Rabu, 05 Juni 2024

PENGELOLAAN SAMPAH DI HOTEL

 PENGELOLAAN SAMPAH DI HOTEL

agus 0895-3590-24831

Kawasan Candi Borobudur banyak terdapat hotel dan penginapan. Pelayanan prima dalam pengelolaan hotel, termasuk di dalamnya adalah bagaimana mengelola sampahnya. Sebelumnya, saya coba untuk berkomunikasi dg DLH dan salah satu pengurus PHRI, bahwa belum ada Juknis yang khusus membahas tentang Pengelolaan Sampah Di Hotel ini. Maka saya menggunakan 2 pendekatan, yaitu : untuk manajemen menggunakan konsep 5S/5R, mulai dari staffing, kick off, general inspection, hingga audit dan evaluasinya, sedangkan untuk pengelolaan menggunakan konsep house keeping.

Program pengelolaan sampah di hotel meliputi : program pengurangan sampah (waste reduction), menggunakan barang yang nasih dapat digunakan kembali untuk fungsi yg sama atau fungsi lainnya (reuse), mengolah kembali atau daur ulang sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat (recycle/upcycle), pemisahan sampah (waste separation), dan pengomposan (composting).

Sedangkan untuk perwadahan, gunakan peraturan di Permenkes 80/1990.

10 B dalam pengelolaan sampah di hotel: Sing Buda (Benda asing, debu, noda), Sam Murga (sampah, jamur, serangga), Rusteri Bausing (Virus, Bakteri, Bau, Bising)

LILIN MINYAK JELANTAH

 LILIN MINYAK JELANTAH

agus 0895-3590-24831

Minyak goreng bekas atau jelantah jangan dibuang, karena bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yg berguna. Agar minyak jelantah sisa memasak tidak langsung dibuang ke saluran air di rumah namun bisa dimanfaatkan utk dibuat lilin cantik. Dengan demikian akan membantu mengurangi minyak jelentah yg terbuang ke.sungai dan saluran air, artinya membantu mengatasi pencemaran limbah cair dari rumah kita, mengurangi pencemaran lingkungan, dan memberikan manfaat yang memiliki nilai ekonomi serta manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama-tama, panaskan minyak jelantah dengan api sedang. Kemudian masukkan stearin ke dalam minyak dengan perbandingan minyak dan stearin 1:2 secara perlahan dan aduk hingga larut. Setelah larut, masukkan pewarna krayon bekas secukupnya ke dalam panci dan aduk hingga krayon larut. Ketika semuanya larut, matikan kompor dan tambahkan essential oil secukupnya dan aduk hingga tercampur. Jika sudah tercampur maka matikan kompor dan tunggu sebentar hingga dingin. Setelah sedikit dingin, tuangkan larutan lilin ke dalam wadah yang sudah diberi sumbu. Kemudian, tunggu hingga lilin mengeras dan lilin aromaterapi siap digunakan.

KOMPOSTER BATA TERAWANG

 KOMPOSTER BATA TERAWANG

agus 0895-3590-24831

Komposter jenis ini lebih populer di Bandung. Metode bata terawang atau susunan kolam dengan bata yg dibuat berongga (terawang), dibuat dengan membuat bak terbuat dari bata merah berukuran 1 meter kubik atau bisa menyesuaikan dg vokume timbulan sampah setempat, yang dilengkapi dengan pintu kecil buat panen kompos pada bagian bawah dan diberi penutup agar tidak kena air hujan, dindingnya yg dibuat berongga/berlobang adalah untuk tempat masuknya oksigen yang membantu terjadinya proses pembusukan atau pengomposan, juga bisa dimanfaatkan untuk melihat apakah pengomposan pada ketinggian lapisan tersebut sudah jadi atau belum. 

Semua jenis sampah organik baik sampah kebun dan sampah sisa makanan bisa diolah menggunakan metode pengomposan ini.

Pengomposan dengan bata terawang ini bisa dilakukan skala komunitas dan dalam jumlah yang cukup banyak seperti lingkup RT atau RW, proses pembusukan bisa lebih cepat, karena pemberian oksigen/aerasi terjadi dengan baik, hasil komposnya cukup bagus, cara memanen komposnya sangat mudah dan bisa FIFO, tidak perlu perawatan khusus, air hujan tidak terlalu banyak masuk ke dalam tumpukan kompos.

Untuk mempercepat proses pengomposan, bisa ditambahkan bakteri dan molase.

MESIN CACAH PILAH

 MESIN CACAH PILAH.

agus 0895-3590-24831

TPS 3R atau Tempat Pengolahan Sampah Dengan Prinsip 3R (reduce, reuse dan 

recycle), adalah tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, dan pendauran ulang skala kawasan. 

Sampah2 yang terkumpul di TPS 3R adalah sampah2 yg dikumpulkan atau diangkut dari warga yg kondisinya sangat tercampur, kemudian dimasukkan atau dibungkus ke dalam tas kresek. Setelah sampai di TPS 3R, sampah2 ini akan dipilah ulang. Problem utamanya adalah biaya tenaga pilah ini lebih mahal dibandingkan dg nilai ekonomi hasil pilahan, maka banyak sampah2 di TPS 3R ini yg tidak mampu dipilah dan hanya dibuang ke TPA.

Tetapi sekarang sudah ada alat pemilah sampah tercampur ini, yg diberi nama "MESIN CACAH PILAH", ada yg menyebutnya Gibrig atau Segregasi.

Dengan menggunakan alat ini, sampah2 tercampur tadi bisa dipisahkan antara plastik pembungkus dengan isinya, dg cara merobek bungkus tas kreseknya dan kemudian digiling atau dicacah, sehingga yg organiknya bisa dipisahkan dari plastik kresek pembungkusnya.

Ecoenzyme dan Sabun EE Basic

 Eco-Enzyme dan Sabun Ecoenzyme Basic.

agus 0895-3590-24831

Ecoenzyme adalah cara sederhana memanfaatkan sampah sisa buah, namun sangat berdampak untuk bumi kita. Ecoenzyme sendiri adalah cairan yang terbuat dari bahan alami seperti air, gula merah, dan kulit buah yang difermentasi selama 3 bulan. Salah satu penggunaan utama Ecoenzyme adalah untuk mengurai sampah, dengan mengambil manfaat pada material sampah tersebut. Sampah adalah salah satu masalah besar yang dihadapi oleh bumi kita saat ini. Sampah yang tidak diuraikan dengan baik bisa menimbulkan masalah lingkungan seperti pencemaran udara dan air, serta merusak keindahan lingkungan. Namun, dengan menggunakan Ecoenzyme, sampah bisa diurai secara alami dan ramah lingkungan.

Eco-Enzyme sangat kaya akan manfaat seperti menggantikan bahan kimia yang terdapat di dalam cairan pembersih serbaguna, hand sanitizer, sabun, detergen, pengharum ruangan serta dapat digunakan sebagai detoksifikasi racun pada tubuh, obat luka bakar, mencegah sariawan, pembasmi hama, memberikan nutrisi pada tanah, mengurangi polusi udara yang menyebabkan menipisnya lapisan ozon, hingga segudang manfaat lainnya.

Eco Enzyme dibuat dengan campuran dengan perbandingan berat sbb Air : Buah : Molase = 10 : 3 : 1 (bukan perbandingan volume, maka harus diukur dg timbangan). Setelah wadah ditutup rapat, kemudian dibuka pada minggu 1 dan 2, selanjutnya ditutup rapat lagi setelah 3 bulan.

Selanjutnya dari ecoenzyme bisa dibuat untuk sabun cuci baju, yaitu dengan campuran sbb : minyak kelapa 300 gr, soda api 57gr, dan eco enzyme 2 x 86 gr.

TPS 3R

 TPS 3R = Tempat Pengolahan Sampah Dengan Prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle)

agus 0895-3590-24831

 Secara umum TPS 3R bergerak di bidang jasa pengangkutan sampah rumah tangga, dan sejenis rumah tangga spt. Kantor, Gudang, Toko, Warung Makan, Restoran, Hotel, Pabrik, Kost, Kontrakan, Asrama, Kompleks Perumahan, dll. Setelah sampah2 tersebut diangkut ke hanggar TPS3R, kemudian dipilah yang bernilai jual, sisa2 makanan, dan sampah organik lainnya. 

Sisa pemilahan biasanya disebut residu. Tapi bukan berarti sampah yg tidak bisa diolah lagi, yg dimaksud sbg sampah residu di sini adalah sampah2 tercampur yg sudah sulit dipilah, atau jika ingin dipilah membutuhkan biaya dan biaya tenaga pilah yg tinggi.

Pada beberapa TPS 3R telah memiliki alat pemilah residu ini, yg disebut sbg Mesin Cacah Pilah. Mesin ini bekerja merobek bungkus2 tas plastik, kemudian yg berat (dikonotasikan sbg organik) akan turun ke bawah, sedangkan plastik2 pembungkus akan ditiup dan diputar sehingga beterbangan ke arah sebaliknya (dikonotasikan sebagai anorganik atau plastik). Tetapi dari yg saya amati, plastik2 ini masih ada 2 jenis, yaitu plastik kresek yg laku dijual dan plastik2 lain yg tidak laku dijual karena kondisinya kotor dan tercampur, sehingga ada yg dibakar di lokasi dg cara yg sangat sederhana menggunakan tungku batu bata, sehingga asapnya nampak berhembus tdk terkendali.

Material yg turun ke bawah, kualitasnya sebagai material utk pakan magot juga sangat rendah, sehingga lebih cocok diolah menjadi kompos. 

Ada TPS 3R yang disandingkan dg kebun bibit sayur, sehingga hasil produksi pupuk bisa digunakan sendiri. Ada TPS 3R yg terintegrasi dg ternak magot dan kolam ikan, sehingga hasil ternak magot lsg diaplikasikan utk pakan ikan.

Lembaga pengelola TPS3R ada 2 model, yaitu Bumdes dan KSM.

Merujuk pada Permen PU 03/2013. Tempat Pengolahan Sampah Dengan Prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle), yang selanjutnya disingkat TPS 3R, adalah tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, dan pendauran ulang skala kawasan.

Pemilahan adalah kegiatan mengelompokkan dan memisahkan sampah sesuai dengan jenis. 

Pewadahan adalah kegiatan menampung sampah sementara dalam suatu wadah individual atau komunal di tempat sumber sampah dengan mempertimbangkan jenis-jenis sampah. 

Pengumpulan adalah kegiatan mengambil dan memindahkan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara atau tempat pengolahan sampah dengan prinsip 3R. 

Pengangkutan adalah kegiatan membawa sampah dari sumber atau tempat penampungan sementara menuju tempat pengolahan sampah terpadu atau tempat pemrosesan akhir dengan menggunakan kendaraan bermotor yang didesain untuk mengangkut sampah.

Persyaratan TPS 3R harus memenuhi persyaratan teknis seperti: 

a. luas TPS 3R, lebih besar dari 200 m2; 

b. tersedia sarana untuk mengelompokkan sampah menjadi paling dedikit 5 (lima) jenis sampah; 

c. TPS 3R dilengkapi dengan ruang pemilahan, pengomposan sampah organik, dan/atau unit penghasil gas bio, gudang, zona penyangga, 

dan tidak mengganggu estetika serta lalu lintas. 

d. jenis pembangunan penampung sisa pengolahan sampah di TPS 3R bukan merupakan wadah permanen; 

e. penempatan lokasi TPS 3R sedekat mungkin dengan daerah pelayanan dalam radius tidak lebih dari 1 km; 

f. luas lokasi dan kapasitas sesuai kebutuhan; 

g. lokasinya mudah diakses; 

h. tidak mencemari lingkungan; dan 

i. memiliki jadwal pengumpulan dan pengangkutan. 

TPS 3R termasuk skala lingkungan hunian dilaksanakan dengan metode berbasis masyarakat. Keberadaan TPS 3R dapat diintegrasikan dengan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti bank sampah.

Ternyata kondisi dan dinamika di TPS 3R ini beraneka macam, juga kelebihan dan kekurangannya sangat variatif.

KOMPOSTER EMBER TUMPUK

 KOMPOSTER EMBER TUMPUK.

agus 0895-3590-24831

Ember tumpuk merupakan alat pemroses sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos, dengan hasil lainya adalah pupuk cair dan magot. Komposter Ember Tumpuk adalah hasil kreasi dari Dr. Nasih Widya Yuwono, SP, MP. Dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UGM. Sehingga kita tidak perlu lagi membeli alat komposter, karena bisa membuat sendiri, bahkan kita bisa juga menjual komposter ember tumpuk yg kita buat.

Komposter Ember Tumpuk ini dibuat dengan menyatukan 2 buah ember yang disusun bertingkat. Ember tumpuk digunakan untuk mengolah sampah dengan bantuan larva Hi (Hermetia illucens) pada skala rumah tangga. Hermetia illucens dikenal juga sebagai BSF (Black Soldier Fly) atau lalat tentara hitam. Larva Hi dapat membantu proses pengomposan aerob dan mempercepat proses penguraian sampah organik di reaktor tumpuk. Reaktor ember tumpuk juga memungkinkan aliran lindi terpisah dan material padat sehingga menghasilkan pupuk cair.

Metode ember tumpuk menggunakan peralatan sederhana dan murah diperoleh. Teknologi ini sangat mudah diaplikasikan di rumah. Ember tumpuk mampu mengolah sampah organik menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. Dengan ember tumpuk, setiap orang dapat membuat pupuk organik yang murah dan mendukung lahan pertanian yang mulai kehilangan kesuburannya.

Komponen Ember Tumpuk

1. Ember Bawah

Untuk ember bagian bawah disiapkan dengan memasang kran (kran dispenser yang ada seal ganda dipilih agar rapat), posisi di samping bawah ember, sekitar 5 cm di atas dasar. Tutup ember dipotong, diambil bagian tepinya saja, digunakan sebagai penyangga ember atas. Fungsi ember bawah sebagai penampung lindi, yang kemudian akan diolah menjadi pupuk organik cair.

2. Ember Atas 

Ember atas disiapkan dengan membuat lubang-lubang kecil (diameter 5 mm) sebanyak mungkin pada bagian bawah untuk pengalirkan lindi. Lubang kecil dibuat sebanyak empat buah (diameter 5 mm), pada bagian samping atas ember di bawah tutup. Fungsi lubang kecil tersebut untuk mengatur sirkulasi udara dan tempat masuk telur atau larva muda yang baru saja menetas. Fungsi ember di atas sebagai penampung sampah yang diolah.