembali pelanggan kita (customer win-back).

TUJUAN
•    Memahami Loyalitas Pelanggan sebagai sasaran akhir Strategi dan Aktivitas Pelayanan
•    Memahami dan berlatih Langkah-Langkah Manajemen Loyalitas Pelanggan
•    Melakukan Pengukuran Loyalitas Pelanggan
•    Membuat Rencana Pengembangan Budaya berbasis Loyalitas Pelanggan di perusahaan

CAKUPAN MATERI
•    Introduction to Customer Loyalty
•    Langkah-langkah Manajemen Loyalitas Pelanggan (Prospects-First-Time Buyers-Repeat Customers-Loyal Clients-Advocates)
•    Memulangkan Pelanggan Yang Hilang
•    Mengukur Loyalitas Pelanggan
•    Mengembangkan Budaya berbasis Loyalitas Pelanggan di Perusahaan Anda
•    Pelanggan adalah bagian dari keluarga perusahaan, lakukan mereka seperti keluarga kita

OUTLINE
A.    Introduction to Customer Loyalty
•    Beyond Customer Satisfaction : Loyalty
•    Loyalitas dan Siklus Pembelian
•    Empat Tipe Loyalitas
•    Loyalkah Pelanggan Anda? Loyalty Check
•    Langkah Kunci Memanajemeni Loyalitas

B. Step by Step Customer Loyalty (1)
1. From Suspects Into QualifiedProspects:
Memikat Potensi-Potensi Jangka Panjang
2. From QualifiedProspectsIntoFirst-Time
Buyers : Seni-Seni Bertransaksi
3. From First-Time Buyers Into Repeat
Customers : Memberi Nilai di setiap Interaksi

C. Step by Step Customer Loyalty (2)
4. From Repeat Customers Into Loyal Clients :
Dari Seorang Sales menjadi Konsultan
5. Turning Loyal Clients Into Advocates :
Mencetak Promotor Terbaik Perusahaan
D. Inactive and Lost Customers & Clients :
E. Memulangkan Pelanggan ke Perusahaan
F. Customer Loyalty Development Plan
•    Mitos-mitos seputar Loyalitas Pelanggan
•    Next Issue : Mengukur Loyalitas Pelanggan
•    Mengembangkan Budaya berbasis Loyalitas Pelanggan di Perusahaan Anda
•    Review, Evaluasi dan Penutupan

SASARAN PESERTA
Para manajer pemasaran, operasi, pelayanan, maupun area lain yang bertanggung jawab terhadap manajemen kepuasan, loyalitas dan hubungan (relations) pelanggan.




Employee Competency Assessment

Deskripsi:
Dunia pengembangan SDM di perusahaan dewasa ini mulai menggunakan manajemen yang berbasis pada Metode Assessment Center. Metode ini memiliki banyak kelebihan karena lebih handal dan menguntungkan para implementor. Dengan metode ini para praktisi SDM dan pengambil keputusan di perusahaan dapat menggunakan waktu lebih efektif dan efisien untuk menyusun program pengembangan perusahaan. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk para praktisi HR, Konsultan, Bagian Rekrutmen & Pengembangan Karir, Bagian Training & Pengembangan Organisasi.
Competency Assessment dimaksudkan untuk menganalisis job dari setiap SDM yang ada di perusahaan. Competency assessment ini merupakan professional check-up yang diperlukan untuk pengembangan organisasi di masa mendatang sejalan dengan perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis. Melalui assessment ini akan dihasilkan analisis kebutuhan training setiap SDM berdasarkan gap analysis dan juga bakat-bakat potensial yang diperlukan untuk promosi jabatan tertentu.

Materi:
1.    Integrated competency models
2.    Four elements of competency assessment (what you are, what you can do, what you  may be able to do, what you wish to do)
3.    Competency-based Behavioral interview
4.    Interview evaluation report
5.    Competency-based exercises
6.    Training plan
7.    Development plan
8.    Personnel Potency and Competency Gap Analysis
9.    Personnel Decision Making
10.    Membuat laporan hasil pengukuran / asesmen

Tujuan:
•    Memahami pentingnya employee assessment berbasis kompetensi
•    Mampu melakukan interview berbasis kompetensi
•    Mampu melakukan competency-based exercise
•    Mampu melakukan evaluasi serta rencana pelatihan dan pengembangan SDM




Emotional Intelegence On Leadership Skill

ABSTRAK

Pelatihan ini membahas tentang konsep dan teori kepemimpinan. Demikian juga, pendekatan praktis-aplikatif dari tiga kerangka utama; yakni perilaku, motivasi dan kecerdasan emosi yang diperlukan seorang pimpinan agar  efektif, efisien dan produktif. Topik-topik pokok meliputi begaimana seorang pimpinan  menguasai keahlian personal, keahlian interpersonal dan keahlian komunikasi, yang diperlukan dalam prkatek kepemimpinan organisasi.

Materi :
1.    Hakikat Kepemimpinan
2.    Kepemimpinan dengan kecerdasan emosi
3.    Perilaku Pemimpin yang Efektif
4.    Kepemimpinan Dalam Mengelola Hubungan
5.    Kepemimpinan Partisipatif dan Pendelegasian
6.    Sumber-sumber Kekuasaan dan Pengaruh
7.    Proses-proses Mempengaruhi Dan Efektifitas Manajerial
8.    Ciri Ketrampilan Manajerial
9.    Teori Kontigensi Mengenai Kepemimpinan
10.    Kepemimpinan Kharismatik
11.    Kepemimpinan Strategis

Tujuan :
•    Memahami efek emosi terhadap keberhasilan pribadi dan organisasi.
•    Bisa menyelesaikan masalah yang berkaitan denga ketegangan emosi pada TEAM
•    Memahami tingkatan kecerdasan emosi kita dan bagaimana mengolahnya menjadi luarbiasa
•    Bagaimana tips & tricks membuat orang lain mengikuti kepemimpinan Anda
•    Bagaimana tehnik membuat anak buah Anda bekerja dengan produktivitas tinggi
•    Bagaimana strategi membuat orang lain bekerja dengan prestasi yang maksimal
•    Bagaimana tips membentuk SUPER-TEAM dalam kelompok kerja Anda
•    Bagaimana kiat-kiat memimpin SDM dengan berbagai jenis karakter dan latar belakang.
•    Aktif sebagai Konsultant Mangemen dan Psikologi Terapan di Beberapa Perusahaan BUMN   maupun swasta nasional.




Manajemen Proyek

DESKRIPSI

Salah satu cara untuk meningkatkan dan mengembangkan perusahaan adalah melalui pelaksanaan berbagai proyek, baik yang besar maupun yang kecil, internal maupun eksternal. Agar proyek berjalan dengan efisien dan efektif, maka dibutuhkan manajer dan personal dengan keahlian khusus, untuk dapat mengelola proyek dengan sumber daya terbatas yang di miliki. Saat ini hampir semua aktivitas perusahaan berbentuk proyek dengan ciri-diri : Waktu terbatas, hasil unik dan resiko konflik tinggi. Oleh karena itu pimpinan proyek dan semua anggota tim proyek harus dapat meningkatkan kinerjanya

MATERI
•    Kerangka Project Management
•    Pengenalan
•    Konteks dalam Project Management
•    Proses dalam Project Management
•    Area - area Kemampuan Project Management
•    Manajemen Integrasi Proyek
•    Ruang Lingkup Project Management
•    Manajemen Waktu Proyek
•    Manajemen Biaya Proyek
•    Manajemen Kualitas Proyek
•    Manajemen Sumber Daya Manusia Proyek
•    Manajeman Komunikasi Proyek
•    Manajemen Risiko Proyek
•    Manajemen Akuisisi Proyek

PESERTA
Manajer, Manajer Proyek, Suvervisor Proyek serta staf yang terlibat dalam proyek.




EFFECTIVE MEETING TRAINING



DESKIRIPSI
Meeting atau rapat sebagai agenda rutin tiap perusahaan dalam fungsinya sebagai ajang pertemuan antar karyawan, di mana setiap orang yang hadir dalam pertemuan itu menjalankan peran sesuai dengan fungsinya masing-masing dan diharapkan mencapai hasil sesuai tujuan meeting itu diadakan. Namun, yang sering terjadi adalah meeting tersebut akhirnya hanya sekedar membuang-buang waktu saja. Meeting berjalan tidak sesuai dengan waktu yang disediakan, keputusan yang dihasilkan dalam meting tidak selalu dipahami dan dapat diterima oleh semua orang, dan akhirnya meeting tidak mencapai hasil seperti apa yang diinginkan. Untuk itu diperlukan adanya keterampilan pengelolahan meeting, manajer atau calon manajer, dalam mengelola meeting agar menjadi lebih efektif.

MATERI

  • Pengantar meeting
  • Kapan meeting diperlukan
  • Bagaimana memanfaatkan meeting secara efektif
  • Jenis-jenis meeting
  • Bagaimana merencanakan meeting sesuai dengan objektif yang jiinginkan
  • Bagaimana menyelenggarakan meeting yang dinamis dan efektif
  • Bagaimana berpartisipasi aktif dan postif untuk mendapatkan benefit maksimal dari keikutsertaan dalam suatu meeting
  • Bagaimana memimpin meeting dengan efektif
  • Simulasi/exercise
  • tindak lanjut setelah meeting 



 PESERTA
Manajemen dan staff pada semua level dari semua unit organisasi, yang sering menjadi penyelenggara atau moderator meeting.. Team leader dan Project Manager
Profesional Sales, Marketing, Quality Assurance, Audit dan lainnya

EFFECTIVE GENERAL AFFAIRS

LATAR BELAKANG

General Affairs adalah supporting unit yang tanpanya perusahaan tidak bisa berjalan dengan sempurna. Banyak pekerjaan yang termasuk dalam dunia General Affairs, diantaranya adalah Building Maintenance, Car Maintenance, Insurance, Cleaning Service, Security, Canteen, RPTKA, Perizinan, Outsourcing, ATK, Kurir, Dll.

Karena cukup banyak pekerjaan tersebut, maka yang jadi permasalahan adalah bagaimana managemen pengaturan dan pelaksanaannya. Sekilas tampak remeh dan tidak heran apabila fungsi & tugas dari General Affair tidak dihargai oleh departement lainnya bahkan oleh pemilik modal/owner. Namun apabila tidak pandai-pandai dalam mengurusnya maka berbagai pekerjaan dalam General Affairs tidak akan jalan. Perusahaan akan rugi milyaran rupiah serta nama baik perusahaan apabila permasalahannya menyangkut ke khalayak umum.

Karena pentingnya posisi General Affairs dalam implementasi dilapangan, Whitehouse Consulting mengadakan workshop dengan tema “How to be General Affairs Profesional” dimana peserta akan diajak bersama sama melihat lebih dalam lagi fungsi dan peran manajerial dari General Affair serta kewajiban yang harus dilakukan dalam mendukung visi & misi perusahaan.

TUJUAN
1. Peserta diharapkan mampu memahami fungsi dan peran manajerial General Affair didalam organisasi sesuai dengan visi & misi perusahaan
2. Peserta sanggup mengantisipasi dan menyelesaikan masalah-masalah darurat yang terjadi yang memerlukan lobbying serta negosiasi yang cerdas
3. Peserta memiliki kemampuan yang mumpuni tentang penyelesaian tugas-tugas General Affair secara profesional
4. Peserta memiliki bekal yang cukup serta "hands on" dalam menghadapi tugas-tugas General Affair
5. Peserta mampu menganalisa kinerja departemen General Affair dan mengoptimalkan area yang masih memerlukan peningkatan

MATERI
- Tugas, Peran Serta & Tanggung Jawab General Affair
- Komunikasi Internal & Eksternal
- Implementasi Tugas (Rutin / Incidentil) serta Antisipasi & Penanganan Masalah yang timbul di General Affair
- Aspek & Ruang Lingkup pekerjaan di General Affair :
- Penanganan & Perawatan Bangunan & Gedung
- Kepengurusan Kendaraan Perusahaan
- Fasilitas Pool Car
- Insurance Management
- Pelaksanaan & Penanganan Kebersihan (Cleaning Service)
- Pelaksanaan & Penanganan Satuan Pengamanan (Satpam - Security)
- Penanganan Operator Telepon serta keluar masuk Tamu
- Pengelolaan Kantin
- Kepengurusan Tenaga Kerja Asing
- Management Perizinan serta Operasionalnya
- Outsourcing Management/Labour Suply (Tenaga Kerja Kontrak)
- Pengeloalaan & Penanganan Alat Tulis Kantor (ATK)
- Dll
- KPI untuk General Affair Operation

PESERTA
Praktisi HR, GA, Building/Property Management serta semua orang yang berminat pada bidang GA




EFFECTIVE COMPETENCY DESIGN AND ITS APPLICATION

DESKRIPSI

Kompetensi manajemen sudah merupakan salah satu core aktivitas yang ‘mutlak’ dilakukan oleh manajemen SDM modern. Terlepas dari belum siapnya suatu Perusahaan untuk masuk ke dalam proses manajemen kompetensi, pemahaman mengenai kompetensi2 penting yang ada di suatu Perusahaan merupakan ‘sarana’ untuk melakukan micro managed terhadap keunggulan kompetitive yang ingin dibangun Perusahaan tersebut. Dengan demikian ia merupakan salah satu link penting antara praktis pengelolaan SDM dengan arah strategis Perusahaan.
Definisi kompetensi yang tepat yang dibangun di dalam competency dictionary Perusahaan juga sangat menentukan seberapa jauh aplikasi kompetensi bisa dilakukan dalam kaitan dengan proses asesment untuk mendapatkan karyawan yang tepat dan mempromosikannya serta proses development untuk mengembangkan karyawan tersebut untuk kebutuhan saat ini ataupun di masa yang akan datang.
Salah satu tahap awal yang penting untuk manajemen kompetensi adalah keberhasilan Tim SDM men-desian kompetensi model-nya. Workshop ini tidak hanya akan membawa pada proses mendesain kompetensi secara setahap demi setahap tetapi juga memberikan tools yang Anda butuhkan untuk melakukannya dan memastikan bahwa disain kompetensi yang Anda bangun sudah sesuai dengan kebutuhan, arah strategis dan ‘lingkungan’ Perusahaan.
Pungki Purnadi tidak saja menguasai aspek teori dari HR action ini, tetapi juga telah terlibat secara intens melakukan hal tersebut di suatu perusahaan multy national di Indoenesia, bahkan menjadi salah satu motor pengembangan manajemen kompetensi Perusahaan tersebut di lingkup regional yang dia lakukan ketika dia ditempatkan di salah satu headquarter Perusahaan tersebut di luar Indonesia. Hal ini menjamin proses workshop ini akan banyak berisi sharing praktis pengalamannya dalam mengembangkan dan menerapkan kompetensi untuk beragam posisi.

TUJUAN
•    Memahami konsep kompetensi
•    Mengembangkan ketrampilan dalam merumuskan core dan generic competencies
•    Mengaplikasikan kompetensi untuk proses seleksi dan people development

COURSE OUTLINE
•    Bagaimana menentukan job yang akan menjadi sample dalam mendefinisikan model kompetensi
•    Mendefinisikan isue dan challange yang dihadapi oleh jabatan tersebut dan kontribusinya bagi pencapaian sasaran Perusahaan.
•    Mengembangkan core dan generik kompetensi
•    Mendefiniskan level kompetensi secara praktis
•    Mengembangkan metode yang tepat dalam pengumpulan data
•    Tool statistik dasar yang diperlukan untuk melakukan validasi
•    Aplikasi penerapan kompetensi ke dalam recruitment, training, performance management & career management
•    Aplikasi kompetensi ke dalam database Sistem Informasi




SUPERVISORY SKILLS

DESKRIPSI
Keterampilan seorang supervisor, atau yang biasa dikenal dengan “supervisor skill”, baik buruknya akan berpengaruh secara langsung dengan kinerja di level bawah setiap perusahaan. Setiap harinya, pengambilan keputusan yang dibuat oleh setiap ketua kelompok atau supervisor secara krusial menentukan setiap kesuksesan atau kegagalan tujuan bisnis.
Sebagai seorang supervisor, ia menjadi jembatan penghubung antara dua kepentingan dan tanggungjawab, menjadi penanggungjawab pencapaian tugas kerja kelompok yang dipimpinnya maupun memastikan senantiasa ada perencanaan yang matang dari sisi manajemen. Komunikasi dan kepemimpinan akan menjadi keterampilan utama yang dibutuhkan dari seorang supervisor. Tentu dalam konteks untuk meningkatkan produktivitas dan menangani permasalahan yang mengganggu produktivitas. Pelatihan ini dirancang untuk membantu para calon supervisor, supervisor baru maupun supervisor yang telah berpengalaman untuk meningkatkan efektivitas dan keterampilan sebagai seorang supervisor.

OUTLINE :
•    Tugas dan Peran serta Mental Dasar seorang Supervisor
•    Memahami Bawahan dengan Pendekatan DISC
•    Menentukan Gaya Kepemimpinan Situasi
•    Menentukan Sasaran Individu dan Sasaran Kelompok
•    Teknik Coaching
•    Menentukan Teknik yang diperlukan; Coaching & Counseling.
•    Teknik Counseling
•    Performance Appraisal & Memotivasi Bawahan

SASARAN & MANFAAT
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman situasional bagi peserta untuk menampilkan dan mempelajari keterampilan yang dibutuhkan dari seorang supervisor yang efektif.

TARGET PESERTA

Para Supervisor dan Team Leader serta mereka yang diproyeksikan untuk menjadi Supervisor / Team Leader.




CUSTOMER SERVICE EXCELLENT

DESKRIPSI
Pelayanan pelanggan (customer service) saat ini menjadi concern dan perhatian banyak perusahaan yang berorientasi peningkatan kinerja berbasis kepada kepuasan pelanggan.  Seiring dengan tuntutan kemajuan dan perkembangan paradigma manajemen modern, keberadaan pelanggan mulai bergeser dan menjadi sentral sebagian besar aktivitas bisnis perusahaan. Pelanggan adalah masa depan perusahaan, sehingga organisasi perusahaan yang mampu mengelola pelanggan dengan prima (excellent) secara konsisten dan berkelanjutan mempunyai peluang besar untuk dapat mempertahankan kinerja atau memperoleh peningkatan secara significant.
Salah satu kunci sukses dari keberhasilan dalam meningkatkan penjualan adalah dengan berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan customer, dengan cara memberikan pelayanan yang memuaskan. Dengan berinteraksi dapat membangun kesempatan untuk mempromosikan produk, layanan dan perusahaan. Namun tidak mudah bagi pihak perusahaan untuk menjalankannya. Sukses dalam menciptakan kepuasan peklanggan sangat tergantung dari tingkat keahlian customer service. Dalam pelatihan ini akan dibahas bagaimana meningkatkan keahlian peserta menjadi customer service yang handal.

MATERI
1.    Understanding the service
a.    The Basic Concept of Customer Service
b.    The role of customer service
2.    Delivering the best service
a.    The Ten Commandments of great Customer Service
b.    Enhancing ability in delivering Effective Customer Service
3.    Understanding the customer
a.    Needs of customer
b.    Why customers switch the service provider?
c.    How to handle customer
d.    How to handle difficult customer
4.    Handling complaint
a.    Effective Complaint Handling Process
b.    Understanding Customers' Points Of View
c.    Build Effortless Rapport With Your Customers
5.    Written Exercise
6.    Etiquettes in Customer Service
a.    The Objectives
b.    The Function
7.    Role Play 1 – How to deliver the best service?
8.    The Basic skill of Customer Service Personnel
a.    Appearance
b.    Attitude
c.    Language
d.    Body Language
e.    Behavior
9.    Role play 2 – How to deliver the service?
10.    Wrap Up
a.    Do’s and don’ts in customer service
b.    Customer Service Excellence in several companies

TUJUAN : 
•    Memahami urgensi customer service excellent adalah sebuah kebutuhan untuk peningkatan kinerja perusahaan.
•    Mampu mengidentifikasi dan menilai kepuasan pelanggan dari layanan yang diberikan kepada pelanggan (eksternal maupun internal)
•    Mampu mengimplematasikan cutsomer service excellent yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan dalam menjalankan setiap pekerjaannya.

PESERTA
Pelatihan ini sangat sesuai diikuti oleh Manager dan Staff Customer Service, Receptionist, Operator Telephone, Sekretaris, Administration dan Semua karyawan di bagian garda depan / bagian pelayanan pelanggan.




COACHING AND COUNSELLING

DEKSRIPSI
Sebagai pimpinan maupun manajer dalam suatu perusahaan modern dibutuhkan kemampuan untuk dapat mengoptimalkan produktifitas bawahannya, dengan berfokus memperbaiki segala problem yang timbul di tempat kerja melalui mekanisme coaching & counseling. Kunci sukses peran manajer di sini ialah membuat karyawan mengelola permasalahan dengan menggunakan sumber-sumber daya mereka sendiri.
Data hasil coaching & counseling dapat juga digunakan sebagai sumber data dalam rangka succession planning. Dari data – data tersebut kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan para karyawan, yang dapat direkam untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan promosi. Perkembangan perilaku dan keahlian karyawan dapat pula diketahui malalui ringasan hasil konseling yang dikirim ke HRD.
Dengan tiga skill manajer dalam coaching & counseling yang meliputi skills mendengarkan (ketika menemukan masalah), skill mendefinisikan masalah (agar menemukan penyebab sebenarnya) dan skill memfasilitasi penemuan solusi, para manajer diharapkan dapat menjadi fasilitator dan bukanlah penyelamat. Tugas manajer ialah membantu mengoptimalkan sumber daya bagi bawahannya untuk menyelesaikan masalah atau mencapai targetnya. Bagaimana melakukan hal-hal tersebut dan kompetensi apa saja yang dibutuhkan dapat ditemukan dalam pelatihan ini.

MATERI

•    Memahami peran manajer dalam hal coaching &counseling
•    Memahami peran coaching & counseling dalam meningkatkan performa jabatan
•    Fungsi coaching dan counseling dalam memaksimalkan performa
•    Survei kompetensi 360 degrees keterampilan coaching & counseling Anda
•    Memahami tipe-tipe bawahan
•    Teknik-teknik Coaching & Counseling : Pembukaan, proses, Penutupan
•    Lanjutan teknik-teknik Coaching & Counseling
•    Peningkatan kompetensi Coaching & Counseling: Membangun hubungan, mendengar aktif, skill bertanya, memberi feedback
•    Latihan Role Play : Koreksi dan pengembangan bawahan

TUJUAN
1.    Memberikan coaching dan counselling secara efektif kepada orang lain/bawahannya.
2.    Menjelaskan peranan pengembangan kualitas kinerja SDM dan Strategi Perusahaan/Organisasi terutama menggunakan pendekatan One to One Development.
3.    Menjelaskan bagaimana mengidentifikasi adanya kesenjangan kualitas dan perilaku kerja.
4.    Menjelaskan perbedaan pengertian antara Coaching dan Counseling.
5.    Menjelaskan syarat untuk menjadi Coach dan Counselor.
6.    Menjelaskan langkah-langkah dalam memberikan Training, Coaching dan Counseling.
7.    Menjelaskan berbagai hambatan untuk menjadikan One to One Employee Development menjadi budaya perusahaan.

PESERTA :
•    Human Resources Specialist Level Manager
•    Para Pimpinan Kerja Level Manager, Supervisor/Staf
•    Human Resources Department, manajer sampai staf




Career Development and Career Orientation

ABSTRACT

In today’s uncertain condition, a number of changes  within  our industry have had far-reaching impact on  individuals’ and organization’s ideas  about career development. These  changes  include:  the reduction  of the  work  force since1980’s, increased competition, shifting  organizational  structure, fast growing technology  result in new jobs as well as deleting  some of them, delegation of more responsibility and authority to employees at all levels of the organization.

This 2-day seminar provides a career development system that enable individuals to use their talents and skills in ways that are both personally satisfying and of maximum value to the company. It also discuss the career orientation which focus on what people personally value and want to get out of work.

OBJECTIVE
•    Thinking their career development in a more meaningful way, and stimulate ideas and actions.
•    Manage performance and responsibilities more effectively
•    Finding ways of getting they want, and the experience and training needed to develop their career.
•    Increasing their performance and productivity.

OUTLINE

1.    Career Development
•    What is career?, career vs. job
•    Career in oil industry
2.    Career Stages
•    What differentiates those who become more valued over time from those who get stuck or blocked?
•    Case Studies
3.    Career Stages Self
•    Assessment (exercise)
4.    Implications of Current Stage (exercise)
5.    Career Orientations:
•    Understanding Career Orientations
•    Career Orientations Model
6.    Identifying your Career Orientations (exercise)
7.    Role Assessment & Career Analysis (exercise)
8.    Career Change
•    Do we need it?
9.    Opening Career potential


PARTICIPANT
Supervisors, office managers and others who need to upgrade their understanding on career development.




PRODUCT AND BRAND IMAGE

DESKRIPSI
Menentukan segmen pasar, positioning dan differentiation, menentukan harga yang sesuai, menentukan margin ke distributor, grosir dan ritel, mengembangkan packaging, desain dan warna yang menjual. merupakan komponen yang akan menentukan keberhasilan merek. Strategi yang solid tanpa pemahaman detail dalam eksekusi marketing mix (product, price, place dan promotion) akan percuma saja. Oleh karena itu dibutuhkan strategi untuk membuat brand image terhadap produk yang akan dipasarkan.

MATERI
•    A Confession of A Brand Manager
a.    What is A Brand Manager?
b.    How to be A Good Brand Manager
c.    Challenges, Opportunities & Threats of A Brand Manager
d.    Daily Activities of A Brand Manager
•    Brand Strategy & Execution : Two Different Worlds
•    Develop Brand Strategy
a.    Roles of Brand Strategy in Marketing and Company
b.    How to Define Brand Segmentation and Target Market
c.    How to Define Brand Personality and Positioning
d.    The Process from Research to Brand Strategy Development
e.    How to Analyze Research Report
f.    How to Define Brand Segmentation, Target Market, Personality and Positioning based on Research Report
•    Develop Branded Product Strategy
a.    How to Define Product Mapping and Competitors to Target and Avoid
b.    How to Define Strengths and Weaknesses of Our Competitors Product
c.    How to Develop Strong and Sellable Product which Align with Brand Positioning
d.    How to Execute The Product Strategy from Design to Packaging
e.    How Design and Packaging Trigger Trial and Repeat Purchase
f.    How to Develop Product from Content to Packaging Which Tells the Brand Positioning
•    Develop Branded Pricing Strategy
a.    How to Define Price Mapping & Develop Supportive Pricing Strategy
b.    How to Define Manufacturers Price, Distributors Price, & Retailers Price
c.    How to Manage Price in the End Market
•    Develop Branded Distribution Strategy
a.    How to Define Distribution Mapping
b.    How to Choose The Most Suitable Distributors
c.    How to Manage Distributors & Salesman
•    Develop Branded Promotion Strategy & Execution

PESERTA
Staff bagian pemasaran, marketing, Supervisor, Manager pemasaran




Balance Scorecard : “Strategic Alignment on Balance Scorecard”

DESKRIPSI
Pelatihan ini membahas pemanfaatan rerangka balanced scorecard sebagai inti sistem perencanaan laba jangka panjang. Dengan rerangka balanced scorecard, sistem perencanaan laba jangka panjang difokuskan untuk mendongkrak kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kinerja keuangan.

MATERI
1.    Prinsip dasar balanced scorecard
2.    Konsep perencanaan dan pergeseran falsafah perencanaan
3.    Sistem perumusan strategi
a.    Trendwatching
b.    SWOT Analysis
c.    Envisioning
d.    Pemilihan Strategi
4.    Sistem perencanaan strategik dengan kerangka balanced scorecard
a.    Penyusunan strategy Map
b.    Penentuan balance scorecard
c.    Rencana kegiatan (action plan)
5.    Perumusan sasaran dan inisiatif strategik di tempat perspektif
6.    Penyusunan Program dengan rerangka balance scorecard
7.    Penyusunan anggaran berbasis rerangka balance scorecard
8.    Proses untuk penciptaan nilai
a.    Proses untuk pengelolaan operasi
b.    Proses untuk pengelolaan customer
c.    Proses inovasi
d.    Proses untuk pemenuhan regulasi dan hubungan sosial
9.    Aspek teknologi informasi dalam implementasi balance scorecard
10.    Studi Kasus

PESERTA
Semua karyawan dari level staff, supervisor hingga manajer.




AUDIT SUMBER DAYA MANUSIA

DESKRIPSI
Audit sumber daya manusia (human resource audit) menilai (me-review) kebijakan, prosedur, dan praktik organisasi. Audit sumber daya manusia dimaksudkan untuk menguji dimensi-dimensi teknikal dan praktikal dari fungsi-fungsi sumber daya manusia dan untuk menciptakan sistem komprehensif yang bernilai tambah (add value) untuk organisasi

Tujuan dari audit sumber daya manusia adalah untuk mengidentifikasi dan mengklarifikasi persoalan sumber daya manusia dengan kajian, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi fungsi-fungsi sumber daya manusia.  Audit sumber daya manusia memberikan kerangka untuk perencanaan strategi sumber daya manusia.

TUJUAN

1.    Melakukan identifikasi program SDM yang paling penting untuk pencapaian tujuan perusahaan
2.    Mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagi departemen/bagian SDM untuk menyampaikan program-program pengauditan SDM
3.    Melakukan benchmarking kerja SDM untuk menjamin perbaikan berkelanjutan
4.    Mengajukan perubahan dan kreativitas
5.    Pemfokusan staf SDM pada persoalan-persoalan penting
6.    Membawa SDM ke yang lebih dekat dengan fungsi-fungsi organisasi
7.    Pemfokusan staf SDM pada persoalan-persoalan penting
Membawa SDM ke yang lebih dekat dengan fungsi-fungsi organisasi

MATERI

1.    Pengantar audit SDM
a.    Audit Sistem SDM
b.    Audit Personal SDM
2.    Aspek yang diaudit
a.    Kinerja
b.    Kompetensi Teknis
c.    Kompetensi Psikologis
d.    Kompetensi Sosial
3.    Auditor SDM
a.    Internal
b.    Eksternal
4.    Metode Audit SDM
a.    Penilaian Kinerja
b.    Personal Scorecard
c.    Manajemen Kompetensi
5.    Desain Audit SDM
a.    Pre post design
b.    Post only design
c.    One shot case study
6.    Implementasi Audit
a.    Perencanaan
b.    Workshop
c.    Pelaksanaan audit
d.    Pengumpulan data
e.    Analisis
7.    Evaluasi audit
a.    Proses
b.    Efeketivitas dan Efisisiensi
c.    Hasil
d.    Rekomendasi

PESERTA
Pelatihan ini ditujukan kepada mereka yang bekerja di departemen atau bagian sumber daya manusia, atau bagian-bagian lain yang berminat untuk melakukan pengauditan sumber daya manusia




ANALISYS AND EMPLOYEE DEELOPMENT

DESKRIPSI
Untuk mengoptimalkan efektifitas kinerja secara maksimal dalam suatu perusahaan dibutuhkan analisa dan metode pengembangan karyawan yang tepat sasaran. Agar pengembangan karyawan ini dapat  berhasil, perlu memahami aspek lain dari diri karyawan  yaitu motivasi, mental model, kepribadian, kebiasaan, dan paradigma  karyawan. Aspek-aspek tersebut perlu dikembangkan secara bersamaan dengan program pengembangan  karyawan secara formal.

MATERI
  • Pengembangan karyawan strategis
  • Memahami model motivasi untuk mengembangkan karyawan
  • Mental model untuk mengembangkan karyawan
  • Kepribadian karyawan yang dapat dikembangkan
  • Kebiasaan karyawan yang dapat dikembangkan
  • Mengubah paradigma karyawan
  • Pelatihan dan pengembangan karyawan
  • Evaluasi keberhasilan pelatihan dan pengembangan karyawan

PESERTA
Mereka yang pekerjaannya dalam divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia serta para pengambil keputusan mengenai pelatihan dan pengembangan SDM.




Advanced Persuasion Skill (Advanced Linguistic Skill)

Abstrak

Bisnis membutuhkan kecakapan komunikasi lebih dari sekedar menyatakan apa yang diinginkan, lebih komunikator harus bisa mempersuasi untuk memastikan hasil yang diinginkantercapai.

Pelatihan ini melatih peserta menjadi irresistable communicator, kemampuan persuasinya akan bisa diterapkan di berbagai bidang seperti meeting, training, negotiation, dan lain-lain. Kelebihan training ini adalah menggunakan teknik persuasi yang berbasis conversational hypnosis.

Pelatihan ini merupakan program pelatihan lanjutan, dengan syarat peserta adalah sudah mengikuti Persuasion Skill (Linguistic Skill) sebelumnya. Kemampuan yang dipelajari di sini merupakan level kemampuan indirect hypnosis, yaitu bahasa hypnosis tak-langsung yang bisa dipakai seolah percakapan biasa. Pelatihan ini sarat dengan latihan praktikum dan bermanfaat bagi semua jenis pekerjaan yang perlu meyakinkan orang lain.

Lingkup Materi

•    Membahas secara gamblang bagaimana sebenarnya otak manusia mengelola informasi yang masuk ke dalamnya, sebagai dasar memahami ilmu persuasi.
•    Kemampuan membangun Instant Rapport (hubungan yang akrab dan cepat).
•    Menguasai teknik NLP dalam mengenali orang yang bertipe Visual (penglihatan), Auditory (pendengaran) maupun Kinestetik (perasaan).
•    Mempengaruhi pikiran lawan bicara agar lebih bersedia bekerja sama dengan menggunakan hypnotic persuasion language “Milton Model”.
•    Mengklarifikasi kekaburan maksud lawan bicara, serta menangani menangani berbagai keberatan mendasar dari lawan bicara.
•    Menguasai body language dan callibration (seperti yang dipergunakan oleh FBI) untuk membaca customer yang berbohong dan lain-lain.
•    Mempertajam kemampuan persuasi yang sudah dipelajari sebelumnya.
•    Mempelajari mengenai Persuasion Principles dari Dr Robert Cialdini yang dikombinasikan dengan NLP.
•    Mempelajari advanced language pattern : presuposisi, time distortion, dll
•    Mempelajari mengenai objection mastery, menangani berbagai keberatan dengan teknik reframing dan sleight of mouth, dll.

Sasaran Peserta :
Semua Jenis Pekerjaan yang berhubungan dengan meyakinkan orang lain




“ACHIEVEMENT  MOTIVATION TRAINING (AMT) & WORK ETHOS ; WINNER MOTIVATION”


LATAR BELAKANG
        Setiap diri manusia harus memiliki motivasi tertentu dalam kehidupannya. Dalam dunia kerja, motivasi sangat dibutuhkan oleh para karyawan dalam hubungannya dengan pengembangan karir dan prestasi. Para karyawan diharapkan dapat mengenali bentuk-bentuk motivasi, menyadari pentingnya motivasi berprestasi dalam kehidupan pribadi maupun kerja, mengenali potensi diri dan cara-cara mengembangkan diri sendiri, mampu memahami arti penting komunikasi, mampu menyusun dan mengembangkan tujuan individu dalam kaitannya dengan kehidupan pribadi maupun perusahaan, mampu menerapkan motivasi berprestasi dalam hubungan kerja yang mendukung kemajuan pribadi dan perusahaan.

TUJUAN
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu untuk :
  • Mengenal kekuatan dan kelemahan diri sehingga lebih efektif dalam mengaplikasikan potensinya.
  • Mengenal dasar – dasar kebutuhan manusia dalam bekerja
  • Mengenal berbagai jenis motivasi atau struktur dan motif - motif dalam diri
  • Meningkatkan motivasi berprestasi
  • Meningkatkan ethos kerja , disiplin, komitmen dan loyalitas kepada perusahaan.
  • Meningaktkan performansi dan produktivitas kerja
  • Memahami hakekat persaingan secara positif
  • Mampu menentukan tujuan prestasi (goal setting) secara efekti
BENTUK  KEGIATAN
    Pelaksanaan pelatihan ini dirancang dengan metode Presentasi, Roleplay / games, diskusi, Aplikasi / Praktek/eksperimental . Hal ini dimaksudkan agar peserta memahami materi yang disampaikan secara komprehensip, sehingga pada akhir kegiatan peserta benar-benar dapat mengaplikasikan materi yang diperoleh di dunia kerja.

MATERI KURSUS
  • Teori – teori motivasi dan aplikasinya
  • Change paradigm, paradigm shifting, paradigm flexibility (mind set change)
  • Siapa Saya Ini (SSI)
  • Konsep aku (ambisi, kekuatan, usaha)
  • 3 motif sosial (need for achievement, need for affiliation, need for power)
  • Menentukan tujuan prestasi (goal setting)
  • Perencanaan hidup dan karier
  • Disiplin, Ethos kerja dan komitmen
  • Winner and Looser
  • Keys to success
  • Adversity quotient



ANALISYS AND EMPLOYEE DEELOPMENT

DESKRIPSI
Untuk mengoptimalkan efektifitas kinerja secara maksimal dalam suatu perusahaan dibutuhkan analisa dan metode pengembangan karyawan yang tepat sasaran. Agar pengembangan karyawan ini dapat  berhasil, perlu memahami aspek lain dari diri karyawan  yaitu motivasi, mental model, kepribadian, kebiasaan, dan paradigma  karyawan. Aspek-aspek tersebut perlu dikembangkan secara bersamaan dengan program pengembangan  karyawan secara formal.

MATERI
  • Pengembangan karyawan strategis
  • Memahami model motivasi untuk mengembangkan karyawan
  • Mental model untuk mengembangkan karyawan
  • Kepribadian karyawan yang dapat dikembangkan
  • Kebiasaan karyawan yang dapat dikembangkan
  • Mengubah paradigma karyawan
  • Pelatihan dan pengembangan karyawan
  • Evaluasi keberhasilan pelatihan dan pengembangan karyawan

PESERTA
Mereka yang pekerjaannya dalam divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia serta para pengambil keputusan mengenai pelatihan dan pengembangan SDM.




Balance Scorecard :
“Strategic Alignment on Balance Scorecard”

DESKRIPSI
Pelatihan ini membahas pemanfaatan rerangka balanced scorecard sebagai inti sistem perencanaan laba jangka panjang. Dengan rerangka balanced scorecard, sistem perencanaan laba jangka panjang difokuskan untuk mendongkrak kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kinerja keuangan.

MATERI
1.    Prinsip dasar balanced scorecard
2.    Konsep perencanaan dan pergeseran falsafah perencanaan
3.    Sistem perumusan strategi
a.    Trendwatching
b.    SWOT Analysis
c.    Envisioning
d.    Pemilihan Strategi
4.    Sistem perencanaan strategik dengan kerangka balanced scorecard
a.    Penyusunan strategy Map
b.    Penentuan balance scorecard
c.    Rencana kegiatan (action plan)
5.    Perumusan sasaran dan inisiatif strategik di tempat perspektif
6.    Penyusunan Program dengan rerangka balance scorecard
7.    Penyusunan anggaran berbasis rerangka balance scorecard
8.    Proses untuk penciptaan nilai
a.    Proses untuk pengelolaan operasi
b.    Proses untuk pengelolaan customer
c.    Proses inovasi
d.    Proses untuk pemenuhan regulasi dan hubungan sosial
9.    Aspek teknologi informasi dalam implementasi balance scorecard
10.    Studi Kasus

PESERTA
Semua karyawan dari level staff, supervisor hingga manajer.




Career Development and Career Orientation

ABSTRACT

In today’s uncertain condition, a number of changes  within  our industry have had far-reaching impact on  individuals’ and organization’s ideas  about career development. These  changes  include:  the reduction  of the  work  force since1980’s, increased competition, shifting  organizational  structure, fast growing technology  result in new jobs as well as deleting  some of them, delegation of more responsibility and authority to employees at all levels of the organization.

This 2-day seminar provides a career development system that enable individuals to use their talents and skills in ways that are both personally satisfying and of maximum value to the company. It also discuss the career orientation which focus on what people personally value and want to get out of work.

OBJECTIVE
•    Thinking their career development in a more meaningful way, and stimulate ideas and actions.
•    Manage performance and responsibilities more effectively
•    Finding ways of getting they want, and the experience and training needed to develop their career.
•    Increasing their performance and productivity.

OUTLINE

1.    Career Development
•    What is career?, career vs. job
•    Career in oil industry
2.    Career Stages
•    What differentiates those who become more valued over time from those who get stuck or blocked?
•    Case Studies
3.    Career Stages Self
•    Assessment (exercise)
4.    Implications of Current Stage (exercise)
5.    Career Orientations:
•    Understanding Career Orientations
•    Career Orientations Model
6.    Identifying your Career Orientations (exercise)
7.    Role Assessment & Career Analysis (exercise)
8.    Career Change
•    Do we need it?
9.    Opening Career potential


PARTICIPANT
Supervisors, office managers and others who need to upgrade their understanding on career development.




Employee Competency Assessment

Deskripsi:
Dunia pengembangan SDM di perusahaan dewasa ini mulai menggunakan manajemen yang berbasis pada Metode Assessment Center. Metode ini memiliki banyak kelebihan karena lebih handal dan menguntungkan para implementor. Dengan metode ini para praktisi SDM dan pengambil keputusan di perusahaan dapat menggunakan waktu lebih efektif dan efisien untuk menyusun program pengembangan perusahaan. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk para praktisi HR, Konsultan, Bagian Rekrutmen & Pengembangan Karir, Bagian Training & Pengembangan Organisasi.
Competency Assessment dimaksudkan untuk menganalisis job dari setiap SDM yang ada di perusahaan. Competency assessment ini merupakan professional check-up yang diperlukan untuk pengembangan organisasi di masa mendatang sejalan dengan perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis. Melalui assessment ini akan dihasilkan analisis kebutuhan training setiap SDM berdasarkan gap analysis dan juga bakat-bakat potensial yang diperlukan untuk promosi jabatan tertentu.

Materi:
1.    Integrated competency models
2.    Four elements of competency assessment (what you are, what you can do, what you  may be able to do, what you wish to do)
3.    Competency-based Behavioral interview
4.    Interview evaluation report
5.    Competency-based exercises
6.    Training plan
7.    Development plan
8.    Personnel Potency and Competency Gap Analysis
9.    Personnel Decision Making
10.    Membuat laporan hasil pengukuran / asesmen

Tujuan:
•    Memahami pentingnya employee assessment berbasis kompetensi
•    Mampu melakukan interview berbasis kompetensi
•    Mampu melakukan competency-based exercise
•    Mampu melakukan evaluasi serta rencana pelatihan dan pengembangan SDM

Sasaran:
Praktisi SDM, Konsultan, Bagian Rekrutmen dan Pengembangan Karir, Bagian Pengembangan Organisasi





Marketing & Competitive Intelligence

DESKRIPSI

Inisiatif pengembangan marketing & Competitive Intelligence unit yang efektif semakin dibutuhkan. Penerapan integratif, self-independence model oleh beragam perusahaan utama Indonesia, merupakan jawabannya. Pelatihan ini mengajarkan peserta pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menjadi champion dalam meningkatkan kinerja MCI di perusahaannya

OUTLINE
•    Understanding Marketing & Competitive Intelligence: from Information to insight
•    The 5Cs model: Understanding core basic of marketing intelligence system
•    Application of 5Cs model: Setting up marketing intelligence unit
•    Using intelligence data: Summarizing, Analyzing and Reporting
•    Design & Sampling methods for Data gathering techniques
•    Interview techniques & developing questions structure for marketing intelligence
•    Marketing Intelligence System Development
•    Marketing Intelligence Project Roadma

PESERTA
Chief Executives, Business Development Head, Marketing Director, Marketing Manager, Brand Manager, Product Manager, strategy analyst dan specialist yang memerlukan pemahaman atas sisi aplikatif dari competitive & marketing Intelligence.



Marketing for Non Marketer

Deskripsi :
Salah satu alasan terbesar dalam melakukan kesalahan berbisnis adalah ketidakmampuan dalam mengelola dan mengorganisasi pemasaran dan menjual produk secara baik dan benar. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada karyawan/staff non marketer dengan pemahaman prinsip- prinsip marketing dan bagaimana menerapkannya pada bidang lain, dengan menggunakan strategi-strategi marketing.

Course Outline :
1.    Introduction to marketing
•    Why market education?
•    What is marketing?
•    Why is it used?
2.    The market: drivers and inhibitors affecting growth
3.    How to better work with your marketing department
4.    Introduction to the marketing mix
•    Introduction to branding
•    Competitive area
•    Segmentation
•    Targeting
•    Positioning
•    Product/service/solution
•    Price
•    Place
5. Promotion
•    Advertising vs public relations
•    Introduction to events
•    Introduction to publications and printing
•    Resources to help you be a better marketer

Peserta :
Staff / karyawan / manager non marketing, public


Marketing Manajemen

Deskripsi :
Pelatihan ini dirancang untuk memperkenalkan kepada para peserta tentang konsep dan prinsip dasar pemasaran, baik untuk organisasi laba maupun nirlaba. Topik-topik meliputi analisis pasar, perilaku konsumen, desain bauran pasar, segmentasi pembeli, pemposisian produk, inovasi produksi dan siklus pemasaran produk. pelatihan ini memberikan gambaran tentang bagaimana perusahaan berupaya mencapai tujuan pemasarannya dengan menentukan segmen pasar yang harus dilayani dan melayani pasar sasaran tersebut dengan menggunakan sumber-sumber yang memadai. Perencanaan, Implementasi dan pengendalian oleh manajer pemasaran berkaitan dengan aspek-aspek tersebut memerlukan pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan baik lingkungan makro ekstern maupun mikro ekstern termasuk lingkungan persaingan.

Course Outline :
•    Hakekat Pemasaran
•    Basic Concept Marketing
•    Segmentasi
•    Targeting
•    Positioning
•    Strategi Pemasaran
•    Perencanaan Pemasaran
•    Marketing Research
•    Analisis Peluang Pasar
•    Pengendalian Pemasaran
•    Kepuasan Pelanggan

Peserta :
Manajer pemasaran, Sepervisor marketing, Staff Marketing, R & D


MASTER OF CEREMONY

DESKRIPSI
Untuk menjadi seorang master of ceremony atau pemandu acara hendaknya dipilih dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Tidak betul bila menjadi pemandu acara dapat dilakukan oleh setiap orang tanpa pertimbangan tertentu. Anggapan demikian akan memberikan kesan kurang profesional. Dengan kata lain disebutkan bahwa seorang pemandu acara suatu kegiatan yang tampil acak atau tanpa persiapan dan pertimbangan jelas akan memberikan kesan pemandu acara yang amatiran

Untuk menjadi seorang master of ceremony atau pemandu acara hendaknya dipilih dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Tidak betul bila menjadi pemandu acara dapat dilakukan oleh setiap orang tanpa pertimbangan tertentu. Anggapan demikian akan memberikan kesan kurang profesional. Dengan kata lain disebutkan bahwa seorang pemandu acara suatu kegiatan yang tampil acak atau tanpa persiapan dan pertimbangan jelas akan memberikan kesan pemandu acara yang amatiran. Sebaik apapun sebuah acara, bila dipandu oleh master of ceremony amatir (tidak profesional), akan menghasilkan sebuah acara yang kurang berkesan, bahkan sering menimbulkan cemoohan atau kritikan.
Dalam pelatihan ini akan diberikan berbagai seluk beluk cara memandu dari berbagai kegiatan yang sering kita hadapi dengan bahasa dan kosa kata yang sudah disesuaikan dengan EYD menggunakan Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia dengan kalimat efektif dan baku.

MATERI
•    Tentang Master of Ceremony
•    Etika dan penampilan profesional
a.    Etika berbicara di depan umum
b.    Cara berbusana, memilih mode busana, memilih warna dan aksesoris yang sesuai
c.    Cara membawa diri, sikap tubuh, tangan dan kaki yang benar
•    Wawasan, tata bahasa dan olah vokal
•    Manajemen acara dan Public Speaking
a.    Persiapan Mental
b.    Persiapan Materi
c.    Alat bantu
d.    Motivational Talks
e.    Trik menguasai ruangan
f.    Menjawab dan mengarahkan pertanyaan
g.    Mengatasi demam panggung
h.    Berbagai jenis Public Speaking
i.    Mengatasi masalah bila ada yang mengantuk, mengganggu, arogan, dll.
•    Praktek MC dengan bahasa daerah dan Bahasa Indonesia untuk:
a.    Meeting, seminar, lokakarya dan sarasehan
b.    Upacara adat pernikahan dan resepsi pernikahan
c.    Syukuran
d.    Peringatan HUT dan peringatan hari besar keagamaan.

PESERTA
Sekretaris, humas, karyawan. dll




MEASURING & MANAGING CUSTOMER SATISFACTION

DESKRIPSI
Kepuasan Pelanggan terhadap suatu perusahaan dipengaruhi oleh seberapa jauh produk dan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan, apakah sudah mampu memenuhi, bahkan melampaui kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan. Selain itu, pengalaman pelanggan dalam berinteraksi dengan perusahaan juga akan turut menentukan perubahan persepsi mereka terhadap perusahaan.

Pengukuran tingkat kepuasan pelanggan secara berkala, akan dibutuhkan oleh perusahaan guna mengetahui seberapa jauh performansi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan. Selain itu, perusahaan juga akan mendapatkan informasi penting mengenai seberapa jauh kekuatan dan kelemahan (gap) perusahaan dalam berkompetisi, yang tentu sangat penting bagi langkah strategis ke depan.

Pengukuran dan manajemen tingkat kepuasan pelanggan menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk membangun kesuksesan usaha, hingga tuntutan untuk memantau dan mengevaluasi persepsi pelanggan terhadap produk dan pelayanan secara teratur menjadi salah satu persyaratan di dalam ISO 9001:2000.

Tujuan
•    Memahami kepuasan pelanggan dan perlunya melakukan pengukuran
•    Memahami tahap-tahapan inti di dalam pengukuran kepuasan pelanggan, mulai dari teknik mendesain kuesioner, melakukan survei, menganalisis dan menginterpretasikan data, hingga memanfaatkan seluruh hasilnya untuk strategi improvement sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan

MATERI
•    Building Customer Satisfaction Cultur Konsep dan Filosofi
•    Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan
•    Identifikasi Pelanggan dan Titik Interaksinya
•    Dimensi Kepuasan Produk dan Pelayanan
•    Gap Analysis, Cycle of Service dan Efektifitas Penanganan keluhan.
•    Measurement Methods
•    Quantitative Techniques mempelajari teknik survey pelanggan secara kuantitatif
•    Mendesain Kuesioner dan Pengujiannya
•    7 Sampling: Tipe dan Ukurannya
•    Analisis dan Interpretasi Data (Statistik)
•    Strategi Improvement dan Action Plan

PESERTA

Customer Service, Quality Assurance, Marketing, Production, serta pihak-pihak lain yang bertanggung jawab terhadap kepuasan pelanggan  


Organization Behaviour

DESKRIPSI
Perubahan lingkungan organisasi usaha berpengaruh terhadap sistem dan struktur organisasi, kehidupan kelompok dan juga perilaku setiap individu yang terlibat dalam kegiatan organisasi usaha yang berskala besar, menengah, maupun yang kecil. Pembahasan  yang lebih mendalam pada kajian materi Perilaku Organisasi ditekankan pada analisis perbedaan individu dalam mengambil keputusan kegiatan dalam suatu organisasi usaha, perbedaan gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh manajer, budaya organisasi, stress dan kinerja organisasi.

MATERI
•    Individu dan pengambilan keputusan organsasi usaha.
•    Konsep motivasi dan motivasi individu dalam organisasi usaha.
•    Komunikasi dan pengambilan keputusan kelompok
•    Kekuatan , politik dan konflik
•    Struktur dan disain organisasi
•    Kebijaksanaan, praktek dan budaya organisasi usaha.
•    Stress: dampak, penyebab dan manajemen
•    Perubahan lingkungan dan pengembangan organisasi.
•    Individu dan pengambilan keputusan organsasi usaha.
•    Konsep motivasi dan motivasi individu dalam organisasi usaha.
•    Komunikasi dan pengambilan keputusan kelompok
•    Kekuatan , politik dan konflik
•    Struktur dan disain organisasi
•    Kebijaksanaan, praktek dan budaya organisasi usaha.
•    Stress: dampak, penyebab dan manajemen
•    Perubahan lingkungan dan pengembangan organisasi.
•    Individu dan pengambilan keputusan organsasi usaha.
•    Konsep motivasi dan motivasi individu dalam organisasi usaha.
•    Komunikasi dan pengambilan keputusan kelompok
•    Kekuatan , politik dan konflik
•    Struktur dan disain organisasi
•    Kebijaksanaan, praktek dan budaya organisasi usaha.
•    Stress: dampak, penyebab dan manajemen
•    Perubahan lingkungan dan pengembangan organisasi.


SASARAN PESERTA
Manager, Supervisor, HRD Personel.


Organization Development

DESKRIPSI
Modern organizations have to survive and thrive in a very volatile environment. In order to cope, many organizations have resorted to downsizing, mergers and consolidations. Modern organizations have to change in order to survive and thrive in a highly competitive and ever-changing environment. But how can it be done so that those who remain can be expected to be energized and effective? This 2-day introduction to managing organization development is designed to show what can be done to increase the probability that members and stakeholders will support development efforts undertaken by an organization.

MATERI
1.    The Nature of Organizations as Open System
2.    How Change Occurs
3.    Diagnosing Symptoms of Organization Decy
4.    Appreciating the Assets and Opportunities of the Organization
5.    Describing the Desired Reality
6.    Designing a Change Framework
7.    Defining Indicators of Success of a Change Plan
8.    Roles of a Change Agent

METODE
•    Presentation
•    Discussion
•    Case Study
•    Evaluation

SASARAN PESERTA
Manager, Supervisor, HRD Personel.

PEOPLE DEVELOPMENT &  TALENT MANAGEMENT

DESKRIPSI
Talent Management adalah suatu sistem strategis yang terstruktur dan terencana dengan terpadu dimulai dari proses rekrutmen, memelihara sampai mengembangkan karyawan yang bertalenta. Atau proses perekrutan, pengembangan dan retensi pada karyawan secara terpadu dalam jangka panjang. Talent management merupakan sebuah proses untuk mengidentifikasi para karyawan perusahaan yang memiliki kapabilitas untuk menjadi future leaders/senior managers. Proses identifikasi ini didasarkan pada dua elemen kunci, yakni aspek kompetensi dan aspek kinerja (performance). Dalam hal ini, kompetensi dapat diibaratkan sebagai input yang melekat pada seseorang, dan yang akan membekali dia untuk melakukan tugasnya dengan baik; sementara aspek performance (kinerja) merupakan hasil nyata (output) dari suatu pekerjaan. Idealnya, kompetensi dan kinerja (hasil) menjadi dua hal yang berkorelasi positif. Artinya, jika Anda memiliki kompetensi tinggi, maka hasil dan target pekerjaan juga dapat dicapai dengan baik.
Selain talent management, keberhasilan manajemen SDM juga ditentukan dengan sistem yang dibangun khususnya penekanan pada  pengembangan SDM yang bertalenta agar potensi yang dimiliki secara cepat dan tepat berkembang sesuai dengan kebutuhan organisasi perusahaan. Prinsip-prinsip People Development sesuai dengan perkembangan dan paradigma Manajemen SDM terkini harus diterapkan mulai dari proses paling awal manajemen SDM.
Dalam pelatihan ini akan dibahas mengenai esensi dan subtansi dan bagaimana mengimplentasikan secara efektif prinsip-prinsip people development dan talent management yang diharapkan mampu memberikan perbaikan terhadap manajemen SDM.

TUJUAN PELATIHAN
Setelah mengikuti pelatihan, peserta  diharapkan :
1.    Memahami esensi dan subtansi dari prinsip people development dan talent management
2.    Memahami manajemen SDM terkini dan kaitannya dengan perkembangan bisnis perusahaan serta tantangan bisnis di masa depan.
3.    Mampu menjabarkan prinsippeople development dan talent  management dalam implementasi sistem manajemen SDM secara komprehensif dari proses rekruitmen, training, evaluasi dan pengembangan karir SDM
4.    Mampu menyusun sistem karir pegawai yang didasarkan pada kebutuhan kompetensi apa saja yang dituntut, agar seorang pegawai dapat menempati suatu posisi pekerjaan tertentu yang lebih tinggi.
5.    Mampu Membuat sistem dan kebijakan yang transparant dan kosisten dalam implementasi sistem karir melalaui sebuah simulasi, berdasarkan peluang suksesi pegawai melalui pendekatan Talent Based Manajement.


MATERI PELATIHAN

1.    Perkembangan Human Resource Management System Terkini.
2.    Perkembangan Talent Manajemen sebagai Pengungkit Kinerja Perusahaan yang Berkelanjutan
3.    Prinsip-Prinsip People Development
4.    Proses-Proses dalam People Development
5.    Peran Strategis SDM dalam Mengembangkan Infrastuktur Organisasi
6.    Pengertian Karir bagi Pegawai
7.    Identifikasi dan Model Kompetensi sebagai Basis Penyusunan Sistem Karir
8.    Kamus Kompetensi dan Level Proficiency Competency
9.    Rumpun Jabatan (Job Family) dan Level Posisi Pekerjaan
10.    Dasar Kebijakan dalam Menyusun Jenjang Karir Pegawai
11.    Analisis Gap Kompetensi dan Pengembangan Pegawai
12.    Studi Kasus

PESERTA PELATIHAN
Workshop ini sangat relevan staf dan manajer SDM/ HRD serta jajaran manajemen lini (supervisor dan manajer) yang mempunyai tanggungjawab untuk mengelola SDM nya secara optimal.

PEOPLE DEVELOPMENT AND CAREER PLANNING

DESKRIPSI
Dalam dunia bisnis yang selalu berubah dan terus berkembang, dibutuhkan kemampuan perusahaan untuk mampu menjawab perubahan dan bersaing dengan kompetitor dengan menghasilkan produk dan jasa dengan kualitas unggul.  Dan dalam lingkungan bisnis dimana perkembangan ilmu dan sistem manajemen serta teknologi terjadi demikian cepat maka perusahaan membutuhkan kemampuan untuk terus meningkatkan kompetensi SDM yang dimilikinya. People Development Officer adalah satu istilah jabatan yang kepadanya diberikan wewenang dan tugas untuk melaksanakan fungsi pengembangan SDM di lingkungan perusahaan.  Dibutuhkan kompetensi khusus untuk mampu mendesain dan melaksanakan program pengembangan kompetensi karyawan sesuai visi bisnis perusahaan secara menyeluruh dan terintegrasi. People Development Analyst Program ditujukan untuk membekali peserta dengan kemampun untuk melaksanakan fungsi tersebut.

Materi :
•    Konsep & prespektif people development
•    Sarana yang digunakan dalam people development program
•    Identifikasi kebutuhan pengembangan SDM
•    Pengembangan matriks training
•    Menetapkan potensi karyawan
•    Assessment dan peta kompetensi SDM
•    Membuat Career Management Planning dan Individual Development Program
ü    Membuat Individual Career Plan (ICP)
ü    Menyusun Individual Development Plan (IDP)
ü    Membuat Replacement Table Chart (RTC)
•    Mengelola pengembangan karir dan talent pool
•    Melakukan evaluasi promosi atau demosi

Peserta :

Para praktisi HR, Manager Departemen, dan siapapun yang berminat terjun dalam HR.


Transactional Analysis
for Success Communication at Work

DESKRIPSI
Hubungan seseorang dengan orang lain dapat terwujud melalui percakapan, perbuatan, bahkan sapat diekspresikan melalui bahasa tubuh. Hubungan yang terbentuk kadang – kadang menjadi tidak efektif karena transaksi komunikasi, pertukaran ide antara dua insan tidak berjalan dengan baik.

Karena itu diperlukan suatu cara untuk dapat menyampaikan pikiran, perasaan dan kehendak semata-mata hanya kepada tujuan komunikasi yang diinginkan. Transcational Analysis (TA) merupakan pendekatan komunikasi interpersonal yang diciptakan oleh Dr. Eric Berne pada tahun 50-an. Namun pengembangannya baru disebarkan secara luas akhir –akhir ini.

TUJUAN
Agar dapat mempergunakan dan mempraktekan Transactional Analysis sewaktu berhubungam dengan orang lain, menganalisis diri sendiri sehingga lebih berhasil bila mebghadapi orang lain dengan lebih produktif serta mengidentifikasikan pola yang akan diterapkan.

MANFAAT
•    Membantu produktifitas komunikasi seseorang, untuk mencapai tujuan yang diinginkan, sehingga meningkatkan efektifitas dalam bekerja.
•    Mengatasi hambatan – hambatan dalam komunikasi dengan mempergunakan prinsip TA, untuk berpikir secara realistis, berkomunikasi secara terbuka sekalipun dalam hubungan yang sangat sulit.
•    Dapat mengadaptasi diri mengikuti pola lawan berkomunikasinya.

COURSE CONTENT
Pengertian mengenai Transactional Analysis
•    Sebagai komunikasi yang efektif dan produktif
•    Mengatasi hambatan komunikasi
Meningkatkan fungsi “ Status Perasaan – Ego States”
•    Konsep “ Ego States” dan tipe transaksi
Berbagai fungsi positif dan negatif transaksi komunikasi
•    Tipe perhatian dan posisi psikologis
Hubungan anatar pribadi ditempat kerja
•    TA & Managing Conflict
•    TA & Better Teamwork
•    TA & Managing People
Psikologis dari “Games”
•    Mengapa orang bermain “Games”


Unstoppable Motivation Power

Abstraksi
Memiliki motivasi adalah idaman setiap orang yang ingin sukses dalam pekerjaan dan bisnisnya. Kebanyakan pelatihan motivasi hanya berupa teori atau terkadang menggunakan pendekatan “self pumping” yakni menggenjot motivasi peserta selama pelatihan namun ternyata motivasinya hanya bertahan selama beberapa hari saja.  Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada memberikan motivasi pada peserta, lebih jauh dari itu membekali peserta berbagai teknik untuk memotivasi diri kapanpun diinginkan.

Tujuan:
•    Membimbing trainee untuk membangun goal pribadi sehingga punya motivasi internal dengan teknik wellformed outcome
•    Membekali teknik memotivasi diri dengan pendekatan yang sangat modern, Self hypnosis, Visualisasi, Submodality
•    Mengenali strategi motivasi diri sendiri dan orang lain (Metaprograms)
•    Mempelajari teknik memfokuskan pikiran
•    Menggali potensi mind power dengan berbagai cara yang sepertinya terlihat impossible, untuk membangunkan raksasa tidur di dalam diri Anda
•    Mengalami proses hypnotherapy untuk membuang fobia-fobia dalam bekerja dan pengaruh kegagalan masa lalu.

PESERTA
Pimpinan, Manajer, staff dan karyawan yang ingin mendongkrak kemampuan diri yang luarbiasa.


APPLICATION AND CONTROL OF ANTICORROSION PAINTS AND SYSTEMS

Abstrac
To provide an understanding of the properties of anticorrosion paints then demonstrate the technique of application, control and defect detection, with practical exercises to aid their assimilation. The course also covers standards, specifications and current safety regulations.

Content
1.    Characteristics and properties of anticorrosion paints and systems
•    Paint constituents
•    Physical characteristics of a paint
•    Paint manufacture and recent developments
•    Different types of industrial paint
2.    Paint application in industry
•    Preparation of surfaces
•    Application
•    Preparation and types of paints for normal environments as a function of the equipment
3.    Inspection, control and commisioning
•    Paint defects, causes, control procedures
•    Remedial action and repair techniques
•    Consideration of specifications and rules to be observed
•    Tests performed on painted metals
4.    Site visit

Objective
to Provide a broader knowledge of the properties of anticorrosion paints and a better understanding of the techniques of application required to get an effective and durable anticorrosion system. On completion of course, participant know :
•    The caracteristics of the main types of industrial paints
•    How to set an inspection procedure of products, preparation of surface, application tests perfomed on painted metals.

Who Should Attend   
Managerial and technical staff from the oil, gas and petrochemical industries
Involved in Specifyng, Maintaining and Inspecting Painted Surface.


BALANCING   AND   TOTAL   ALIGNMENT

DESKRIPSI
Memberikan pengetahuan tentang balancing dan alignment, ciri ciri un-balance, misaligned dan bagaimana melakukan balancing, balancing machine dan alignment.

MATERI
A.    PENDAHULUAN
•    Frekuensi
•    Perpindahan
•    Kecepatan
•    Percepatan
•    Sudut Fasa
•    Fungsi Sinus
•    Fugsi Cosinus
B.    ALIGNMENT
•    Pengantar, klasifikasi alignment dan misalignment
•    Istilah-istilah yang digunakan pada persoalan alignment (indicator sag, soft foot, etc)
•    Peralatan yang digunakan untuk alignment
•    Alignment tolerance
•    Pengambilan data
•    Perhitungan alignment
C.    BALANCING
•    Pengantar mengenai balancing
•    Terminologi yang berhubungan dengan balancing
•    Teori balancing
•    Pengukuran sudut fasa
•    Dinamic balancing
•    Balancing tolerance
•    Balancing machine

PESERTA
Manajer Perawatan / Superintendent / Engineer / Supervisor / Planner Production Manager / Superintendent / Engineer / Supervisor Plant Manager / Superintendent / Engineer / Supervisor. Semua orang yang ingin menambah pengetahuan dan minat dalam pelatihan tersebut.


Basic Reliability Engineering

Abstrac
We provide a practical approach and provide many examples that assist in understanding and implementing the various techniques, without covering an overwhelming variety and depth of techniques of which a small percentage is needed. We also provide exercises that further assist in understanding the various techniques.

OUTLINE
1.    Reliability Engineering Explained
•    The content is Historic development of reliability engineering, the objectives and goals of reliability engineering, reliability engineering link to asset management, the benefits of reliability engineering, Why should you consider using reliability engineering , the reliability engineering process And implement reliability engineering.
2.    What Are the Reliability Principles?
•    The Content is Introduction, How does quality compare to reliability? , reliability link to Life Cycle Costs , design for mechanical reliability , are the effects of installation on mechanical reliability, the effects of operability on mechanical reliability, the effects of maintainability on mechanical reliability  , Which reliability measures are available? , Quality , Reliability, availability and maintainability and Main outcomes of chapter two
3.    What Are Asset Faults and Failures?
•    The content is faults and failures , the six patterns of failure , wear-out failure ,the bathtub curve or hazard function, slowly aging? , the best new failure mode,  is random failure , wear-in failure , characteristics of age-related failures , characteristics of non-age-related failures , Failure analysis , What data do you use in maintenance analysis?, the generic parts count method? data collect , the failure rate , How to work out the mean life of items?, Main outcomes of chapter three
4.    How to Perform Descriptive Data Analysis?
•    The content is : the purpose of quantitative techniques , decisions do you make in maintenance, Classification of maintenance problems, Purchasing decisions , Replacement decisions , Inspection decisions , Overhaul and repair decisions , Resourcing decisions , analyse failure data with descriptive statistics , tabulation , graphical represent data , perform trend analysis, failure distributions and Main outcomes of chapter four
5.    What Can You Do with Statistics?
•    The content is : Numerical characterisation of data , measures of central tendency are available , measures of variation can you use , inferential statistics , populations and samples , determine confidence levels?
6.    What Is Probability
7.    What Are Probability Distributions?
8.    What Is the Weibull Distribution?
9.    How to Calculate System Reliability?
10.    What Are Industrial Applications of Reliability Analysis?
•    The content is : Introduction , types of reliability analyses can you use ,  reliability audits , reliability reviews , reliability assessments , reliability analysis techniques should you use , reliability aspects in contracting , Accurate reliability specification , Avoid ambiguity in contracts , reliability testing , Test terminates once a pre-assigned number of failures occur , Test terminated at pre-assigned time , Successive reliability testing , 'Testing' with the binomial distribution
11.    How to Manage Risk?
•    The content is : risk analysis and management , definition and measurement of risk , Risk statistics , risk analysis techniques are available , probabilistic risk assessment methodology , hazard & operability analyses? At what time , do you perform hazards and operability analyses , perform the HazOps analysis , standard HazOps sheet , extended HazOps analysis sheet , the benefits and disadvantages of HazOps,  HazOps analysis consistent , time-sequence models , the gate/logic and event/terminal symbols , fault or success trees , event trees , cause-consequence analysis , logic trees , cause and effect diagrams.
Course Objectives
To provide the participants with:
•    the knowledge, understanding and skills to perform reliability analyses to optimise the quality and quantity of asset outputs (revenue), minimise risk and the use of inputs (costs);
•    knowledge for the most effective and efficient design, operation and maintenance of assets;
•    methods and examples to assist with the easy implementation of the various technique and achieving the changes espoused in the theory.

Who Should Attend
Asset owners, Asset Managers, Engineers, Planners, Trades people, Operators, Finance Managers, Safety Officers and all those who contribute in their roles of first-line (operators and maintainers) and second-line (engineering, designers, logistics, admin, workshops, etc.) asset managers to asset performance.


BEARINGS & BEARING FAILURE SYSTEM

Description:
Attendees will gain a detailed understanding of bearing types and design. The course also discusses lubricant as used with bearings and lubricant analysis. Further the course will cover the reasons for bearing failure, bearing failure analysis and detecting/preventing the causes of bearing failure.

Course Outline:
•    Introduction
o    Basic concepts of Tribology
o    Bearing surfaces in machines
o    Basic principles of bearing selection
o    Practical consideration in bearing selection
o    Wear mechanisms and methods of wear reductions
o    Plain bearing materials
o    Lubricant selection
•    Plain Bearings
o    Fluid film bearings
o    Plain thrust bearings
o    Self contained bearings
o    Journal bearings for rotating machines
o    Bearing influence on rotor dynamics
o    Process fluid lubricated bearings
o    Journal bearings for reciprocating machines
o    Rubbing bearing design and material selection
o    Plain bearing failure investigation
•    Rolling Bearings
o    Types of rolling bearings and their contact conditions
o    Nomenclature and load carrying capacity of rolling bearings
o    Selection of rolling bearings
o    Installation and sealing of rolling bearings
o    Lubrication of rolling bearings
o    Rolling bearing failure investigation
•    Lubricants and Lubrication Systems
o    Lubricants in services
o    Selection of lubrication systems
o    Specification of large oil systems
o    Lubricant cleanliness in circulation systems
o    Fire and explosion hazards with mineral oils
•    Problems & Failure Studies
o    Repair of service damage and manufacturing errors
o    Analysis of individual failures
o    Weibull analysis of multiple failures

Who Should Attend:
This course is aimed at Mechanical Engineers/Technicians who will be involved in the maintenance of rotating equipment and that require an understanding of bearing technologies and processes. Engineers requiring an understanding of bearing repair techniques would also benefit from attending this course.

BEARING FRICTION AND SEALS MAINTENANCE

DESKRIPSI

Bantalan atau bearing adalah suatu part yang memiliki karakteristik memindahkan tenaga atau gaya dalam bentuk putaran antara inner part ( shaft ) dan outer part ( housing ) dimana salah satu bagian tersebut menjadi titik diam dan yang lainnya berputar, pada bantalan akan diteruskan gaya aksial dan radial.
Apabila ada dua buah logam yang bersinggungan satu dengan lainnya saling bergeseran maka akan timbul gesekan , panas dan keausan . Untuk itu pada kedua benda diberi suatu lapisan yang dapat mengurangi gesekan , panas dan keausan serta untuk memperbaiki kinerjanya ditambahkan pelumasan sehingga kontak langsung antara dua benda tersebut dapat dihindarai.  Untuk itu maka diperlukan pengetahuan khusus yang fokus mempelajari tentang bearing dan pergesekannya serta perawatan seals nya.
Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan memahami teori dan praktek perawatan bearing dan seals untuk aplikasi di industri.

MATERI
1.    Pengantar
2.    Sistem kerja friction bearing, motor dan pompa
3.    Sistem pelumasan
4.    Sistem pendinginan air
5.    Basic Load Rating, Reliability, and How to Calculate Bearings’ Life BPFO, BPFI, BSF
6.    Bearing maintenance
7.    Seals maintenance

PESERTA
Dasar pendidikan SLTA/D3, Operator, Teknisi, Engineer, Supervisor  dan pegawai terkait yang membutuhkan pengetahuan dasar tersebut


BEARING TECHNOLOGY AND LUBRICATION SYSTEMS

ABSTRACT
This course covers real-world bearing lubrication in a dynamic, skills-based learning approach. Upon course completion, students will have learned the skills needed to choose, apply and maintain lubricants in bearing applications plant wide.
Upon completion this course,
•    Participant will be able to evaluate and select appropriate lubricants for a wide variety of rolling element bearing applications. For greased applications, this includes choosing an appropriate grease base, stiffness, base oil and additives, if needed, for proper operation.
•    The participant will also be able to compute grease intervals and re lubrication amounts for a variety of application conditions, such as contamination, high or low temperatures and vibration.
•    For oil lubricated applications, the participant will be able to choose the correct oil viscosity, delivery method (standing oil, circulating oil, air/oil, oil mist) and oil change out intervals.
•    The participant will be to evaluate filter effectiveness, and to select and apply appropriate filter(s).
•    The participant will be able to troubleshoot common lubrication problems and recommend corrective actions.
•    provide the participants with theory and practical aspects of bearing technology and lubrication for industrial applications. The course will discuss rolling element bearing, hydrodynamic and hydrostatic bearing technology, including the selection of bearing type and size, applications, mounting and dismounting, maintenance, and bearing failures.

COURSE CONTENTS

1. Lubrication fundamentals
•    Functions of lubrication
•    Basic expressions
•    Lubricant additives and their effects
•    Avoiding surface damage in bearings
2. Grease lubrication
•    Grease functions and properties
•    Grease delivery and metering systems
•    Selection of grease type: choosing the right grade, base, and oil for you application
3. Oil lubrication
•    Choosing the right lubricant: oil and grease quality standards and testing
•    Effects of cleanliness and contamination
•    Using bearings new life theory to predict effects of contamination
•    Effects of water ingress
•    Effective use of filtration, choosing the right filter
•    Change out intervals
•    Bearing housing design concepts
•    Comparison of oil delivery methods: static, wick-feed, lifting rings,  circulating oil, mist, air-oil, oil spot
•    Determining oil flow rates
4. Applying lubricants
•    Determining lubrication quantities and intervals
•    Hands-on lubrication and lubrication procedures for pillow blocks, ball bearings, roller bearings, sealed and shielded bearings
•    Electric Motor lubrication
5. Common error
Over greasing, under greasing, mixing greases

WHO SHOULD ATTEND
Mechanical engineers, maintenance engineers and supervisors, service engineers and supervisors, work over engineers and supervisors, maintenance technicians, etc.

Boiler Operation and Maintenance

Deskripsi :
Pemeliharaan mesin-mesin produksi sangat penting untuk mendukung jalannya proses produksi. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam pengoperasian dan perawatan Boiler agar dicapai kontinyuitas, kehandalan dan keselamatan operasi Boiler sesuai kebutuhan.

Course Outline :
•    Boiler dan operasinya
•    Perawatan bagian-bagian boiler
•    Pemeriksaan boiler
•    Operasi peralatan instrument
•    Operasi peralatan listrik
•    Bahan bakar dan pembakaran
•    Penyediaan air umpan
•    Maintenance dan trouble-shooting

Peserta:
Kursus ini dapat diikuti oleh engineer, supervisor, teknisi, operator utilities unit pengolahan, petrokimia dll.



BOILER PLANT OPERATION AND MANAGEMENT
for Engineers & Technicians


ABTRACT
The Boiler Plant Operation and Management workshop is an intensive, highly practical and useful two-day workshop. You will gain the most up-to-date information and practical understanding of the installation, operation, maintenance and management of boiler plants. This workshop will give you the ability to recognise and solve boiler problems simply, easily and with confidence. And we will learn The installation, operation, maintenance and management of boiler plants

CONTENT :

1.    INTRODUCTION
  • Types of package boilers and their applications
  • Boiler components, terminology and definitions
2.    FUEL COMBUSTION AND STEAM GENERATION PROCESS
  • Overview of the boiler heating and steam generation process
  • Influence of fuel types on boiler design and operation
  • Firing appliances
  • Basics to the theory of combustion and fundamentals of steam generation
  • Thermal efficiency
  • Fire-side deposits and their influences
3.    BOILER AUXILIARY PLANT
  • Water treatment and dosing plant
  • Feed water pumps, valves, steam traps,piping, fans, and dampers
  • Firingsystems
  • Economisers and heat recovery equipment
  • Flue gas cleaning and dust removal
  • Soot blowers
Practical session and questions
4.    OPERATIONS AND CONTROLS
  • Boiler instrumentation and its purpose
  • Typical P&I diagrams for coal/oil fired package units
  • OEM operating manuals
  • Control systems or loops
  • Operation and control philosophy,sequences and procedures
  • Safety equipment and emergency procedures
  • Typical operational problems, reasons for the problems
  • Troubleshooting
  • Operating records and logs
  • The do's and don'ts of boiler operation and corrective action
5.    PRESSURE CONTAINING COMPONENTS
  • Basics to codes calculation theory and assumptions
  • Overview of design parameters for shell,furnace, plates and tubing
  • Importance of pressure part inspection
6.    PLANNING AND MANAGING BOILER MAINTENANCE
  • Critical importance of maintenance policies and programmes
  • Manufacturers literature and requirements
  • Regularity of inspections and maintenance
  • Critical items for maintenance for safety,efficiency and reliability
  • Country/state legislation regarding inspection and repairs
  • Authorised inspection authority involvement
  • Maintenance records and preventative maintenance
  • In-house vs contractor repair maintenance
  • The do's and don'ts in terms of boiler maintenance
7.    MANAGING BOILER REPAIRS AND MODIFICATIONS
  • When does a boiler repair become a boiler modification?
  • Importance of historical records
  • Understanding the steps and requirements when undertaking modifications
  • Boiler owner and contractor responsibilities
  • AIA and their inspection points
  • The do's and don'ts regarding boiler repairs
8.    COLD STORAGE OF A BOILER
  • Importance of an established storage period, preservation steps and return of the boiler
  • Storage instructions and procedures
  • Consequences of no plan
9.    EMISSION CONTROLS AND ENVIRONMENTAL CONSTRAINTS
  • Types of emissions for different fuels fired
  • Control of boiler flue gas emission
  • Flue gas cleaning and scrubbing equipment
  • Oil and gas burner design to reduce NOx emissions
  • Effectiveness of gas cleaning or scrubbing equipment
  • Acceptable emission levels
OBJECTIVES
This practical three-day workshop will give you the knowledge to enable you to:
•    identify the various types of boilers
•    use essential terms and understand their key applications
•    describe the typical characteristics of fuels fired
•    perform basic combustion and process calculations
•    recognise the impact fuels have on the boiler heat transfer surfaces
•    describe the ancillary equipment associated with steam boiler plants and their integral role in the safety of the boiler
•    discuss the correct operation, control sequences and procedures for the safe operation of a typical fire-tube boiler plant
•    outline the applicable pressure part design codes and explain their influence on boiler pressure parts sizing, inspection and non-destructive examination
•    initiate an effective inspection and maintenance programme
•    minimise forced outages and prevent serious damage to boiler equipment
•    provide an overview of the legislative requirements plus the essential steps and responsibilities for the repair of boilers
•    recognise the importance of and implement the procedures for the protection of a boiler during cold storage
•    outline the technologies available for the reduction of emission levels and the applicable international legislative controls

WHO SHOULD ATTEND:
Senior Boiler Plant Operators, Repairers & Installers, Boiler Plant Construction Managers, Plant Engineers , Operation, Maintenance, Inspection & Repair Managers, Supervisors & Engineers , Mechanical Engineers & Technicians , Design Engineers , Insurance Company Inspectors , Consulting Engineers

BOILER & STEAM GENERATION

Description:
This course covers both the history of combustion and the theory of boiler control. This includes the associated safeguarding system and operational procedures to ensure safety of equipment and personnel.

Outline:

•    Heat Exchanger Theory and Operation
•    Heat Transfer Media
•    Boiler Feedwater
•    The Formation of Steam
•    The use of Steam
•    Basic design of Steam Boilers
•    Boiler Auxiliaries
•    Process Steam Distribution

•    Types of Boilers
o    Fire Tube Boilers
o    Cornices and Lancashire
o    The Economic Boiler
o    Oil/ Gas Fired Boilers
o    Electrical Boilers
o    Immersion Element Boilers
o    Electrode Boiler
o    Water Tube Boilers
o    Low Water Content Coil Boilers
o    Superheaters
•    Types of Burners
o    Oil and Gas Burners
o    Pressure Jet Atomizers
o    Two Fluid Atomizers
o    Spinning Cup or Rotary Atomizers
o    Emulsifying Atomizers
o    Steam or Assisted Pressure Jets
o    Coal Burners

•    Boilers Ancillary Plant
•    Safety Valves
•    High and Low Alarms
•    Water Gauges
•    Blowdown Systems
•    Automatic Blowdown
•    Scot Blowers
•    Pressurisation Systems
•    Avoiding Corrosion in Boilers
•    Combustion Theory
•    Types of Control System used for Fuel efficient Systems
•    Control of Emissions
•    Control of Oxygen, Carbon monoxide and Carbon Dioxide Emissions

•    Types of Boiler Control Systems
•    Overcoming the Reverse Process Reaction Curve
•    A cascade Control System
•    Fuel Control System for a Boiler
•    A Ratio Control
•    Air Fuel Ratio Control
•    Minimum Fuel Flow Limitations
•    A Mechanical Minimum Stop
•    Burner Control for a System with a Mechanical Minimum Stop
•    Pneumatic Minimum Stop
•    Minimum Stop Adjustment
•    Other Types of Burner
•    Non-return Pressure Atomized Burner
•    Steam Atomized Burners
•    Fuel Gas Burners

•    Boiler Control System
o    Fuel Leading Control System
o    Compensating for Fuel Gas Density Variations
o    Basic fired Equipment Safety Demand
o    Matching the Fuel and air Proportions
o    The Airflow Controller
o    Protecting Against Boiler Drum Excessive Fuel Usage
o    Boiler Drum Level Control
o    Boiler Drum Pressure Control
o    Steam Temperature Control
•    Safeguarding Systems
o    Prevention of Unsafe Situations
o    Practical Control Systems
o    Test
o    Certificate Issue


Fluid Flow Measurement Operation, Maintenance and Calibration

Deskripsi
Fluida adalah zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk (distorsi) secara permanen. Bila kita mencoba mengubah bentuk suatu massa fluida, maka di dalam fluida tersebut akan terbentuk lapisan-lapisan di mana lapisan yang satu akan mengalir di atas lapisan yang lain, sehingga tercapai bentuk baru. Selama perubahan bentuk tersebut,terdapat tegangan geser (shear stress), yang besarnya bergantung pada viskositas fluida dan laju alir fluida relatif terhadap arah tertentu.

Bila fluida telah mendapatkan bentuk akhirnya, semua tegangan geser tersebut akan hilang sehingga fluida berada dalam keadaan kesetimbangan. Pada temperatur dan tekanan tertentu, setiap fluida mempunyai densitas tertentu. Jika densitas hanya sedikit terpengaruh oleh perubahan yang suhu dantekanan yang relatif besar, fluida tersebut bersifat incompressible. Tetapi jika densitasnya peka terhadap perubahan variabel temperatur dan tekanan, fluida tersebut digolongkan compresible  .

Zat cair biasanya dianggap zat yang incompresible, sedangkan gas umumnya dikenal sebagai zat yang compresible.  Perilaku zat cair yang mengalir sangat bergantung pada kenyataan apakah fluida itu berada di bawah pengaruh bidang batas padat atau tidak. Di daerah yang pengaruh gesekan dinding kecil, tegangan geser dapat diabaikan dan perilakunya mendekati fluida-ideal, yaitu incompressible dan mempunyai viskositas 0. Aliran fluida ideal yang demikian disebut aliran potensial.

Pengukuran debit aliran fluida pada industri pengilangan minyak merupakan hal yang sangat banyak dilakukan. Beberapa metode sudah dipakai untuk mengukur debit tersebut. Maka dalam dunia industri orang yang di tempatkan sebagai pemegang kendali dalam dunia industri yang berkaitan dengan fluida ini harus benar-benar memahami bagaimana cara kerja, perawatan dan pengukurannya. Setelah mengikuti kursus ini, diharapkan peserta dapat memahami metode-metode pengukuran aliran fluida, baik gas maupun cair secara tepat dan benar.

Materi
1.    Konsep dasar pengukuran
2.    Karakteristik fluida (cairan dan gas)
3.    Dasar pengukuran aliran
4.    Alat ukur aliran cairan (mekanis dan elektris)
5.    Alat ukur aliran gas
6.    Kalibrasi flowmeter (cairan dan gas)
7.    Perawatan flowmeter
8.    Dasar sistem kendali

Peserta
Para pekerja yang bergerak pada bidang permesinan dan instrumentasi dari berbagai industri seperti perminyakan, pembangkit tenaga listrik, pupuk, petrokimia, semen, baik sebagai engineer, operator maupun perawatan

FURNACES:
OPERATION AND OPTIMIZATION IN SAFETY

ABSTRACT
To provide in-depth knowledge of furnace operation in the petroleum and petrochemical industries. The course places special emphasis on abnormal situations liable to lead to incidents and therefore addresses questions of safety arising from furnace operation. On completion of the course, the participants: have a better knowledge of industrial furnaces technology, operating conditions and constraints, and their signification; manage on stream operation rules in safety; know the main maximum operating values and material operating limits; have mastered these constraints for an optimal furnace.
On completion of the course, the participants:
•    have a better knowledge of industrial furnaces technology, operating conditions and constraints, and their signification
•    are able to identify the different operating constraints and their signification
•    know the main maximum operating values and material operating limits
•    have mastered these constraints for an optimal furnace operation in safety and fiability.

COURSE CONTENT
1.    FURNACE CONSTRUCTION AND OPERATING CONDITIONS
•    Different types of furnaces and their functions
•    Operating conditions
•    Distribution of heat supplied
•    Furnace efficiency
•    Estimation rule parameters governing furnace efficiency, scope and limitations for improving furnace efficiency.
•    Construction of heat exchange areas, insulation, refractory materials: technology, type of materials used.
2.    FLUE GAS CIRCULATION
•    Natural draft: stack role, pressure profile inside a furnace
•    Parameters governing draft and negative pressure control. Forced draft: draft fan role. Draft control.
3.    COMBUSTION - FUEL - BURNERS
•    Combustion conditions: heating value, liquid and gas fuel characteristics, liquid spray.
•    Implementation of combustion: introduction of fuel and air, achieving their mixture, burner operation.
•    Combustion quality: analysis of the oxygen and the unburned material in the flue gases, control of the combustion air flow rate, air-fuel constraints.
•    Combustion safety: flame detection, control and safety devices on the fuel circuits.
•    Combustion constraints and burner operation limits.
4.    HEATING
•    Heat transfer to the tube bundle: heat flux, tube temperatures, fouling effects. Parameters governing heat transfer: flue gas temperature and mass flow-fuel emissivity.
•    Division of the heated fluid into several passes: control and regulation of the division, low flow rate safety systems.
•    Heating control: flow constraints of the fuel at outlet temperature.
5.    FURNACE OPERATION
•    On-stream furnace operations: monitoring of combustion and heating - Modifying operating conditions - Analysis of disturbances - Stack sweeping. Startup and shutdown: preparation, safe ignition procedures, ignition after a short shutdown, normal shutdown, emergency shutdown. Incidents: explosive atmosphere in the combustion chamber, tube rupture, unbalancing, etc.

WHO SHOULD ATTEND
All personnel involved in furnace operation and optimization: operators, panelmen, supervisors and engineers.

FUNDAMENTALS OF PIPE WELDING

DESKRIPSI
Pelatihan ini akan mengeksplor teknik pengelasan secara umum dan mempelajari basic dari teknik pengelasan itu sendiri. Dalam dunia industri umumnya menggunakan unsur logam dan material yang biasa digunakan seperti carbon steel, stainless steel, nikel, titanium, dan sebagainya. Penekanan dalam pelatihan ini adalah aspek kualitas pengelasan  sesuai dengan karakteristik masing-masing material dan inspeksi proses dan hasil pengelasan serta analisa dengan menggunakan perkembangan teknologi terbaru dalam welding engineering.
Setelah mengikuti kursus ini, peserta dapat : mengoperasikan mesin – mesin las potong dengan benar, mengaplikasikan metode standar pengelasan pipa (Std. Elektroda, Kec. Las, Std. Kampuh Las Akar, pengelasan las isi dan las penutup) serta mempunyai dasar keterampilan mengelas pipa menurut standar acuan A.S.M.E – IX pada berbagai posisi terlatih.

MATERI

•    Standar sambungan las, HAZ
•    Metoda standar pengelasan pipa
•    Tipe mesin las potong dan las SMAW

Praktek
•    Las potong pipa Ø 6’
•    Persiapan sambungan las las pipa
•    Las Ring pelat
•    Las Akar di pipa 2 G/by passing (2x45’)
•    Las isis dan las penutup pipa 2 G
•    Las Akar di pipa 5 G/by layers
•    Las isi dan las penutup pipa 5 G
•    Prkatek di laboratorium POLBAN (Politeknik Negri Bandung)

PESERTA
Ÿ    SLTA/D – 3/ S – 1 pengalaman kerja minimum 3 tahun
Ÿ    Pegawai terkait yang membutuhkan pengetahuan dasar tersebut

Fundamentals of Vibration for Test Applications

Description
This course covers a wide range of topics associated with vibration and shock applications in order to enable the course participants to acquire a basic understanding of the complex field of vibration and shock. Each of the subject areas covered in this course have expanded coverage in their own three day courses for those individuals who need a more thorough understanding for their application.

Course Outline
•    Introduction to Vibration
•    Basic Concepts and Terminology: Spectra
•    Electronic Filters & Measurement Systems
•    Dynamic Force and Motion: Laws of Motion, Weight vs. Mass
•    Vibration Exciters (Shakers)
•    Random Vibration: Statistics
•    Fixtures: Materials, Fabrication methods
•    Vibration Measurement: Velocity, Displacement Sensing
•    Power Amplifiers, Effects of Resonance
•    Vibration Testing: Types of Testing: Development,
•    Basics of Spectral Analysis: Time and Frequency Domain
•    Sine Vibration Testing: Closed Loop Control
•    Random Vibration Testing: Calculating RMS from PSD
•    Mechanical Shock: Shock Testing on various machines
•    Environmental Stress Screening

FUNDAMENTALS ON FRACTURE MECHANICS AND FAILURE ANALYSIS TECHNIQUES

DESKRIPSI
Sangat jarang suatu komponen mesin hanya mengalami pembebanan statik murni. Pada umumnya komponen-komponen mesin bekerja di bawah pembebanan berulang (cyclic loading). Fenomena fatigue ini akan menjadi signifikan apabila dalam proses manufaktur komponen tersebut terdapat cacat, sehingga akan memperpendek umur suatu komponen. Terlebih lagi, bila dalam perawatan tidak dilakukan dengan seksama, serta kurangnya pemahaman terhadap proses kegagalan, maka akan menimbulkan kegagalan komponen bahkan kegagalan sistem. Oleh karena itu, pemahaman terhadap proses kegagalan suatu komponen mesin akan dapat menambah kesadaran akan pentingnya perawatan, baik secara teknik maupun dari segi manajemennya. Sehingga kerugian karena kegagalan dapat direduksi sampai seminimal mungkin.

MATERI
1.    Teori fracture mechanics
o    fracture modes
o    ductile fracture
o    brittle   fracture
o    fatigue fracture

2.    Teknik failure analysis
3.    Teknik-teknik mengontrol/memperlambat kegagalan

PESERTA
Para teknisi, engineer, manajer dan personel bagian operasi dan perawatan pada perusahaan secara umum. Peserta training berpendidikan minimal sekolah menengah kejuruan dari bidang teknik.


Gas Turbine Construction & Maintenance

Abstract
This course offers a firm understanding of the basic maintenance requirements of all types of heavy duty gas turbines and their auxiliary support systems. This course does not include any discussions of generators.
The course is designed for those persons with no or limited knowledge of gas turbines.
The objective of this course is to give participants an understanding of basic gas turbine component construction and maintenance procedures as well as a fundamental knowledge of the auxiliary systems function and preventative maintenance requirements. This fundamental knowledge will allow participants to approach maintenance activities with confidence.
Emphasis is placed on the following areas:
•    Basic gas turbine operating cycle
•    Review of gas turbine major components, equipment arrangements and associated maintenance requirements of each section of the turbine.
•    Turbine operations and the affect on maintenance intervals
•    Purpose, function and routine preventative maintenance of the various turbine support systems such as the lubricating oil, hydraulic, variable inlet guide vanes and fuels
•    A review of standard practices, tooling and parts needed to successfully conduct inspections
•    How to source information in the Gas Turbine Service Manuals

Who should attend?
Mechanics, operators, engineers, technicians, and administrative personnel of operating facilities as well those who may work in affiliated industries, who wish to gain an understanding of the routine maintenance requirements of heavy duty gas turbines.

Materi :
1    Introduction
    Basic Gas Turbine Operating Cycle and Performance Characteristics
    Gas Turbine Major Components and Construction

2    Navigating the GE Service Manuals
    Standard Practices
    Borescope Inspections
    Combustion Inspections

3    Hot Gas Path Inspections
    Major Inspections
    Tour of the Gas Turbine Manufacturing and Assembly Areas

4    Gas Turbine Auxiliary Systems – Function and Routine Preventative Maintenance
    Tour of the Gas Turbine Manufacturing and Assembly Areas
5    Gas Turbine Auxiliary Systems – Function and Routine Preventative Maintenance
    Operation & Maintenance Considerations
    Review


GASOLINE FUEL INJECTION

DESCRIPTION
Fuel injection is a system for admitting fuel into an internal combustion engine. It has become the primary fuel delivery system used in automotive petrol engines, having almost completely replaced carburetors in the late 1980s.
A fuel injection system is designed and calibrated specifically for the types of fuel it will handle. Most fuel injection systems are for gasoline or diesel applications. With the advent of electronic fuel injection (EFI), the diesel and gasoline hardware has become similar. EFI's programmable firmware has permitted common hardware to be used with different fuels.
Carburetors were the predominant method used to meter fuel on gasoline engines before the widespread use of fuel injection. A variety of injection systems have existed since the earliest usage of the internal combustion engine.
The primary difference between carburetors and fuel injection is that fuel injection atomizes the fuel by forcibly pumping it through a small nozzle under high pressure, while a carburetor relies on suction created by intake air rushing through a venturi to draw the fuel into the airstream.
This course is designed to aid the driveability technician in performing
proper basic and advanced tests in diagnosing common driveability issues found on vehicles today.
Use of service information and tools such as understanding fuel related data parameters using a scan tool found in todays vehicles are instructed. Technicians are also demonstrated tests on a live vehicle. In the ladder half of the course, technicians are instructed on each critical sensor their operation, and how they are tested using a multimeter and lab scope.

COURSE CONTENT :

1. Introduction and safety guidelines
2. Use of the service manual
3. Review and service procedures
4. Engine Theory and Operation
5. Electronic Control
6. Fuel System
7. Sensor Operation
8. Fuel trim and Oxygen sensor operation


Generator:
Operation, Maintenance and Trouble Shooting

Abtract
Electric generator is a device That Produces electrical energy from mechanical energy source, usually by means of electromagnetic induction. This process is known as electricity generation. Generator drives an electric charge to move through an external electrical circuit, but the generator does not create an existing electric wires in the windings. This is analogous to a water pump, the which creates a flow of water but does not create water in it. Source of mechanical energy can be either reciprocating or turbine steam engine, water falling through a Waterwheel or turbine, internal combustion engines, wind turbines, hand crank, solar or solar energy, compressed water, or any other source of mechanical energy.

In the industrial world , generators are very useful at all to carry out all activities in a company that requires the availability of electrical energy. Then the existence of this generator needs to operate properly. So that when there are problems related to electricity generators in the company could be one means to supply electricity to every corner of the companies that need electricity. In addition to the generator to function with a maximum required capability to perform maintenance and ability to handle troubleshooting if they occur on the generator. This training provides a basic understanding about the working principle of the generator, protective equipment and how to treat them.

Outline
Introduction to Electrical Power Generation System
•    Overview of power generation system characteristics
•    Load considerations
Synchronous Generator Characteristics
•    No load characteristic
•    Short circuit characteristic
•    Loading characteristics
•    Excitation system and automatic voltage regulator
•    Generator protection system
•    Practice at Electrical Energy Conversion Laboratory of ITB
Parallel Operation of Generator
•    Introduction
•    Synchronizing generators
•    Operation charts
•    Load sharing
Active load sharing
Reactive load sharing
•    Practice at Electrical Energy Laboratory of ITB
•    Prime Mover (Diesel Engine) Characteristics
•    Introduction
•    Fundamental of operating principles
•    Type of governors and speed control
•    Practice at Electrical Energy Conversion Laboratory of ITB
Maintenance of Diesel Engine-Driven Electric Generator
•    Maintenance Strategy
•    Preventive maintenance program
•    Maintenance records
•    Servicing schedule
Objective
•    Enhance understanding of electric power generator set operation and maintenance, and principles of each main parts
•    Enhance understanding of synchronous generator characteristics and precautions
•    Learn how to run parallel operation and perform load sharing of generator correctly
•    Learn how to inspect prime mover (diesel engine) operational characteristics properly
•    Enhance knowledge of protections apparatus and maintenance aspects of diesel generator set.

Who should attend
This course can be followed by technicians, engineers, supervisors who work in the field of maintenance and operation compressors for various industries

GENSET: OPERATION & MAINTENANCE

PENGANTAR
Kegiatan industri maupun pertambangan membutuhkan daya listrik yang sangat besar untuk menunjang operasi secara keseluruhan sehingga seringkali tidak dapat dilayani oleh PLN, terutama untuk daerah-daerah yang jauh dari jaringan PLN. Selain kapasitas daya yang terbatas, tegangan dari PLN sering tidak stabil sehingga dapat merusak peralatan operasional dan produksi. Untuk itu pemakaian Genset sebagai pembangkit daya menjadi pilihan alternatif, selain pemasangan daya dengan kapasitas besar bisa dilayani juga kestabilan tegangan bisa dikendalikan sendiri. Untuk itu diperlukan pengetahuan khusus yang berkaitan dengan pemeliharaan dan operasional genset sehingga genset dapat beroperasi terus melayani kebutuhan produksi. Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai : Sistem Penggerak Mula, dan Sistem Pembangkit Daya Genset; Instalasi Mesin Diesel, Konstruksi Mesin Diesel, dan cara kerja sistem pada Mesin Diesel; Sistem Pembangkit Daya, dan Sistem Pengaturan Daya serta materi Perawatan Mesin Diesel, Melakukan Diagnosa Gangguan pada Mesin Diesel, serta sistem proteksi atau alat pengaman Genset.

MATERI PELATIHAN
1. Prime Mover
-    Prinsip kerja dan pengertian dasar kinerja Mesin Diesel.
-    Konstruksi dan komponen Mesin Diesel.
-    Sistem Pendinginan langsung/ tak-langsung dan Sistem pelumasan pada Mesin Diesel.
-    Turbocharger, Intercooler dan Heat Exchanger.
-    Sistem Bahan Bakar, Pompa Injeksi dan Governor.
-    Sistem Kelistrikan Mesin Diesel.
-    Engine Tune up dan Trouble shooting.
2. Generator
-    Generator AC.
-    Automatic Voltage Regulating.
-    Sistem sinkronisasi
-    Sistem proteksi Genset
-    Instalasi dan operasi Gen Set.

PESERTA PELATIHAN
Pelatihan ini dapat diikuti oleh Staf dari bagian Maintenance, Teknisi, dan operator

Pipeline Design & Constructions

Deskripsi :
Desain dan rekayasa konstruksi pipa dianggap sebagai langkah utama dari sistem pemipaan. Langkah ini melibatkan pelaksanaan perlengkapan pipa selama tahap perencanaan ke dalam bangunan apapun. Perencanaan yang tepat merupakan faktor penting untuk merancang suatu sistem pipa. Hal ini menunjukkan bahwa ketika membangun sebuah gedung atau bangunan komersial anda perlu memiliki metodologi perencanaan yang tepat tentang semua karya yang berkaitan dengan pipa (termasuk instalasi dan assessorisnya), pekerjaan listrik dll. Keuntungan utama dari Desain sistem pipa sebelum Konstruksi atau instalasi adalah bahwa kita dapat memastikan kualitas dan keamanan dari sistem pipa. Langkah pertama dalam merancang sebuah sistem pipa adalah untuk  mendapatkan sebuah gedung dengan hasil karya yang sempurna dengan mengkombinasikan desain keseluruhan bangunana/gedung dengan sistem pemipaan.

Dalam perusahaan oil & gas, penggunaan pipa merupakan suatu keharusan. Oleh karena itu melakukan design dan kontruksi pemasangan pipa harus dilakukan dengan perencanaan yang matang diantaranya mengetahui betul karakteristik dari bahan pipa sehingga dikemudian hari tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Seperti kebocoran pipa, dsb. Setelah mengikuti kursus ini, peserta diharapkan akan mengerti dan memahami masalah yang berkaitan dengan pipa, valve dan fitting, dan pipe line teknologi.

Materi
•    Pendahuluan
•    Characteristic curve of flow in pipe
•    Auxiliary devices
•    Standard code
•    Pipe line technology
•    Manajemen konstuksi
•    Operasi dan pemeliharaan
•    Studi kasus

Tujuan :
Dalam pelatihan ini diharapkan :
•    Peserta dapat memahami bagaimana melakukan design dan rekayasa pemipaan dengan baik agar kelancaran fungsi dan keamanan dari semua sistem pipa dan elemen-elemen dasar bisa terlaksana dengan baik.
•    Peserta dapat memahami jenis-jenis  design dan konstruksi untuk berbagai proyek pembangunan sebuah perusahaan (mulai dari perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur sampai perusahaan yang bergerak dalam bidang perminyakan) 

Peserta :

Engineers in Geologist and Geophysicist, Supervisor lapangan, Teknisi & Operator produksi

PIPELINE INTEGRITY MANAGEMENT SYSTEM OF CORROSION CONTROL &
 CATHODIC PROTECTION

Abstract
After completion of this practical course, participant will better understand and get improvement on how corrosion occurs and why corrosion attacks oil & gas surface facilities equipment and pipeline, how to prevent, control and minimize oil & gas corrosion damage, and how to monitor and evaluate the results of corrosion control measures and pigging. Participant will get improvement corrosion coupon, scale coupon, ER corrosion probes, LPR corrosion probes and corrosion probe data readings, and the application of on-line corrosion monitoring techniques in pipeline integrity management system.

Course Content:
In this specially designed practical course participant will learn from and discuss with professional instructor the following subjects:

•    Pipeline Integrity Management System
•    Ten Steps to Pipeline Integrity Management
•    Hazard Assessment and Risk Based Inspection
•    Corrosion Monitoring and Inspection
•    Failure Analysis, Incident Investigation & Reporting
•    Pipeline Corrosion Inhibition
•    Pipeline Inspection, Maintenance and Pigging Operation
•    Potential Operational Problems in Oil &Gas Pipeline System
•    Inspection Methods for Potential Failures and Wall Thickness Reduction
•    Pipeline Cleaning and Pigging Operations
•    Pipeline External Maintenance with Cathodic Protection
•    Practical Guidelines for Oil & Gas Pipeline Service Contracts Strategy
•    Pipeline Integrity Monitoring Techniques
•    Pipeline Coating Defects and External Failures Monitoring
•    Pipe-to-soil Potential Measurement
•    Transformer/Rectifier Voltage-Current Monitoring and Regulation
•    Corrosion, Pitting, Erosion, Scale, MIC and SRB Monitoring
•    Weight-loss Corrosion Rate Measurement
•    Practical Guidelines for the Selection and Use of Paints, Coatings and Wrapping Materials
•    Generic Types and Characteristics of Coatings and Wrapping Materials
•    Guidelines for the Selection of Coating Types and Topcoat Materials
•    Marine Growth Control and Lining for Underwater and Splash Zone
•    Paints and Coatings Application and Inspection Techniques
•    Effective Dry Film Thickness and the Economics of Paint & Coating Use
•    Cathodic Protection with Sacrificial Anode (SACP)
•    Resistivity, Coating Defect and Potential Measurement Techniques
•    Half-Cells and Materials Required for Measurement and Protection
•    Guidelines for Determination of Protection Current Requirement
•    Selection of Suitable SACP Anode Type and Anode Material
•    Inspection, Monitoring, Adjustment and Evaluation of SACP
•    Cathodic Protection with Impressed Current (ICCP)
•    The Use of Insulating Flanges and Current Jumper
•    Design Calculation and Layout for Application of Impressed Current
•    Guidelines for the Selection of ICCP Anode Type and Anode Material
•    Transformer/Rectifier and the ICCP Electrical Component
•    ICCP Failure or Damage because of Foreign Pipeline Crossing

Participant
Technical and non-technical personnel of Oil and Gas Company who involves in or concern with daily oil & gas surface equipment and pipeline operation and maintenance against internal corrosion, those who responsible of the integrity and continuity of oil and gas transportation through pipeline system and those who responsible to maintain pigging and chemical injection into the pipeline and monitoring corrosion and scale problems with Corrosion Coupons, ER probes and LPR probes


PRESSURE SAFETY VALVE

ABSTRACT
The function of a pressure safety valve is to protect pressure vessels, piping systems, exchanger, boiler and other equipment from pressures exceeding their design pressure by more that a fixed predetermined amount. The permissible amount of overpressure is covered by various codes and is a function of the type of equipment and the conditions causing the overpressure. Failure of safety valve can cause cathastropic accident. Periodically inspection, testing and repair is one of the most important element that the safety valve work properly.This course explains how safety valve and relief functions and how to maintains and ensure long life operation.

CONTENT
1.    Definition and introduction of pressure safety valve
2.    Pressure safety valve design
3.    Pressure safety valve operation
4.    Pressure safety valve installation
5.    Pressure safety valve trouble shooting
6.    Pressure safety valve servicing
7.    Gas sizing nonchoked flow
8.    Gas sizing choked flow
9.    Steam sizing
10.    Liquid sizing
11.    Example of calculation
12.    Gasket selection
13.    Common valve problems: high pressure drops and cavitations

OBJECTIVE :
•    Knowing the basic principles, ways of working, planning, troubleshooting, installation and use of a pressure safety valve.
•    to provide knowledge and skills in the installation procedures and inspection techniques safely, correctly and in accordance with legislation in the field of occupational safety and health.

PARTICIPANT
Development geologists, reservoir engineers, petroleum engineers, production engineers/supervisors/managers, simulation/stimulation engineers, drilling & work over engineers, well completion & work over supervisors / managers, etc.

PRINCIPLES OF PIPING COMPONENTS
 

DESKRIPSI
Ribuan pipa digunakan dalam industri, seperti pembangkit listrik, pabrik petrokimia, pulp dan pabrik kertas, industri makanan dan minuman, pabrik pupuk,industri minyak lepas pantai dan hampir seluruh kegiatan industri memakai instalasi pipa oleh karena itu Mereka harus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tentang sistem perpipaan.
Pipa merupakan sarana yang sangat diperlukan dalam suatu konstruksi peralatan produksi terutama pada industri migas. Spesifikasi dan standar sangat penting untuk diketahui dalam perencanaan sistem perpipaan peralatan produksi guna mencapai tujuan secara efektif, efisien dan aman.
Selain itu diperlukan juga pengetahuan tentang bagaimana merawat dan memperbaiki instalasi perpipaan berikut kelengkapannya serta menginspeksi kondisi perpipaan serta melaksanaan test dengan benar dan aman. Setelah mengikuti pelatihan ini, maka peserta dapat memahami spesifikasi material yang standar dan perawatan instalasi perpipaan dalam lingkungan industri. 


TUJUAN :





  • Memahami proses dan diagram pipa
  • Pemahaman aliran fluida, jenis, karakteristik
  • Memahami jaringan pipa
  • Tentukan penurunan tekanan dalam sistem perpipaan
  • Tentukan ketebalan dinding
  • Memahami pembuatan pipa
  • Familiar dengan komponen perpipaan
  • Meningkatkan pemahaman Anda menghubungkan pipa
  • Memahami perlindungan pipa dari korosi
  • Untuk mengetahui cara memeriksa dan pengujian perpipaan 
MATERI
  • Pipa dan spesifikasinya
  • Fitting dan spesifikasinya
  • Valve dan spesifikasinya
  • Insulasi, penyangga dan gantungan pipa
  • Gambar perpipaan
  • Pemeriksaan dan pemeliharaan pipa
  • Fabrikasi pipa
  • Latest technology on piping design (3D-CAE)


PESERTA
SLTA/Teknisi/Operator, Pegawai terkait yang membutuhkan pengetahuan dasar tersebut.


PROCESS CONTROL AND SYSTEMS ENGINEERING

DESKRIPSI
Operasi suatu pabrik diharapkan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan kondisi yang diinginkan. Selain itu pabrik harus memenuhi persyaratan keselamatan proses, memenuhi spesifikasi produk, membuang limbah sesuai peraturan lingkungan hidup, dan  mempertimbangkan aspek ekonomi. Adanya persyaratan-persyaratan operasi tersebut menuntut dilakukannya pemantauan secara kontinyu serta pengendalian proses yang tepat sehingga suatu pabrik dapat bekerja secara optimum dan pengaruh gangguan terhadap hasil maupun produksi dapat diminimalkan.

MATERI

1.    Konsep Dasar Pengendalian (Basic Process Control)
2.    Pengendalian Umpan Balik (Feed Back Control)
3.    Sensor dan Alat Ukur (Sensor and Measurement Apparatus)
4.    Kelakuan Dinamik (Dynamic Behavior)
5.    Valve Pengendali (Control Valve)
6.    Stabilitas & Tuning (Stability & Fine Tuning)
7.    Pengendalian Cascade & Umpan Maju (Cascade & Feed forward Control)
8.    Dasar Pengendalian Pneumatic (Principle of Pneumatic Control)
9.    Tingkat Pengendalian (Level Control)
10.    Pengendalian Tekanan (Pressure Regulation & Control)
11.    Pengendalian Suhu (Temperature Control)
12.    Pengendalian Laju aliran (Flow Measurement and Control)
13.    Rancangan Sistem Pengendalian (Design of Process Control)

PESERTA

Operators, technicians, supervisors, engineers, etc.

PUMP ALIGNMENT

Description

One of the most common causes of damaging vibration in rotating equipment is shaft misalignment. This comprehensive course trains the student in the need for precision shaft alignment and instructs in the popular methods to achieve it. Classroom and actual field alignments are performed using dial indicators.

Course Outline
I.    What do we mean by Misalignment
II. Importance of Proper Alignment
•    Extended Seal Life
•    Extended Bearing Life
•    Smoother / Quieter Operation
•    Extended coupling life
III. Types of alignment:
•    Straight Edge and Flash Light Method
•    Reverse Dial Indicator Method
•    Rim & Face Method (Double Dial Indicator)
•    Laser
IV. Preliminary Checks Before Starting Alignment
•    Baseplate
•    Shaft runout and endfloat
•    Existing shims
•    Inspect Couplings
V. Alignment Checks
•    Factory prealignment
•    Alignment before grouting baseplate
•    After Grouting Baseplate

Who Should Attend :
 Instrument Engineer/Supervisor, Plant Maintenance/Operators/Supervisors

QUALITY CONTROL for OVERHAUL

Deskripsi

Program Overhaul suatu unit produksi, dilakukan untuk mempertahankan keandalan operasi unit. Meskipun dalam pelaksanaannya mengharuskan unit dimatikan, namun hal tersebut merupakan pilihan yang harus dilakukan, untuk menghindari terjadinya kerusakan yang terjadi diluar perkiraan (Breakdown).
Breakdown dapat mengakibatkan kerusakan berantai dan ter-interupsinya kegiatan produksi yang mengakibatkan terjadinya kehilangan biaya yang lebih besar dibandingkan Biaya Pemeliharaan yang terprogram (misalnya Overhaul). Belum lagi hilangnya kesempatan untuk memenuhi kuantum produksi yang sudah menjadi komitmen, dan pada akhirnya dapat mengurangi/menghilangkan kepercayaan pelanggan.

Materi
1.    Pengertian Program Overhaul.
2.    Kriteria keberhasilan Program Overhaul.
3.    Perencanaan program Overhaul.
4.    Sistim informasi dalam pelaksanaan program Overhaul.
5.    Pengendalian Waktu.
a.    Panyusunan Jadual Overhaul.
b.    Aplikasi software penjadualan/pengendalian program Overhaul
c.    Pengendalian waktu pelaksanaan.
6.    Pengendalian kualitas.
a.    Kriteria kualitas.
b.    Parameter pengujian kualitas.
7.  Pengujian hasil akhir.

Peserta :

Supervisor, Teknisi dan operator, Bagian Maintenance dan yang terkait.


RECIPROCATING PUMPS

ABSTRACT
A reciprocating pump is a positive plunger pump. It is often used where relatively small quantity of liquid is to be handled and where delivery pressure is quite large. Reciprocating pumps are used in High performance liquid chromatography (HPLC). The objective of this training is  participants are expected to know about: technology, performance, operation and characteristics of reciprocating pumps, so as to have the basic ability to solve troubleshooting problems.

OUTLINE
•    Introduction
•    Classification of reciprocating pump
•    The main components and functions
•    The advantages and disadvantages of the use of reciprocating pump
•    Some use of reciprocating pump
•    The design of stuffing box, packing and plunger
•    The operating characteristics and rating recipro-cating pump; power input / output, efficiency, stall pressure, etc..
•    Auxiliary equipment
•    Maintenance and operation of the reciprocating pump; lubrication, start
•    Preparation, unloading, monitoring, and break-ins
•    Troubleshooting

PARTICIPANT
Mechanical engineers, maintenance engineers and supervisors, service engineers and supervisors, work over engineers and supervisors, maintenance technicians, etc

Advanced Fuel Cell Power Conditioning Systems

COURSE DESCRIPTION: 
Power conditioning is the enabling technology necessary for interfacing various distributed generator (DG) systems to electric utility and to power stand-alone loads. Power semiconductor devices are examined from an application perspective. After examining the basic conversion blocks, the course delves into suitable power conversion architectures (topologies). Examples include: (a) Fuel Cell power conversion system with battery/super-capacitor type energy storage for powering stand-alone residential loads with an option to interface to electric utility; (b) Power conversion architectures for a high speed gas turbine (microturbine) type DG; (c) Suitable converters for fuel cell turbine hybrid will also be considered.
Power electronics is an enabling technology for almost all electrical applications. The field is growing rapidly because electrical devices need electronic circuits to process their energy. Elements of Power Electronics, the first book to discuss this subject in a conceptual framework, provides comprehensive coverage of power electronics at a level suitable for novices in the field. It aims to establish a fundamental engineering basis for power electronics analysis, design, and implementation. More than 160 examples and 350 chapter problems support the presented concepts.

OUTLINE: 
To study in-depth fundamentals of modern power conditioning approaches (topologies) suitable for fuel cell powered systems, for stand-alone and/or utility interface.
Unit 1: Introduction to Fuel Cell Power Conditioning
Ø         System configurations
o Fuel cell power source for standalone system applications
o Fuel cell power source for utility intertie applications
o Microturbine or gas turbine power source system configuration
o Hybrid fuel cell with microturbine system configuration
Ø         Example systems and their features
o Individual components in the example systems
o Specifications
Ø         Overview of power converters and two-day course contents
Unit 2: Multiple-Switches DC-DC Converters with Isolation
Ø         Half-Bridge Converter
o PWM and converter operating modes
o Discussion of voltage and current waveforms
Ø         Push-Pull Bridge Converter
o PWM and converter operating modes
o Discussion of voltage and current waveforms
Ø         Full Bridge Converter
o PWM and output voltage relationship
o Discussion of voltage and current waveforms with PWM
o Phase-shift-modulation (PSM) Method
o Discussion of voltage and current waveform with PSM
Unit 3: Isolated DC-DC Converter Controller Design Example
Ø         Full-bridge (or Flyback) Converter Design Example
o Power stage design with device and component selection
o Construction of open-loop transfer function
Ø         Current- and Voltage-Loop Controllers Design
o Compensator design
o Bode plots for stability test
o Closed-loop responses
Ø         Realization of Compensator Circuit
o PI compensator realization with op amp circuits
o PID compensator realization with op amp circuits
Ø         Commercial-IC Controllers
o Complete circuit diagram for the design example
o Simulation (and/or) experimental results
Unit 4: Design of Single-Phase DC-AC Inverters
Ø         Power Stage Design
o DC bus voltage requirement
o Power device ratings
o DC bus capacitor requirement
o Power bus bar requirement
o Design example
Ø         PWM Switching Design
o Complementary PWM technique in full-bridge inverter
o Dead time requirement
o Short-pulse elimination requirement
o Design example
Ø         Output Filter Design
o Sizing ac filter inductor and capacitor
o Design example
Unit 5: Fuel-Cell Powered System with Single-Phase AC Output Loads
Ø         System Architectures
o Isolation requirement and options
o Low-voltage energy storage design method
o High-voltage energy storage design method
Ø         Critical Evaluation of DC-DC converter options
o Device voltage and current requirements
o Matrix comparison of dc-dc converters for fuel cell source
Ø         Critical Evaluation of DC-AC converter options
o Device voltage and current requirement
o Matrix comparison of dc-ac inverters for single-phase outputs
Unit 6: Design of a 10-kW Design Example with 48-V DC Input and 120/240 V AC Output
Ø         Inverter Circuit Topologies Dealing with Unbalanced Loads
o Two full-bridge inverters
o Two half-bridge inverters
o Three-leg inverter
Ø         Power stage design
o Power device voltage and current ratings
o Passive component voltage and current ratings
Ø         Sensor and Sensor Conditioning
o Voltage and current sensors
o Temperature sensors
o Signal conditioning and scaling
Ø         Controller Implementation
o Analog implementation
o Digital signal processor (DSP) and Interface
o Communication with fuel cell controller
Unit 7: Microturbine Power Conversion Systems
Ø         System Architecture of microturbine
o Block diagrams of microturbine systems
o Electronic actuator and hydraulic controllers
o Three-phase or multi-phase permanent magnet (PM) generators
o Three-phase ac output with and without power electronics
Ø         Generator Output AC-DC Stage Rectification
o Three-phase diode rectifier for ac-dc rectification
o Three-phase active-front-end rectification
Ø         DC-AC Inverter for Standalone and Utility Interconnects
o Three-phase diode rectifier for ac-dc rectification
o Three-phase active-front-end rectifier

OBJECTIVE 
Completion of this course will provide participants with both a review of and discussion of the specific design issues most likely to be encountered in designing Power Conditioning systems for fuel cell, microturbine, and hybrid Distributed Generation power plants. Understanding these issues will allow the participants to properly address them with the most appropriate cost-effective technical solutions.


ADVANCED INDUSTRIAL PROCESS CONTROL

ABSTRACT
Industrial control system (ICS) is a general term that encompasses several types of control systems used in industrial production, including supervisory control and data acquisition (SCADA) systems, distributed control systems (DCS), and other smaller control system configurations such as skid-mounted programmable logic controllers (PLC) often found in the industrial sectors and critical infrastructures.

ICSs are typically used in industries such as electrical, water, oil, gas and data. Based on information received from remote stations, automated or operator-driven supervisory commands can be pushed to remote station control devices, which are often referred to as field devices. Field devices control local operations such as opening and closing valves and breakers, collecting data from sensor systems, and monitoring the local environment for alarm conditions.

This course is intended for entry-level instrumentation mechanics or experienced electricians who need to understand the basics of industrial process control. With a focus upon OSHA compliance, the participants will be introduced to process control with the understanding that the individual must be qualified person to be able to work on the equipment. With that in mind the person will learn about the construction, operation, and how to avoid the hazards associated with both pneumatic and electronic process controllers.
                       
COURSE CONTENTS 
1.         Pneumatic and hydraulic pressure concepts
2.         Pressure, force, and strain sensors and calibrations
3.         Level detectors and calibrations
4.         Fluid and gas flow concepts
5.         Flow detectors
6.         Typical problems in instrumentation systems
7.         Smart instrumentations
8.         Instrumentation data communications and networks
9.         Trends in sensors and instrumentation
10.       Designing and installing instrumentation systems
11.       Troubleshooting instrumentation systems

PARTICIPANT 
This course is best suited who are familiar with basic electricity, technicians, electricians, maintenance personnel, engineers, operators, managers and supervisors.


DIGITAL INSTRUMENTATION and CONTROL

ABTRACT
Digital instrumentation and control system can provide important benefits in many safety-critical application, but they can also introduce potencial new failure modes that can effect safety. Unlike electro-mechanical system. Whose failure modes are fairly well understood and which can often be built to fail in a particular way, software errors are very unpredictable. There is virtually no nontrivial software that will function as expected under all condition. Consequently, there is a great deal of concern about whether there ia a sufficent basic on wich to resolve questions about safety.

A greater understanding of the measuring equipment and the instruments can improve the performance of the operator and this in turn will improve plant performance. Better knowledge of how equipment is selected and how it is constructed and how it functions will help an operator to identify the causes of problems and prevent their recurrence. This course explain about Logic Function, Component, operation of instrumentation digital system, troubleshooting.

CONTENT

1. Introduction
2. Function Logic
3. Combine network
4. Sequential network
5. Digital Measurement Tools
6. Digital Control Tools
7. Sealing Calibration and Operation
8. Maintenance and trouble shooting

PARTICIPANT
Technician, Maintenance Departement, Electrical Departement.

DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM

ABSTRACT
Distributed Control Systems (DCS) made its first entry in the seventies. Cheap microprocessors made the possibility to distribute control systems across the entire plant. Each controller control a limited part of the plant and each controller communicate to each other using a proprietary communication protocol. This is of course making the system becomes more configurable. DCS uses pre-programmed modules which are available to execute simple and more complex process control tasks. During the years that followed , DCS systems were used throughout the most diverse process industries in both continuous and batch applications. DCS applications in these different control environments made them increasingly mature, hundreds of configurable modules for every possible control problem were developed and stored in the system library. Using DCS, process controllers were able to handle tens, hundreds even thousand of control loops without jeopardizing the reliability of the complete control systems.

This training program is intended to give participants know-how on DCS systems. Moreover, the training will cover an introduction to FIELDBUS. In this program, participants will also know how different DCS with PLC.

Provides view to general questions toward Distributed Control System (DCS), such as: How and why DCS evolved? What hardware is used in DCS? And Many more. Compares distributed control to traditional single loop, central computer, PLC and PC architectures.

CONTENT 
•           Understand the concept of DCS
•           Explain the components, architectures, operation of DCS and hardware in DCS
•           Apply concepts body/mind reaction to audio and visuals symbols to meaningful human     machine interfaces
•           Evaluate and justify potential benefits of DCS to improve productivity
•           Examine evolution of process control to face changing needs
•           Understanding of Distributed Computing
•           Comparison of Current System Philosophies
•           Controller Structure
•           Sequential and Batch Control
•           Operator Interface
•           Alarms and Trending
•           Communication Networks and Fieldbus
•           Control Strategy and Configuration
•           System Security
•           Implementation for Industrial Control
•           Classroom/Demonstration/Laboratory Exercise :
•           -Examine structure of DCS
•           -Practical work using DCS
•           Simulation with CIMON Software

Participant 
This course is intended for engineers and technicians requiring knowledge of automation and distributed control. A section on trouble shooting methods is also included. Personnel in operations will also find this an invaluable course.

ELECTRICAL TRANSFORMER TESTING AND MAINTENANCE

COURSE DESCRIPTION:
This course covers the theory, operation, maintenance and testing of power transformers and auxiliary equipment. Topics included are transformer fundamentals, transformer ratings, transformer cooling, nitrogen gas systems and insulation systems. The source concludes with in-depth discussions on transformer testing techniques. This course is applicable to technicians and engineers who need a sound understanding of power transformer operation and maintenance.
Students will learn safe and proper maintenance and testing procedures on pad-mounted, power transformers. The course covers transformers used in commercial and industrial power distribution systems, including oil and dry-type units. Larger power transformers used in utility applications are also covered.
Load and no-load tap changer maintenance, ac and dc testing, routine inspections and oil sampling and testing are covered in detail. Students will learn how to perform routine oil tests, and understand how to perform the major tests that are required. A variety of electrical test equipment from various manufacturer’s will be discussed.

LEARNING OUTCOMES
Upon completion of this course, the participant should be able to:
v         Explain the basic operation of a transformer. 
v         Discuss turns ratios and calculate terminal voltage and current. 
v         Discuss terminal markings and various single phase and three phase wiring schemes. (WYE vs DELTA). 
v         Explain how to perform a polarity test on a potential transformer. 
v         Discuss the electrical testing performed on transformers such as insulation resistance testing, excitation and power factor testing. 
v         Discuss the various tests performed on insulating oil. 

COURSE OUTLINE
1.         Transformer Principles 
Ø         Transformers 
Ø         Right Hand Rule 
Ø         Magnetic Flux 
Ø         Magnetic Induction 
Ø         Left Hand RuleTurns Ratio 
Ø         Transformer Losses 
Ø         Transformer Types 
2.         Vector Diagrams 
Ø         Operating Principles 
Ø         Operation Without Load 
Ø         Operation with Load 
3.         Transformer Classifications 
Ø         Service Classification 
Ø         Instrument Transformers 
a.         Current 
b.         Potential 
4.         Transformer Construction (Construction) 
Ø         Magnetizing Circuits 
Ø         Losses 
a.         Hysteresis Loss 
b.         Eddy-Current Loss 
Ø         Efficiency 
5.         Cooling 
Ø         AirCooled Oil-Immersed 
a.         Water-Cooled 
b.         Forced-Oil Cooling 
c.         Self-Cooling with Air Blast 
Ø         Temperature Limits 
Ø         Transformer Loading 
6.         Tap Changers 
Ø         No-Load Tap Changer 
Ø         Tap Changing Under Load 
Ø         Phase-Angle Control 
7.         Transformer Connections 
Ø         Single Phase Circuits 
Ø         Two-Phase Circuits 
Ø         Three-Phase Circuits 
8.         Transformer Maintenance 
Ø         Insulation Testing 
Ø         High Potential Testing 
Ø         Turns Ratio Testing 
Ø         Polarity Testing 
Ø         Power Factor 
Ø         Excitation Current 
Ø         DC Winding Resistance 
Ø         Polarization Recovery 
Ø         Insulating Fluid Dielectric 
Ø         Dissolved Gas Analysis 
9.         Transformers and Relaying 
Ø         Transformer Faults 
Ø         Differential Relaying 
a.         Normal Load 
b.         External Faults 
c.         Internal Faults 

Who Should Attend: 
Field and shop technicians, field engineers, supervisors and others responsible for the testing and maintenance of power transformers rated 750kVA to 500MVA and 4.16kV to 500kV.


Industrial Power Systems Engineering & Device Coordination

Abstract 
Power system protection is a branch of electrical power engineering that deals with the protection of electrical power systems from faults through the isolation of faulted parts from the rest of the electrical network. The objective of a protection scheme is to keep the power system stable by isolating only the components that are under fault, whilst leaving as much of the network as possible still in operation. Thus, protection schemes must apply a very pragmatic and pessimistic approach to clearing system faults. For this reason, the technology and philosophies utilized in protection schemes can often be old and well-established because they must be very reliable. while the protective device coordination is the process of determining the "best fit" timing of current interruption occur when abnormal electrical conditions. The goal is to minimize an outage to the greatest extent possible. Historically, protective device coordination was done on translucent log-log paper. Modern methods normally include detailed computer based analysis and reporting.

This course is designed for electrical engineers responsible for industrial or commercial power systems planning, designs for reliability and overall system performance. Students will calculate available short circuit current at varied power system one-line locations to learn how to properly size fuses, cables, breakers and transformers. By learning protective device coordination, load shedding may be accomplished with minimal impact to power system operation.

Course Content
At the completion of this course, students will be familiar with utilization of the following power system tools:
•           Short circuit calculations
•           Power factor improvement
•           Recommended motor / generator / transformer protection
•           Switchgear and system voltage selection
•           Voltage drop / flicker reduction
•           Equipment / system grounding practices
•           Load estimating techniques 
•           Plant modernization recommendations
•           Protective device coordination
- Fuses and thermal overload devices 
- Electro-mechanical and solid state relays
- Transformers, cables and bus bars
- Circuit breakers


Low Voltage Switchgear
Maintenance, Testing & Troubleshooting

Abtract 
In an electric power system, switchgear is the combination of electrical disconnect switches, fuses or circuit breakers used to control, protect and isolate electrical equipment. Switchgear is used both to de-energize equipment to allow work to be done and to clear faults downstream. This type of equipment is important because it is directly linked to the reliability of the electricity supply.

Typically switchgear in substations is located on both the high voltage and the low voltage side of large power transformers. The switchgear on the low voltage side of the transformers may be located in a building, with medium-voltage circuit breakers for distribution circuits, along with metering, control, and protection equipment. For industrial applications, a transformer and switchgear line-up may be combined in one housing, called a unitized substation or USS.

At the completion of this course, students will have knowledge of breaker and breaker protective device operation and will be able to remove and replace all breaker components.

Course Content
•           Introduction to low voltage switchgear 
•           Load center srrangements 
•           Nature of short circuits and arc interruption 
•           Switchgear print reading 
•           Insulated case circuit breakers 
•           Switchgear panel instrumentation 
•           Fuses and protective relays 
•           Power system and equipment grounding 
•           Breaker sdjustments and lubrication 
•           Breaker front and rear frame separation process 
•           Maintenance and troubleshooting

Who should attend?
This course is designed for personnel responsible for maintenance, testing and troubleshooting low voltage power circuit breakers, protective relays, breaker trip devices and switchgear panels. The lab provides students with the opportunity to work on a variety of low voltage circuit breakers.


Management of Electrical Protection

Abstract
Qualified ESI Electrical Technicians and Engineers who will be required to undertake installation and management of electrical protection systems. To provide guidance, knowledge and principles of effective commissioning, fault finding and management of electrical protection. Course may be directed toward Distribution or Transmission as required and will be of a practical nature.

Course Content 
1.         Working with  Diagrams 
-           Symbols / Numbering 
-           Schematics 
-           Wiring 
2.         Protective Relays 
3.         Current Transformer 
-           Construction 
-           Tests 
-           Compensation 
-           Burden 
-           Errors - Ratio and Phase 
4.         Injection Tests 
5.         Commissioning and Maintenance Tests for: 
-           Feeder Protection 
-           Plant Protection 
-           Circuit Breaker Protection 
-           Auto Switching  facilities 
-           Back Up Protection 
-           Tripping, Alarm and Indications 
-           Data logging 
6.         Ancillaries 
7.         Managing Repairs 
-           Work Planning 
-           Resources 
-           Supervision 
-           Co-ordination 
8.         Additional Plant  Tests (if required for Distribution  emergency Fault  management staff)
-           Pressure Test HV Cables 
-           T/F Vector Tests 
-           Buchholz 
-           Winding Protection 
-           Resistance of Windings 

Who Should Attend 
Application engineers, design engineers and electrical engineers, etc.

Medium Voltage Circuit Breakers & Contactors

Abstract
In an electric power system, switchgear is the combination of electrical disconnect switches, fuses or circuit breakers used to control, protect and isolate electrical equipment. Switchgear is used both to de-energize equipment to allow work to be done and to clear faults downstream. This type of equipment is important because it is directly linked to the reliability of the electricity supply.

Typically switchgear in substations is located on both the high voltage and the low voltage side of large power transformers. The switchgear on the low voltage side of the transformers may be located in a building, with medium-voltage circuit breakers for distribution circuits, along with metering, control, and protection equipment. For industrial applications, a transformer and switchgear line-up may be combined in one housing, called a unitized substation or USS.
This course is designed for technicians and engineers who are responsible for maintenance of medium voltage air / vacuum circuit breakers and contactors (Magne-Blast, Power/VAC and Limit amp equipment). Two-thirds of the class is dedicated to hands-on laboratory work.
Course Content
 Magne-Blast circuit breakers
•           Drawings
•           Switchgear protective relays
•           Ml-13 operating mechanism
•           Adjustments and maintenance
Power/VAC circuit breakers
•           Drawings
•           Ml-17 operating mechanism
•           Ml-18 operating mechanism
•           Adjustments and maintenance
Limit amp motor controllers
•           Drawings
•           Limit amp air-break contactors
•           Limit amp vacuum contactors
•           Adjustments and maintenance
Who Should Attend
Engineer, maintenance, operator, supervisor



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar