Jumat, 10 Oktober 2014

GEOLOGICAL APPLICATIONS OF WELL LOG



GEOLOGICAL APPLICATIONS OF WELL LOG

Evaluasi formasi batuan adalah suatu proses analisis ciri dan sifat batuan di bawah tanah dengan menggunakan hasil pengukuran lubang sumur. Evaluasi formasi membutuhkan berbagai macam pengukuran dan analisis yang saling melengkapi satu sama lain. Tujuan utama dari evaluasi formasi adalah untuk mengidentifikasi reservoar, memperkirakan cadangan hidrokarbon, dan memperkirakan perolehan hidrokarbon. Kegunaan utama dari well logging adalah untuk mengkorelasikan pola – pola electrical conductivity yang sama dari satu sumur ke sumur lain kadang – kadang untuk area yang sangat luas bor.  Bagi seorang geolog, well logging merupakan teknik pemetaan untuk kepentingan eksplorasi bawah permukaan. Bagi seorang petrofisisis, well logging  digunakan untuk mengevaluasi potensi produksi hidrokarbon dari suatu reservoar. Bagi seorang geofisisis, well logging digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh melalui seismik. Seorang reservoir enginer menggunakan well log sebagai data pelengkap untuk membuat simulator.
Pelatihan ini akan menjelaskan semua aspek prinsip dan metode yang terkait dengan penafsiran geologi dari kegiatan well logging,  dengan menunjukkan bagaimana data log dapat digunakan untuk  determine lithology, interpret facies, stratigraphic , dan structural features..

Outline :
1.      The functions, physical principles and limitations of logging tools
2.      The differences between logs acquired using wireline conveyance and logs acquired whilst drilling.
3.      Use well logs to determine lithologies and interpret facies, stratigraphic and structural features.
4.      Calculate shale volume, porosity and water saturation from well logs.
5.      Correlate between wells using well logs, integrating other available down-hole data.
6.      Analyse well logs and cores, together with other available data, to produce a coherent geological evaluation.
7.      Dipmeter and borehole imaging tools and analyse their interpretation patterns to indicate structural and stratigraphic features.

Participants :
Well log analys dan support personal serta bagian/devisi lain yeng terkait dengan pekerjaan penilaian sumur minyak.

FUNDAMENTAL OF IT BUSSINESS ANALYSIS FOR OIL GAS INDUSTRY



FUNDAMENTAL OF IT BUSSINESS ANALYSIS FOR OIL GAS INDUSTRY

            Persaingan organisasi bisnis pada era globalisasi ini membutuhkan adanya proses analisa bisnis yang cepat dan tepat dengan dukungan penerapan teknologi informasi. IT Business Analysis adalah salah satu konsep analisa bisnis professional yang umumnya berkaitan dengan kebutuhan analisa dan pemecahan masalah dengan menggunakan solusi teknologi informasi. Peran ini sangat penting karena merupakan jembatan yang menyelaraskan antara tujuan dari organisasi bisnis dengan support dan services IT yang diinginkan. Business Analyst bertugas menganalisa business process sesuai dengan yang dibutuhkan client, mulai dari Requirement Gathering, Gap Analysis, membuat use-case, Activity Diagram, Sequence Diagram, Class Diagram, Colaboration Diagram dan Deployment sampai dengan User Acceptance Test (UAT) hingga terbentuknya Application Architecture.
Setelah mengikuti pelatihan ini, maka para peserta akan mendapatkan pengetahuan dan skill Business Analysis, khususnya: Memahami the key knowledge, tools, techniques & skills dari seorang Business Analyst, Memperoleh skill tentang planning dan estimating untuk kegiatan business analysis, Mendapatkan pemahaman bagaimana menyusun Requirements Management Plan termasuk the aspek-aspek penting lainnya, Memahami tehnik-tehnik yang berbeda tentang requirements elicitation, Memperoleh pemahaman tentang  requirements analysis dan  documentation termasuk requirements modelling techniques, Memahami bagaimana requirements digunakan untuk solution assessment dan validation, Mengerti tentang pentingnya requirement management & communication throughout the product lifecycle.

Outline :
  1. Introduction to Business Analysis 
  2. The competencies of a business analyst 
  3. Strategy analysis
  4. The business analysis process model 
  5. Stakeholder analysis and management
  6. Modeling the business system
  7. Business process modeling
  8. Requirements engineering
  9. Modeling the IT system
  10. Managing the information resource
  11. Making a business and financial case
  12. Managing business change

Peserta :
Seluruh Departemen, mulai dari Supervisor, Manager dan Pimpinan perusahaan yang membutuhkan konsep analisa bisnis dengan menggunakan penerapan teknologi informasi, seperti :  Business Analyst, System Analyst, Project Managers, Architects & Groups Leaders, Functional & Line Managers, IT. Juga dapat dihadiri oleh Developers and Staff, Technical, Non-Technical, Pharmacy/Biomed, IT End-User, dan lain-lain

Rabu, 27 Agustus 2014

CORROSION AND SCALING PREVENTION ON OILGAS PRODUCTION FACILITIES



CORROSION AND SCALING PREVENTION ON OILGAS PRODUCTION FACILITIES

COURSE OBJECTIVE
Minyak bumi adalah suatu senyawa hidrokarbon yang terdiri dari karbon (83-87%), hidrogen (11-14%), nitrogen (0,2-0,5%), sulfur (0-6%), dan oksigen (0-3,5%). Proses produksi minyak dari formasi tersebut mempunyai kandungan air yang sangat besar, bahkan bisa mencapai kadar lebih dari 90%. Selain air, juga terdapat komponen-komponen lain berupa pasir, garam-garam mineral, aspal, gas CO2 dan H2S. Komponen-komponen yang terbawa bersama minyak ini menimbulkan permasalahan tersendiri pada proses produksi minyak bumi. Air yang terdapat dalam jumlah besar sebagian dapat menimbulkan emulsi dengan minyak akibat adanya emulsifying agent dan pengadukan. Selain itu hal yang tak kalah penting ialah adanya gas CO2 dan H2S yang dapar menyebabkan korosi dan dapat mengakibatkan kerusakan pada casing, tubing, sistem perpipaan dan surface fasilities. Sedangkan ion-ion yang larut dalam air seperti kalsium, karbonat, dan sulfat dapat membentuk kerak (scale). Scale dapat menyebabkan pressure drop karena terjadinya penyempitan pada sistem perpipaan, tubing, dan casing sehingga dapat menurunkan produksi.

COURSE OUTLINE
1.       Tipe korosi di Lapangan Minyak
-        Uniform Corrosion
-        Pitting Corrosion
-        Stress Corrosion Cracking
-        Errosion Corrosion
-        Galvanic Corrosion
-        Crevice Corrosion
-        Selective Leaching
2.       Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Korosi
-        Faktor Gas Terlarut
-        Faktor Temperatur
-        Faktor pH
-        Faktor Bakteri Pereduksi atau Sulfat Reducing Bacteria (SRB)
-        Faktor Padatan Terlarut (CI, C03, S04)
3.       Pencegahan Korosi
-        Proteksi Katodik
-        Coating
-        Pemakaian Bahan-Bahan Kimia (Chemical Inhibitor): Organik Inhibitor dan Anorganik Inhibitor
4.       Petunjuk dan Identifikasi Masalab Scale dan Kemungkinan Penyebabnya di lapangan Operasi
-        Untuk warna terang atau putih
-        Untuk warna gelap dari coklat sampai dengan hitam
5.       Reaksi-Reaksi Yang Menyebabkan Scale
6.       Pencegahan Scale dengan Scale Inhibitor
-        Tipe Scale Inhibitor
-        Pemilihan Scale Inhibitor
-        Beberapa Jenis Scale Inhibitor

Peserta :
Maintenance engineers, supervisor, dan production operation staff yang terlibat dalam plant operation.