Rabu, 16 April 2014

Penginderaan Jauh dan Pengolahan Citra Satelit



Penginderaan Jauh dan Pengolahan Citra Satelit

Citra satelit adalah hasil pemotretan suatu daerah menggunakan wahana satelit yang dioperasikan dari ruang angkasa. Teknologi Penginderaan Jauh (Remote Sensing), telah merubah paradigma visualisasi permukaan bumi kita dari impian menjadi kenyataan, dari fiksi ilmiah menjadi bukti ilmiah. Lompatan teknologinya telah menghasilkan manfaat yang sangat berguna bagi banyak bidang yang berkaitan dengan manajemen pemanfaatan bumi dan permukaannya (citra satelit). Setelah data dikumpulkan dan dikirimkan ke stasiun penerima, data tersebut harus diproses dan diubah ke dalam format yang bisa diinterpretasikan oleh peneliti. Untuk itu data harus diproses, ditajamkan dan dimanipulasi. Teknik-teknik tersebut disebut pengolah citra.
Produk teknologi penginderaan jauh yang sangat luar biasa adalah berupa citra satelit dengan resolusi spasial yang tinggi, memberikan visual permukaan bumi sangat detail. Teknologi Penginderaan Jauh (Remote Sensing), telah merubah paradigma visualisasi permukaan bumi kita dari impian menjadi kenyataan, dari fiksi ilmiah menjadi bukti ilmiah. Lompatan teknologinya telah menghasilkan manfaat yang sangat berguna bagi banyak bidang yang berkaitan dengan manajemen pemanfaatan bumi dan permukaannya. Produk teknologi penginderaan jauh yang sangat luar biasa adalah berupa citra satelit dengan resolusi spasial yang tinggi, memberikan visual permukaan bumi sangat detail. Citra Satelit merupakan  suatu  gambaran  permukaan bumi  yang  direkam  oleh  sensor (kamera) pada satelit  pengideraan  jauh  yang mengorbit bumi, dalam  bentuk image (gambar) secara  digital.
Pemanfaatan citra satelit saat ini sudah sangat luas jangkauannya, terutama dalam hal yang berkaitan dengan ruang spasial permukaan bumi, mulai dari bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan, Kependudukan, Transportasi sampai pada bidang Pertahanan (militer). Di Indonesia penerapan teknologi penginderaan jauh ini telah dilakukan masih pada sebagian besar untuk keperluan inventarisasi potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup, namun intensitasnya masih sangat sedikit dan belum merata di seluruh wilayah.

  1. Dasar-dasar Penginderaan Jauh (Remote Sensing)
  2. Pengenalan Citra Satelit (LANDSAT/ASTER, SPOT, IKONOS/QUICKBIRD)
  3. Interpretasi Citra Satelit, Unsur Interpretasi, Kunci Intepretasi
  4. Dasar-dasar Pengolahan Citra Satelit(Satellite Image Processing)
  5. Visualisasi data, histogram/scattergram, komposit citra
  6. Georeferencing/Koreksi Geometri
  7. Koreksi Radiometri
  8. Penajaman Citra
  9. Transformasi Citra
  10. Klasifikasi Citra (supervised, unsupervised)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar