Kamis, 03 April 2014

SEISMIC FOR MINING & EXPLORATION SYSTEM



 SEISMIC FOR MINING & EXPLORATION SYSTEM
               
LATAR BELAKANG

Seismik refleksi adalah metoda geofisika dengan menggunakan gelombang elastis yang dipancarkan oleh suatu sumber getar yang biasanya berupa ledakan dinamit (pada umumnya digunakan di darat, sedangkan di laut menggunakan sumber getar (pada media air menggunakan sumber getar berupa air gun, boomer atau sparker).
Gelombang bunyi yang dihasilkan dari ledakan tersebut menembus sekelompok batuan di bawah permukaan yang nantinya akan dipantulkan kembali ke atas permukaan melalui bidang reflektor yang berupa batas lapisan batuan. Gelombang yang dipantulkan ke permukaan ini diterima dan direkam oleh alat perekam yang disebut geophone (di darat) atau Hydrophone (di laut), (Badley, 1985). Refleksi dari suatu horison geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau jurang. Metoda seismic repleksi banyak dimanfaatkan untuk keperluan Explorasi perminyakan, penetuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah.
Seismic refleksi hanya mengamati gelombang pantul yang datang dari batas-batas formasi geologi. Gelombang pantul ini dapat dibagi atas beberapa jenis gelombang yakni: Gelombang-P, Gelombang-S, Gelombang Stoneley, dan Gelombang Love.
Eksplorasi seismik refleksi dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu eksplorasi prospek dangkal dan eksplorasi prospek dalam. Eksplorasi seismik dangkal (shallow seismic reflection) biasanya diaplikasikan untuk eksplorasi batubara dan bahan tambang lainnya. Sedangkan seismik dalam digunakan untuk eksplorasi daerah prospek hidrokarbon (minyak dan gas bumi). Kedua kelompok ini tentu saja menuntut resolusi dan akurasi yang berbeda begitu pula dengan teknik lapangannya.
Secara umum, metode seismik refleksi terbagi atas tiga bagian penting yaitu pertama adalah akuisisi data seismik yaitu merupakan kegiatan untuk memperoleh data dari lapangan yang disurvei, kedua adalah pemrosesan data seismik sehingga dihasilkan penampang seismik yang mewakili daerah bawah permukaan yang siap untuk diinterpretasikan, dan yang ketiga adalah interpretasi data seismik untuk memperkirakan keadaan geologi di bawah permukaan dan bahkan juga untuk memperkirakan material batuan di bawah permukaan.

TUJUAN KEGIATAN
Setelah mengikuti pelatihan diharapkan peserta akan mampu melakukan kegiatan pengolahan dan interpretasi data seismik, yaitu meliputi  :
  • Menjelaskan Geofisika Eksplorasi
  • Menjelaskan Teori Perambatan Gelombang
  • Menjelaskan Teori Seismik
  • Mengolah Data Seismik
  • Menginterpretasi Data Seismik

Sasaran Peserta Pelatihan

Kegiatan ini ditujukan bagi para karyawan dari berbagai level dan divisi, baik pada level staf/ operator, dan supervisor yang aktif terlibat dalam pengembangan program untuk statiska , velocity analysis, synthetic seismograms and raytracing, deconvolution, multi-component seismic, shear waves and anisotropy, avo and migration.

Materi Pelatihan

1.       Import, Edit, And Interactively Interpret 2D And 3D Seismic Data
2.       Perform Cropping And Realization Of Seismic Volume
3.       Automated Structural Interpretation
4.       Generate Synthetic Seismograms
5.       Perform Fault Interpretation
6.       Perform Seeded And Guided Auto-tracking In 3D And 2D
7.       Edit The Interpretation
8.       Make Surfaces From The Seismic Interpretation
9.       Perform Neural Net Evaluation Of Seismic Attributes
10.   Generate Attribute Volumes And Maps
11.   Perform Volume Rendering And Extraction
12.   Perform Depth Conversion
13.   Attach A Seismic Volume In Real Time To A 3D Depth Grid
14.   Create Seismic Properties And Integrate With Modeling
15.   Use The Process Manager To Generate Surfaces And Extract Attributes
16.   Inversion: overview of different methods

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar