Sabtu, 06 Desember 2014

ADA AYAM, BARU ADA TELUR AYAM = lebih dulu ayam atau telur



ADA AYAM, BARU ADA TELUR AYAM

Tebak-tebakan klasik yang mungkin sering banget kita dengar sampai saat ini adalah : “Manakah yang lebih dahulu, telur atau ayam?”
“Yang pasti adalah telur dulu, baru ayam. Ayam bisa mengenal telur, sebaliknya telur tidak mengenal ayam.” kata Abu Nawas
JAWABAN TERSEBUT TERNYATA "SALAH BESAR", KENAPA....?

Ini Jawaban ilmiahnya :
Menurut taksonomi bangsa unggas, jawabannya adalah : "AYAM ADA TERLEBIH DULU, BARU ADA TELURNYA.
Alasan :
1. Menurut teori Monophyletic (Charles Darwin 1868), ayam berasal dari sejenis unggas liar yang bernama "Gallus-gallus (Red Jungle Fowl) atau dikenal sebagai "ayam hutan merah"
2. Berdasarkan hasil penelitian DNA yang dilakukan oleh LIPI, menemukan bahwa ayam domestik (ayam peliharaan; Gallus gallus domesticus) berasal dari satu nenek moyang, yaitu Ayam Hutan Merah (Gallus gallus).
3. Berdasarkan penelitian para ilmuwan dari tim Universitas Sheffield & Warwick – Inggris, ternyata sudah ada jawabannya. Jawabannya yaitu AYAM. Para peneliti menemukan protein khusus pada ayam, dan protein tersebut yang menyusun dan membuat bagian cangkang mikroskopis hingga membentuk cangkang telur. Tanpa adanya protein tersebut, telur tidak mungkin terbentuk. Dan uniknya, protein tersebut ditemukan hanya di rahim ayam. Maka dari itu peneliti menyimpulkan, bahwa ayam duluan baru telur
4. “Penelitian kami mengukur tingkat evolusi dari berbagai kelompok dinosaurus theropoda,” kata Ketua Peneliti, Michael Lee, yang juga ahli paleontologi dari Universitas Adelaide dan South Australian Museum. Menurut Lee, kelompok yang paling cepat berkembanglah yang menjadi nenek moyang burung, meski pada akhirnya dinosaurus yang paling mudah beradaptasi dan terbukti mampu bertahan hidup lama hingga menjadi hewan-hewan kecil berbulu indah yang berada di sekitar kita. Dinosaurus berbulu Microraptor hidup selama Periode Cretaceous (~ 120 juta tahun yang lalu) di tempat yang sekarang menjadi Cina utara. Penelitian tersebut menyimpulkan, cabang dinosaurus yang mengarah ke burung adalah bentuk evolusi yang lebih inovatif dari garis keturunan dinosaurus jenis lainnya. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal Science.

5. Menurut Christopher Langan, ada empat macam telur yang dimaksud orang saat bertanya seperti ini:
1.Telur jenis apapun.
2.Telur yang dihasilkan induk ayam.
3.Telur yang mengandung anak ayam.
4.Telur yang dihasilkan induk ayam dan mengandung anak ayam
Kalau maksudnya telur nomer (1), maka jelas duluan telur. Karena dinasourus itu bertelur. Dan Dinosaurus sudah ada berjuta tahun sebelum ada spesies ayam.
Kalau maksudnya nomer (2), maka duluan induk ayam, berdasarkan alasan semantik. Maksudnya: dari kalimat itu dapat disimpulkan bahwa ada induk ayam yang menghasilkan telur yang ia maksudkan. Jadi duluan induk ayam.
Dengan alasan yang sama, untuk kasus nomer (4), duluan induk ayam.
Tapi umumnya orang bertanya dengan tulus itu me-refer ke telur nomer (3). Penjelasannya adalah bahwa spesies ayam itu terjadi akibat mutasi. Dan mutasi terjadi bukan  pada induk, tapi pada saat terjadi pembuahan. Pada anak, bukan induk. Dan itu terjadi mulai dalam telur. Artinya spesies ayam itu mulai terjadi di dalam telur. Saat menetas, terdapatlah seekor ayam yang yang berbeda spesies dari induknya.

Contoh mudah : AYAM BEKISAR. Induknya adalah ayam kampung dan jantannya adalah ayam hutan. Jadi “telur ayam bekisar”  sebelumnya adalah “ telur ayam kampung” (telur yang dihasilkan oleh ayam kampung). Setelah telur ayam kampung menetas jadi ayam bekisar, maka ayam bekisar baru menghasilkan yang disebut “telur ayam bekisar”, dan tidak bisa lagi disebut sebagai “telur ayam kampung”. Ketika bekisar dikawinkan lagi dengan ayam kampung akan menghasilkan telur ayam bekisar, tapi anaknya disebut dengan “bekikuk” dan akan menghasilkan” telur bekikuk”
Contoh lain : Blaster burung puter jawa (streptopelia risoria)  dengan burung merpati. Dalam bentuk aslinya mereka menghasilkan telur derkuku/tekukur dan telur merpati, keduanya merupakan spesies burung dalam keluarga Columbidae (Merpati-Merpatian).  Ketika keduanya kawin, maka akan menghasilkan spesies lain yang di sebut “blaster”, kemudian dari species ini akan menghasilkan “ telur blaster ” bukan lagi menghasilkan telur burung merpati atau telur burung puter.
 

Dalam kawruh Bahasa Jawa tentang : Arane Keturunan Kewan / Nama Keturunan Hewan
1.            Turunane pitik biasa + Pitik Kate : Wareng
2.            Turunane  pitik biasa + pitik alas : Bekisar
3.            Turunane pitik biasa + bekisar : Bekikuk
4.            Turunane bebek + menthog : Brati
5.            Turunane jaran + kuldi : Bihal
6.            Turunane dara + puter : Blaster

JADI KESIMPULANNYA : "ADA AYAM, BARU ADA TELUR AYAM"



Jumat, 07 November 2014

BUSINESS PROTOCOL, ETIQUETTE, AND PROFESSIONAL MASTER OF CEREMONY



BUSINESS PROTOCOL, ETIQUETTE, AND PROFESSIONAL MASTER OF CEREMONY
Citra perusahaan disertai dengan penampilan dan kualitas perusahaan menjadi syarat mutlak yang diperlukan untuk dapat bertahan menghadapi persaingan ketat di era globalisasi. Sebagai bagian penting dari sebuah perusahaan, Public Relations atau Protokoler dituntut untuk mampu menjalankan tugas sebagai protocol, evisitor handling, berbicara di depan publik dengan penampilan yang prima, dan mencerminkan kualitas profesional sesuai tuntutan perusahaan. Protokoler (hubungan masyarakat) telah menjadi bahan yang tidak terpisahkan dari aspek komunikasi lainnya seperti pemasaran, promosi, iklan dan penjualan. Protokoler atau Public Relations merupakan fenomena dan sekaligus kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi dalam dunia usaha maupun organisasi lainnya. Kegiatan protokoler yang meliputi berbagai fungsi, konsep, dan teknik-teknik pelaksanaannya telah berkembang menjadi ‘suatu lembaga’ yang dianggap harus ada untuk mendampingi organisasi, apapun bentuk organisasi tersebut. Gagalnya suatu kegiatan protokoler akan berdampak negatif pada citra perusahaan yang berarti gagalnya PR perusahaan.
                Menghadapi hal tersebut, sudah seharusnya perusahaan mempersiapkan SDM yang profesional, kompeten, dan siap bersaing baik di lingkungan internal maupun eksternal, serta nasional maupun internasional. Salah satunya adalah up-grade kemampuan/skill SDM melalui program pelatihan. Pelatihan ini didesain secara khusus supaya setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat memahami bagaimana menjadi protokoler handal dan kemampuan berkomunikasi di depan publik.
Tujuan :
  1. Memahami Undang-Undang Keprotokolan Terbaru
  2. Mampu menjadi Protokoler profesional, dengan pandai mengelola dan mengatur Tata Tempat, Tata Penghormatan, Tata Upacara, dan mengelola tamu pejabat, tamu asing baik acara forum nasional maupun Internasional, memahami etika pergaulan dan budaya Nasional & Internasional sekaligus memiliki kepribadian menarik dan menyakinkan dalam berbagai acara, baik acara resmi maupun acara tidak resmi.
  3. Mampu menguasai teknik berbicara dengan menerapkan bahasa yang baik dan benar serta sikap tubuh yang meyakinkan.
  4. Mampu merencanakan, menyusun konsep acara, dan dapat secara langsung mempraktekkannya dengan baik
  5. Mampu menjadi protokoler yang berhubungan dengan MC, bisa mempersiapkan secara keseluruhan acara atau event yang diselenggarakan mitra/perusahaan/lembaga (MOU, Seminar, Forum Formal), mencakup jadwal acara, layout ruangan dan teknis lainnya

Peserta :

Pelatihan ini sangat sesuai diikuti oleh:
•           Staf dan Manajemen Di Bagian Protokoler, Humas, Public Relation
•           Sekretaris, Personal Assistante, dan Administrative Assistant
•           Karyawan di Bagian Front Liner
•           Corporate Secretary, Corporate Communications, dan Para Manajer ataupun  Supervisor dari Berbagai Bidang

Materi Pelatihan :
1.       Corporate Image Identity
•   Membentuk Opini Publik
•   Membentuk Citra Perusahaan/ Lembaga / Institusi
•   Sifat Dari Opini Public
2.         Pengertian Protokoler dan Teknik menyusun acara, dalam hubunganya dengan kegiatan PR
•   UU Keprotokolan dan perkembangannya
•   Ruang Lingkup Tugas Kegiatan Protokol.
•   Pemahaman Tentang Tatatertib Dan Etiket Ke-Protokoler-An
•   Tata Krama Pergaulan Bisnis, Dasar Pelaksanaan Protokol

3.         Business Etiquette & Visitor Handling
•   Excellent Performance
•   Difference Cultural Value
•   Professional Business Etiquette
•   Business Appearance
•   Proffesional Dresscode
•   Table Manner
4.         Persiapan menjadi MC yang handal dan professional
•   Memahami tugas dan tanggung jawab MC dan Protokoler
•   Memahami Jenis Event Dan Audience
•   Mempelajari Dan Mencari Referensi Berkaitan Dengan Tema Event
5.         Ketrampilan Public Speaking Sebagai MC
•   Public Speaking Yang Efektif
•   Pemilihan Dan Penyusuan Kalimat Kunci
•   Olah Vocal Dan Intonasi
6.         Body Language
•   Ketrampilan Komunikasi Melalui Bahasa Tubuh
•   Ketrampilan Membaca Bahasa Tubuh Audience
7.         Hambatan –Hambatan Dalam Membawakan Acara Dan Teknik Mengatasinya
•   Berbagai Jenis Gangguan Sebagai MC Dan Cara Mengatasinya  : Sebelum Acara, Saat Acara Dan Sesudah Acara Berlangsung
•   Teknik Mengatasi Blocking Situation



Storage Tank API 653 : Tank Construction, Inspection, Maintenance, and Causes Of Failure



Storage Tank API 653 : Tank Construction, Inspection, Maintenance, and Causes Of Failure

Abstraksi :
Kegagalan tangki penyimpanan minyak jenis atap kerucut (Cone roof tank) dapat berakibat defleksi permanen karena terabaikannya kondisi operasi dan persyaratan konstruksi. Prediksi tegangan kritis pada tangki penyimpanan minyak sangat diperlukan. Tegangan kritis yang berupa kombinasi antara membrane stress dan bending stress sangat penting untuk diketahui agar senantiasa dapat dimonitor. Salah satu fungsi utama dari inspeksi adalah untuk memastikan kehandalan (reliability), keberadaan (availability) dan profitability (benefit) dari peralatan operasional industrial plant sehingga dapat menghindari tidak berfungsinya peralatan dan dapat mengakibatkan: Bencana, Profitabilitas menurun, Hilangnya waktu, Menurunnya produksi, Dan lain-lain
Kajian terhadap perencanaan aktifitas inspeksi pada tangki penyimpanan crude oil dengan menggunakan metode RBI (Risk Based Inspection) dimana jika diterapkan dapat berfungsi untuk memprediksi terjadinya kegagalan. RBI adalah suatu metode dengan menggunakan analisis resiko peralatan sebagai dasar untuk memprioritaskan perencanaan manajemen program inspeksi. Metode ini memberikan kemampuan untuk mengalokasikan sumber daya inspeksi dan perawatan yang lebih untuk peralatan yang berisiko tinggi dan penghematan pemakaian sumber daya tersebut untuk peralatan dengan resiko rendah.

Tujuan :
1.       Memahami pengertian umum API 653
2.       Memahami teknik storage tank inspection
3.       Memahami kerusakan pada storage tank
4.       Mampu memberikan saran untuk perbaikan atas kerusakan pada storage tank.
5.       Mampu menyusun pelaporan inspeksi atas keandalan storage tank.

Materi Training :
1.       What Is The Api 650 Specification
2.       Performing Tank Calculation
3.       Causes Of Catastrophic Tank Failure
4.       Suitability For Service
5.       Design Considerations for Reconstructed Tanks
6.       Tank Repair And Alteration
7.       Dismantling And Reconstruction
8.       Marking And Recordkeeping

Peserta :
Plant engineers, Inspection Engineers, Corrosion & Materials Engineers yang pekerjaannya sangat berkaitan dengan implementasi sistem RBI (Risk Based Inspection).